
''Tante, tadi itu Tante sedang dimana?'' Tanya Steffy pada ibu Yuni
''Oh itu tadi Tante gak sengaja bertemu dengan Erik, menantu Tante'' Jawab ibu Yuni menjelaskan
''Bertemu Erik, dimana Tan? kok Stef gak lihat juga ya?'' katanya ingin tahu
''Ya Tante juga gak sengaja bertemu dia. di dekat toko pakaian sih Stef'' Ucap ibu Yuni menjawab pertanyaan ponakan nya itu
Andai gue yang bertemu dengan nya.. HM Erik gue jadi tambah penasaran dengan Lo.. Kata batinnya Steffy sambil tersenyum smrik membayangkan sosok Erik
''Hei Stef kok melamun kenapa?'' Tanya ibu Yuni
Steffy tersadar ''Eh tidak apa-apa kok Tan,'' jawabnya dan kembali fokus mengemudi
Beberapa saat..
Mobil yang Steffy kemudikan sudah sampai di kediaman ibu Yuni..
''Tan, makasih ya udah mau Stef ajak belanja'' Kata Steffy sebelum ibu Yuni turun
sambil menoleh ibu Yuni berkata ''Iya sayang sama-sama.. kamu gak mau mampir dulu Stef?'' ibu Yuni menawarkan ponakan nya itu mampir ke rumahnya
Steffy menggeleng ''Tidak Tan. aku masih ada yang harus di kerjakan lagi.. lain kali saja ya Tan, salam buat Paman'' Ucap Steffy tersenyum
''Oh yaudah. kamu hati-hati dijalan-nya ya jangan mengebut dan kabarin Tante, kalau sudah sampai'' pesan ibu Yuni
''Baik Tan.. siap'' sahut Steffy
''Yasudah, Tante masuk kedalam Dulu ya'' ujar ibu Yuni
''Iya iya Tante, Stef juga Pamit'' kata Steffy
''Iya Dah..''
__ADS_1
''By''
🥀
Airin memasukkan satu persatu belanjaan nya kedalam lemari yang disediakan untuk nya
Hingga saat Airin menemukan sesuatu yang membuatnya tercengang ''Astaga apa ini..'' Airin shock baru pertama melihat pakaian yang terbuka Begini
''punya siapa ni ya?'' tanya Airin panik
'Aduh, ini punya siapa. kenapa bisa kebawa ya dengan belanjaan ku?'' Tanya Airin bingung bertanya tanya
Airin terus memperhatikan pakaian yang menurutnya cocok dengan saringan nasi tersebut.. Airin masih memegang nya tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka.. keluarlah Erik
''Sudah selesai?'' Tanya Erik menghampiri Airin
Airin buru-buru menyembunyikan pakaian transparan itu ''Apa itu?'' tanya Erik melihat Airin menyembunyikan sesuatu
''Eh bukan apa-apa'' jawab Airin gugup
Tapi Airin mencegah ''Jangan, ini bukan apa-apa kok, beneran '' Airin sebisa mungkin mencegah Erik melihat nya
''Ayo tunjukkan padaku. apa itu'' Erik juga berusaha merebut nya hingga Erik berhasil mengambil nya dari tangan Airin
''Astaga, kamu beli ini?'' tanya Erik pura-pura shock tak menyangka
Airin buru-buru menggeleng ''Ih bukan kok itu bukan punya aku'' protes Airin yang memang tak merasa membeli pakaian seperti itu
''Terus kenapa bisa ada di sini juga bisa ada dengan pakaian yang kau beli kan?'' Kata Erik lagi yang sebenarnya merasa tak tega melihat wajah Airin juga ada rasa lucu Menurut Erik
''Ya aku juga gak tahu. tiba-tiba aja sudah ada disini'' sahut Airin yang sedang bingung
''Oh atau mungkin kamu gak sengaja ini tadi kamu beli ini ya.. Em apa kamu sudah siap memangnya?'' Goda Erik
__ADS_1
''Si-Siap A-apa?'' Tanya Airin tergagap
Erik semakin tak kuat untuk tidak tersenyum dan semakin ingin menggoda istri barunya ini
''Dengan kau membeli pakaian seperti ini, itu mungkin kau sudah siap untuk melakukan nya'' Ujar Erik
Apa.. melakukan nya,, aku dengan nya? Airin jadi memikirkan ucapan Erik tadi melakukan yang iya-iya Pipinya jadi terasa panas
Erik terus memperhatikan wajah Airin.. sungguh Erik ingin tertawa rasanya..
''Daripada hanya membayangkan mending kita melakukan nya yuk'' Ajak Erik yang kembali menggosok Airin
''Eh apa, tidak-tidak aku.. aku gak memikirkan itu kok aku hanya..'' Airin tak sanggup meneruskan ucapannya
''Hanya apa?'' goda Erik mendekatkan wajahnya ke wajah Airin
Airin mundur ''Ih mau apa sih. kenapa dekat dekat'' Ujar Airin waspada ''Sudah ah aku mau mandi'' Katanya lalu pergi berjalan menuju kamar mandi
''Hei tunggu'' cegah Erik
Airin berbalik ''Apa?'' ucapnya cetus
''ini dibawa juga dong'' Kata Erik dengan menunjuk pada saringan nasi itu
''Untuk apa?'' Tanya Airin enggan
''Ya untuk kau pakai. agar kau terlihat sangat sexy. malam ini, Lalu kita akan....'' Erik sengaja menggantungkan Ucapannya dan menaik turun kan kedua alisnya
''ihh aku gak mau'' Airin langsung berlari masuk kedalam dan mengunci pintu ''Aku aku belum siap'' lanjutnya lagi dengan suara pelan dan melihat dirinya di cermin Airin memegang kedua pipinya yang memerah itu
''Ada apa dengan ku.. aku aku jadi panas dingin begini. Astaga'' keluh Airin
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Airin sudah selesai dengan aktivitas mandinya.. Airin sedikit ragu untuk keluar
__ADS_1
''Aku jadi malu begini kan untuk bertemu dengannya lagi.. ah siapa sih sebenarnya yang masukin baju itu kedalam paper bag ku..'' Gerutu Airin
'' iseng banget gak sih tuh orang.. dan pasti sekarang dia yang menganggap ku yang sengaja membelinya dan atau dia menganggap ku ingin menggoda nya.. Oh tidak ini tidak benar'' Airin menggerutu sendiri kesal dengan orang yang telah iseng itu, yang Airin tak tahu siapa orangnya....!