
Kalian baperr gak gaes dengan part sebelumnya... kalau kalian tidak baper, othor kasih yang sedih-sedih nih.. tapi kalau kalian baperr ayo apresiasi kan di komentar..
Dan othor kasih lagi yang lebih baperr.🤭
''Ayo jawab. kenapa diam'' desak Airin pada Erik
''Aku aku...''
''Aku apa.. kenapa susah sekali ya tinggal dijawab iya gitu..'' sindir Airin dengan membalikkan ucapan Erik tadi dan Airin pun diam-diam tersenyum saat melihat ekspresi wajah Erik, padahal Airin hanya ingin menggoda Erik saja . dan ingin membalikan keadaan saja.
''Aku tidak tahu, tapi ya aku akui memang aku sangat nyaman saat bersamamu seperti sekarang ini.. tapi aku tidak tahu apa ini suka atau bukan?'' Ujar Erik yang secara tidak langsung mengatakan dia nyaman bersama Airin
Airin jadi deg-degan hatinya. saat mendengar, tadi yang diucapkan oleh Erik. Apa . apa aku tidak salah dengar kan? dia mengatakan nyaman saat bersamaku. mungkin aku sedang berhalusinasi Pikirnya Airin
''Tapiu seandainya aku memang menyukai mu. boleh kan?'' tanya Erik menatap Airin dan melanjutkan ucapannya
dalam hatinya Airin semakin berdebar. saat Erik kembali melanjutkan ucapannya itu, dan kenapa sekarang bilang kalau Erik menyukainya. duh Airin semakin deg-degan..!
''Rin.. kamu kenapa malah bengong. apa kamu tidak mendengar perkataan ku?'' Tanya Erik kembali
__ADS_1
''Aku tidak mengerti haarus berbicara apa? ini terlalu mendadak dan aku takut kalau bapak sebenarnya sedang bercanda iya kan?'' Ucap Airin tidak mau kalau-kalau Erik justru sedang mengerjai nya. dan pikir Airin. Erik ini sedang bercanda
''Astaga.. jadi saat aku bicara tadi . justru kau menganggap ku sedang bercanda. aduhh Airin apa kamu tidak bisa membedakan mana yang sedang bercanda dengan yang serius?'' Tanya Erik sedikit kesal
''Ya bukan begitu. aku kan cuma bilang saja kenapa harus marah juga. lagian aku kan cuma tidak mau nanti dianggap aku yang suka duluan. atau yang ke-Pedean..'' jawab Airin membela diri
Dan jadi benarkah bapak menyukai saya?'' Ucap Airin lagi dengan bertanya lagi
''Em itu... Ya seandainya aku memang menyukai mu. bagaimana?'' kata Erik berbelit
''Kok seandainya sih.. Kenapa tidak bicara dengan jelas saja.'' tanya Airin sedikit kesal dengan jawaban Erik tadi
''Tapi gimana juga dengan kamu. apa kamu ada rasa suka dengan saya tidak?'' tanya Erik gantian
Airin terdiam karena bingung harus menjawab apa? dan juga masih shock sebenarnya. kok tiba-tiba saja. anak dari majikannya ini membahas soal suka dan menyukai . apa mungkin Airin sedang bermimpi pikirnya
''Kalau kamu belum bisa menjawabnya sekarang tidak apa-apa. tapi berikan kesempatan untuk ku. juga untuk kita lebih dekat ya. Airin aku saat ini sedang bersungguh-sungguh tidak sedang bercanda..'' Ucap Erik
''Tapi aku rasa ini terlalu cepat. maksudku adalah kita selama ini kan selalu bertengkar. dan tiba-tiba bapak bilang kita harus dekat, dan...''
__ADS_1
''iya aku tahu Mungkin menurut mu ini terlalu cepat. tapi kumohon kita bisa mencobanya bukan. jadi kumohon juga mulai dari sekarang. terbiasa lah untuk dekat denganku...'' Ujarnya Erik lagi
''A-apa. harus mulai dari sekarang. untuk terbiasa dekat?'' gumam Airin
''Kenapa. apa kau keberatan?'' Tanya Erik
Airin hanya menggeleng..!
Apa katanya? aku harus terbiasa dekat dengannya? ini pasti mimpi.. lagipula aku ini tidak sepadan dengan nya. juga aku tidak pantas untuknya.. dan dan pasti ibu Laras tidak akan setuju.. Begitu pikir Airin dalam benaknya
Erik menggoyangkan tangannya tepat didepan wajah Airin.. untuk menyadarkan Airin yang terbengong ''Eh...'' Airin tersadar
''Maaf pak tapi aku butuh waktu. untuk mencerna semua ini. juga aku merasa kalau bapak sedang terburu-buru karena sebenarnya pak kita ini tidak cocok untuk dekat pun sepertinya kita tidak pantas.'' ujar Airin yang ingin mengungkapkan keraguannya
''Apa maksudmu? kenapa kau bilang aku terlalu cepat. dan kita ini cocok atau pantas untuk dekat..? Ohh apa maksudmu itu aku yang tidak pantas untukmu Begitu? jadi apa itu yang kau maksud?'' Erik pun sedikit tersinggung dan salah mengartikan
''Bukan. pak Bukan itu maksudku begini, bapak kan tahu aku ini bukan dari orang berada. juga aku ini hanya seorang pengasuh pak. aku yang tidak pantas untukmu..'' jawab Airin mengatakan semuanya dengan jelas
Erik menatap Airin dan memegang kedua tangannya Airin.. ''Dengarkan aku . kau jangan terlalu banyak berpikir yang tidak-tidak.. dan dengarkan aku juga. disini akulah yang pertama meminta mu untuk dekat denganku.. itu artinya, aku tidak memikirkan setatus kita, atau keadaan mu. itu tidak penting untukku. karena aku menerima mu apa adanya.. kau ingat ini baik-baik aku tulus padamu Airin...'' Ucap Erik panjang lebar menjelaskan bahwa dia serius mengatakan perasaannya dan juga tidak mempermasalahkan keadaan Airin.
__ADS_1