
Airin menoleh pada orang yang menepuk pundak nya dari belakang itu.. saat melihat orang tersebut mata Airin pun membulat "Kak Rafael?"Tebaknya dengan tersenyum dan menunjuk pada lelaki itu
"Airin. ya ini aku, kamu apa kabarnya Rin?" Tanya si lelaki ini yang Airin sebut Rafael
"Aku baik sih kak.. kakak sendiri bagaimana? kapan pulang dari Australia?" Airin berasa ini seperti mimpi
"ya kakak juga baik-baik saja.. baru hari ini kakak sampai. dan kok kebetulan sekali ya, kita bertemu disini. ah lebih tepatnya kamu yang kakak temui duluan. setelah kakak pulang loh" Ucap Rafael
"Ah. yang benar kak?" masih tidak percaya
"Yaelah iya. ni kakak baru aja sampai di bandara, belum ke rumah juga. tapi kakak sedang membeli dulu minum disini Rin " jelasnya lagi
"Duh.. beruntung sekali sih aku jadi yang pertama bertemu dengan kakak" Ucapnya antusias
"iya kamu beruntung Rin , oh ya kamu sendiri, sedang apa? .."tanya Rafael pada Airin
"Oh. em aku juga lagi ada keperluan, makanya kesini ya" ucapnya sedikit berbohong karena tidak ingin Rafael tahu dia sedang bersama Erik, maksudnya tidak ingin ribet saja dengan pertanyaan ini siapa dan ini itu lainnya..
__ADS_1
"Oh ok ok.. Tapi kakak gak bisa lama nih. kamu tahu sendiri kan, si bawel itu selalu cerewet. nanyain kakak masih dimana, dan banyak lagi pertanyaan dari dia.. jadi Kaka harus pulang sekarang ya.."
"Oh ok kak.. tidak apa, ya memang dia pasti sangat cerewet pada kakak.. ya sebaiknya kakak sekarang pulang saja, biar si cerewet tidak lagi berkicau. hehe." Ucapnya hingga keduanya tertawa bersama
Lalu Rafael pun berlalu dengan mobil sport nya.!
Hingga mereka tak sadar ada sepasang mata yang melihat keakraban mereka dari tadi, dan itu entah kenapa, membuat matanya tak nyaman melihat dua orang itu,,
"Siapa dia?" Tanya Erik tiba-tiba sudah berada di belakang Airin, dan mengagetkan Airin juga menatap Airin dengan wajah dinginnya
"Jawab pertanyaan ku siapa lelaki tadi" tanyanya lagi
"Bukan siapa-siapa" jawab Airin cuek
"Yang benar kalau menjawab itu" Bentak Erik merasa seperti di remehkan dengan pertanyaan yang dia tanyakan kepada Airin
Airin terkesiap "Ya. memang bukan siapa-siapa. hanya kenal saja, Kenapa harus membentak ku juga sih" balik teriak pada Erik
__ADS_1
"Kau bilang bukan siapa, tapi yang aku lihat kalian itu kenapa begitu sangat akrab?" tanya Erik lagi
"Ya pokoknya bukan siapa-siapa, dan ya lagian apa hubungannya dengan mu. kalau itu siap-siap ku, hah . emang ada hubungannya gitu" gantian Airin yang bertanya. dan merasa aneh Kenapa lelaki ini, bertanya sesuatu yang berlebihan dan pakai acara membentak nya segala,
"Itu itu.. karena kau sekarang pengasuh anakku." jawab Erik yang sebenarnya dirinya pun tak tahu kenapa ingin tahu, siapa orang yang berbicara dengan wanita ini. yang jelas jelas, itu tidak ada urusannya dengan nya..!
"Apa sih maksudnya.. ya memang aku bekerja padamu. jadi pengasuh, lalu apa hubungannya dengan tadi aku cuma mengobrol, dengan orang yang ku kenal. aneh" Kata Airin bingung
"Sudahlah kau ini kalau di kasih tahu. selalu menjawab, bisa kan kau diam saja dan menurut dan pasti ada hubungannya, kau itu jadi pengasuh anakku.. dan aku sebagai ayahnya, tidak ingin kau bertemu dengan orang asing atau siapakah itu. aku tidak mau terjadi sesuatu pada putriku," Kata Erik pada Airin
Airin menoleh.. "kau tenang saja, aku tidak akan membahayakan putrimu.." Airin menekankan kata bahayakan
"ok itu lebih bagus.." Jawab Erik
Hingga tak terasa mobil sudah sampai di halaman rumah Airin, Airin Keluar lebih dulu dan setelah mengucapkan terima kasih, dia langsung pergi masuk kerumahnya.. tanpa ada basa-basi menawarkan Erik untuk mampir ebih dulu..!
Dasar wanita itu.." gumam Erik menatap kepergian Airin
__ADS_1