
''Bagaimana sudah ditemukan siapa orang yang sedang bermain-main dengan ku heh?'' tanya Mami datang ke tempat anak buahnya yang sedang menyelidiki
''Maaf mi . tapi belum saya temukan siapa orangnya. dan kemungkinan dia bukan orang yang biasa. Mungkin dia punya akses lengkap yang bisa menghapus dan menyembunyikan identitas'' jelasnya memberi tahu pada Mami
''Arghh Sialan.... kurang ajar siapa sih dia. dan pokonya siapapun itu kalian harus cari sampai dapat..dan awas saja kalau aku kesini lagi. kalian belum menemukan nya.'' ancam Mami dan berlalu
''Baik Mami..'' dengan wajah menunduk takut
🌺
''Ma, kenapa?'' Tanya Salsa
''Tidak apa-apa kok Sa,'' jawabnya
Airin ayo fokus. kamu sekarang sedang ditempat majikan mu . jangan lagi memikirkan pria itu, ayo fokus Rin. Ucapnya dalam hati
''Sa. ayo kita nonton film kesukaan kamu kita lanjutin yang kemarin mau ya?'' ajak Airin mencoba bersikap seperti biasa dan memfokuskan pada Salsa agar tak memikirkan hal yang buat dia ketakutan
''iya ma mau.. ayo'' jawab Salsa
''Yasudah di sini kakak gendong.'' Airin pun membawa Salsa untuk menonton bersama lagi
Hingga ada seseorang yang melihat mereka. pin tersenyum lega karena Airin Sudah tidak bersedih lagi. dan sudah bisa seceria kemarin Syukurlah
Saat sedang duduk menonton bersama Salsa. Airin merasakan ponselnya bergetar.. ada pesan masuk. yang Airin kira mungkin dari ibunya tapi saat dilihat. rupanya dari nomor baru . dan dilihat yang mengirim pesan itu adalah Rafael. Rafael menanyakan pada Airin. soal kemarin dia yang mengajak Airin pergi ke suatu tempat.. mungkin untuk mengingatkan..
Tapi Airin belum membalas pesannya Rafael..
Ditempat lain pun Rafael justru sedang menunggu balasan dari Airin.. ''Dia kenapa tidak membalas pesanku ya. apa dia sedang sibuk?'' bertanya-tanya
__ADS_1
🌴
''Kenapa?'' tiba-tiba seseorang datang Bertanya dan duduk disampingnya
''Eh. tidak apa-apa.'' jawabnya Airin sedikit kaget dan ingin menggeser duduknya
Tapi orang tersebut lebih cepat menahan bahu Airin. agar tidak bergeser.. ''Biarkan disini. kamu mau kemana.?'' Ucapnya dan juga memaksa
''Tapi pak. saya tidak enak kalau dilihat ibu..'' jawab Airin dengan sesekali melirik sekitar takut-takut ada yang melihat mereka lagi
''Sudah. kamu tenang saja Mama sedang keluar. dan tidak akan ada yang melihat kita'' jawab Erik masih menahan bahunya Airin
''Tapi pak tolong dong. lepaskan tangan Anda.. ini berat tahu..'' omel Airin dengan menyingkirkan tangan Erik
''Oh sorry.. baru segini sudah berat ya.. Hem apalagi kalau....?'' Erik sengaja menggantungkan Ucapannya
''Ah tidak..'' jawab Erik datar
''ishh..'' Airin mendelik dan membuang muka
''Rin..'' panggil Erik setelah tadi mereka beberapa detik terdiam
''Hem.'' kata Airin
''Kok Hem sih?'' Ucap Erik
''iya Apa?-'' sekarang Airin sambil menatap pada Erik
''Rin. bagaimana perasaan mu padaku?'' celetuk Erik
__ADS_1
''Hah.. perasaan? maksudnya?'' Airin tak mengerti
''Rin. aku mau bicara serius denganmu,' Erik menatap mata Airin dalam dan melanjutkan lagi ucapannya ''Rin kalau saya meminta mu untuk menjadi ibu sambungnya Salsa bagaimana.. apa kamu akan menerima nya?'' tanya Erik tiba-tiba dan itu sontak membuat mata Airin membulat sempurna karena kaget dengan pertanyaan dari Erik yang tiba-tiba begini
''Pak. apa Anda sedang sakit ya?'' celetuk Airin dan meraba dahi Erik
dengan cepat Erik menyingkirkan tangan Airin. ''Kamu ini. saya sedang bicara serius. tapi kamu malah menganggap saya sedang sakit.'' ketus Erik berucap dan menyenderkan tubuhnya di sofa
Airin tersenyum melihat tingkah Erik.. dia kan hanya menebak saja. lagian ini tadi sepertinya pertanyaan Erik agak ngelantur. makanya dia kita Erik sedang demam tinggi
''Jadi gimana?'' tanya Erik lagi saat Airin masih terdiam
''Saya.. saya tidak tahu pak.'' jawab Airin pelan
''Kok tidak tahu. maksudmu kau menolaknya?'' Erik sedikit merasa tak terima
''ih kok ngegas sih.. ya ya saya tidak tahu harus menjawab apa..?'' Ucap Airin Bingung juga kan
''Ya tinggal dijawab saja mau. kok seperti susah saja tinggal bilang mau..'' Ucap Erik yang sedikit memaksa
''Hem pak..'' gantian Airin yang memanggil
''yya kenapa?'' ucap Erik menoleh
''Apa.... bapak menyukai saya ya?'' tebak Airin sambil tersenyum dan menatap Erik
Erik melengoskan kepalanya saat Airin menatapnya seperti itu. jantungnya berasa lebih cepat berdetak
''Pak. Kenapa diam ayo cepat jawab. bapak menyukai saya kan?'' gantian Airin sekarang memaksa Erik untuk menjawab
__ADS_1