
''Jadi kapan kalian akan melangsungkan pernikahan nya?'' tanya Mama Rini
''Kakau soal itu kita belum tahu ma. hanya ya tidak lama lagi, mungkin beberapa bulan lagi'' jawab Ferro mantap
''oh gitu. ya Mama hanya bisa mendukung keputusan kalian, dan apa Pricilla masih mempunyai orang tua?'' tanya Mama kembali
Pricilla mengangguk kan kepalanya. ''iya masih Tante, Mama dan papaku masih ada''
''iya syukurlah . kalau Fero ini sudah tidak mempunyai Papa.. papanya sudah meninggal apa kamu tahu itu?''
''Iya saya tahu. Ferro sudah cerita'' jawab Pricilla
''Oh iya lalu kapan Mama dikenalkan sama keluarga kamu?'' menatap keduanya
''Tidak lama lagi kok ma, tunggu sampai pekerjaan Ferro agak lenggang ya ma!''
''Baik. Mama mengerti''
Mama Rini pergi dulu ke dapur untuk melihat kesiapan buat makan malam bersama, dan ia juga sedang menunjukkan seseorang yang katanya akan datang kesini malam ini.
karena Mama Rini ini statusnya sebagai janda ditinggalkan pergi karena meninggal dunia. dan baru beberapa tahun ini. Mama Rini mempunyai seorang pria kenalannya,
pria ini sering juga bertemu dengan Ferro. mereka sudah saling tahu.. Ferro tahu Mama nya sedang dekat dengan satu pria..
Tak lama..
Ting Tong.. bel berbunyi
''Bi tolong di buka kan ya pintunya'' Ucap Mama Rini menyuruh bibi
''baik Bu'' balas bibi
bibi tergopoh-gopoh membuka kan pintu..
ceklek pintu terbuka, dan rupanya itu adalah pria yang sedang Mama Rini tunggu.
''Selamat malam Bi.. Rini ada?'' ucap pria itu menyapa bibi sekaligus menanya Rini
''Eh Tuan.. nyonya ada Silahkan masuk'' Ucap bibi. Yang sudah tahu pada Tuan Panji namanya
''Baik terima kasih'' kata Panji
lalu Pak Panji duduk di kursi tamu menunggu Mama Rini, Pak Panji datang dengan paper bag ditangannya. memang seperti itu kebiasaan nya kalau datang kesini..
''Bu. itu Tuan Panji yang datang'' ucap bibi memberitahu.
''oh iya Bu makasih ya, tolong kamu kasih dulu dia kopi. saya mau kembali ke anak-anak dulu.''
''baik bu''
__ADS_1
Mama Rini pun kembali ke tempat Pricilla dan Ferro, dan menyuruh mereka untuk segera ke ruang makan. kini saatnya makan malam.
''Fer, Pricilla. ayo kita makan malam dulu'' ajak Mama
''Oh iya ma, ayo sayang'' pada Pricilla
Pricilla berdiri mengikuti Ferro yang lebih dulu bangun. lalu keduanya berjalan menuju ruangan makan.
''kalian duluan saja ya. Fer ajak Pricilla . Mama mau memanggil dulu Om Panji'' Ucap Mama
sontak saat mendengar nama itu mata Pricilla tampak melebar, ''Panji?'' ulang Pricilla taoi dengan suara pelan. Ah mungkin nama Panji itu kan banyak.. Menepiskan yang ada dipikirannya.
''Ayo Cill..'' ajak Ferro lagi
''Ah iya '' Pricilla mengikuti langkah Fero me meja makan dengan perasaan yang entahlah..
tiba-tiba Pricilla jadi banyak terdiam gara-gara mendengar satu nama orang tadi..
Lalu ada suara langkah seseorang. dan rupanya itu adalah Mama Rini dan Pak Panji,
Pak Panji sedikit mengernyit sesaat melihat ada seorang perempuan muda juga sedang bersama Ferro. mungkin itu pacarnya pikir Pak Panji. dan Pak Panji tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, karena mereka sedang duduk membelakangi nya..
''itu pacarnya Ferro,'' Ucap Mama Rini memberi tahu
''oh iya. '' balas pak Panji
Mama Rini dan pak Panji kini duduk dihadapan Pricilla juga Ferro,
Pricilla lantas berdiri sambil masih menatap pak Panji.. Begitu juga pak Panji wajahnya langsung memucat. .
''Pricilla'' Pak Panji berucap pelan tapi masih shock
''Papa....'' Pricilla justru memanggil dengan keras
''Papa?'' ucap Ferro dan Mama Rini berbarengan
''Pa, ngapain papa disini?'' Tanya Pricilla
Pak Panji hanya diam, dia Bingung harus menjawab apa?
Pricilla lalu memutari meja makan. dan sekarang dia berada di hadapan papa nya yaitu pak Panji
''Pa, Cicill tanya sama Papa.. lagi apa Papa disini? di rumahnya Ferro?'' Pricilla berbicara dengan suara bergetar
''Pricilla papa.. papa'' Pak Panji sampai terbata
''Pa. jawab, aku'' pekik Pricilla
Ferro mendekati Pricilla dan papanya.. lalu memegang pundak Pricilla, untuk menenangkan walaupun sebenarnya dia juga penasaran. karena dia tak tahu apa-apa?
__ADS_1
''Cill apa maksudmu . bilang Pak Panji Papa?'' Tanya Ferro
''Ya karena dia papa aku Fer''
Pricilla menatap Ferro, matanya sudah memerah.. ''Fer, kenapa Papa aku bisa ada disini?'' dengan nafas memburu
Ferro juga Mama Rini sangat terkejut, benarkah Pak Panji adalah Papa dari Pricilla.. berarti selama ini pria itu sudah membohongi semua orang?
Ferro menatap pak Panji dengan tajam, lalu berkata ''Dia, dia adalah orang yang suka datang kesini. dia itu mendekati Mama aku. dan rupanya Anda seorang penipu'' teriak Ferro marah sambil menunjuk tepat di wajah Pak Panji
''Apa maksudmu? apa kau mengatakan papa ku ini menjalin hubungan dengan ibu kamu? itu tidak mungkin terjadi Ferro? papa aku itu masih beristri.. tidak mungkin..'' Pricilla berteriak-teriak seperti tidak waras
sekarang Ferro tidak tahu harus berbuat apa, dia juga sangat terkejut dan dia tak pernah menyangka sebelumnya akan terjadi hal seperti ini.. Ferro tak kuat sebenarnya melihat kekasihnya menangis seperti itu
''Mas, katakan apa semua ini.. apa benar yang dikatakan Pricilla. dia ini anak kamu? dan benarkah kamu itu masih beristri mas, jelaskan padaku. kamu jangan diam saja'' Pekik Mama Rini ikut terpukul ia ikut menangis . Mama Rini menggoyangkan badan pak Panji agar bicara
Pricilla menepis tangan Mama Rini dan menatapnya tajam, ''Hei lepaskan tangan mu dari papaku! apa kau tidak tahu malu. kau dekati Seorang pria yang masih beristri?'' Teriak Pricilla memarahi Mama Rini. kini Pricilla tampak membencinya
sontak itu membuat Ferro ikut murka, dia membalikkan tubuh Pricilla lalu berkata ''Jaga bicaramu Pricilla.. dia itu ibuku, dan disini ibuku juga adalah korban.. ibuku tidak tahu kalau pria itu masih memiliki Istri'' Fero membela ibunya dan mengatakan yang sebenarnya Kenapa Pricilla
''Halahh kalian semua pembohong.. kalian penipu, kalian sudah tega padaku dan Mama.. kau ,'' menunjuk Pak Panji ''Kau sialan, kau penipu pembohong kau sudah memulai ku dan Mama..kau bukan lagi ayahku'' Pricilla marah pada mereka
''Dan untuk mu.. beri tahu ibumu itu'' menunjuk pada Mama Rini '' beritahu dia untuk tidak merusak dan merebut suami orang.'' ucap Pricilla
lalu setelah mengatakan itu semua, dia berlari keluar dengan air mata bercucuran.. hatinya hancur, Pricilla sangat marah dengan yang baru saja dia lihat..
''Pricilla tunggu Nak.. Tante bisa jelaskan semuanya kepada mu Pricilla, Tante juga tidak tahu apa-apa Nak'' ucap Mama Rini memanggil Pricilla yang berlari pergi ia ingin menjelaskan semuanya....bahwa dia juga tidak tahu soal Panji yang ternyata masih beristri. Karena ternyata selama ini Panji mengatakan kepada Mama Rini. Kalau dia adalah duda, istrinya sudah meninggal..
Ferro tak mengejar Pricilla, tapi dia mendekati pria pembohong itu.. dan Fero langsung memukul tepat wajah Panji
Bugh.... bugh .. bugh
Ferro memukulnya dengan membabi buta. tanpa ampun Fero memukul wajah perut pipi Panji...
Pak Panji pun meringis kesakitan
''Aaaaa Ferro hentikan..Mama gak mau kamu membunuh orang Nak'' ucap Mama mencoba menghentikan perbuatan Fero
bugh ''ini hukuman karena kau sudah membohongi kami''
Bugh pukulan kedua ''Ini hukuman karena kau melukai ibuku''
Bugh pukulan ketiga ''Ini untukmu sialan karena kau menyakiti kekasihku dan istrimu..''
Bugh pukulan ke empat ''Ini untuk mu pengecut karena sudah membuat kami terluka''
''Uhuk uhukk'' Pak Panji sudah tak berdaya dia sampai terbatuk dan kesakitan. pak Panji memegang perutnya yang di tendang Ferro.
''Kenapa kau masih disini bodoh.. pergi kau, dan jangan pernah kembali kesini lagi ataupun menemui Mama ku lagi
__ADS_1
dengan tergopoh-gopoh pak Panji pun terbangun dan ingin menghampiri Mama Rini. Tapi Ferro segera mencegah, dan langsung menyeret tubuh Pak Panji keluar rumahnya.