Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda

Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda
13


__ADS_3

Ferro di tempatnya sekarang berada dia juga melihat di kejauhan semua yang terjadi di sana, dimana tadi saat ibunya menghampiri Pricilla.. dan disana Ferro lihat ibunya mencoba berbicara kepada Pricilla....


Tapi tiba-tiba Fero melihat lagi saat Pricilla pergi begitu saja dan sepertinya Pricilla mencoba menghindar ibunya Ferro..


lantas setelah kepergian Pricilla.. diam-diam Fero mengikuti kemana wanita itu pergi, dan rupanya Pricilla pergi ke toilet yang ada disana.


Ferro pun menunggu sampai Pricilla keluar!


Pricilla setengah berlari masuk kedalam toilet, lalu Pricilla tampak menatap dirinya sendiri di cermin.. mata Pricilla sudah memerah akan menangis!


Dan akhirnya pecah juga tangisan Pricilla,


'Aaaaa.... kenapa sih gue harus ketemu lagi sama orang-orang kaya mereka. gue gak suka seperti ini. gue benci gue benci...'' pekik Pricilla sambil menangis di dalam toilet


''Kenapa gue harus lihat wajah orang orang yang udah buat gue menderita.. kenapa?'' masih menangis


Pricilla menetralkan nafasnya. . setelah mengeluarkan unek-unek nya, dan setelah dirasa dia cukup tenang. Pricilla pun mencuci mukanya terlebih dahulu. supaya tidak ada bekas air matanya, dan setelah dirasa cukup Pricilia pun keluar.


begitu membuktikan pintu Pricilla dii kejutkan oleh seseorang yang mungkin sedang menunggunya..


lalu mata mereka saling menatap Beberapa detik, tapi Pricilla buru-buru membuang muka dan ia ingin melengos pergi tanpa mengucapkan apapun kepada Ferro..


sayangnya belum sempat Pricilla melangkah, Fero sudah lebih dulu menarik tangan Pricilla. dan menahannya untuk pergi


''Lepas'' cetus Pricilla


''Tidak, sebelum Lo minta maaf pada nyokap gue'' kata Fero


''Apa minta maaf? cuihh'' Pricilla berdecih merasa tidak percaya


''Ya karena Lo udah keterlaluan.. Lo seenaknya pergi saat nyokap masih bicara'' Ucap Ferro menatap tajam


''ngapain gue harus meminta maaf pada nya. pada orang yang sudah buat keluarga gue hancur'' pekik Pricilla marah


''Cilla...'' teriak Ferro lalu mengangkat tangannya ingin menampar pipi Pricilla


tapi sebelum tepat kena di pipi Pricilla, sudah ada yang lebih dulu menahan tangan Ferro


''Fero Jangan..'' cegah Mama Fero yang rupanya menyusul ke toilet


''Ma, jangan cegah aku.. biar aku beri dia pelajaran'' Ucap Ferro


''Tidak Fero tidak kamu tidak boleh berbuat kasar terhadap perempuan Nak.. apalagi sama Pricilla'' Ucap Mama Ferro

__ADS_1


''Lalu apa yang sudah dilakukan ayahnya ma! bahkan dia juga menyakiti Mama'' teriak Ferro tak terima


''Tapi bukan berarti sekarang kamu juga mau melakukan hal sepertinya Fero, Mama tidak mau kamu seperti itu''


Ferro yang kesal karena tidak bisa menampar wajah Pricilla pun akhirnya melampiaskan amarahnya dengan menonjok dinding tepat disisi wajah Pricilla


''Aaaa..!''


Pricilla tentu kaget dia pun menjerit dan menutup matanya, dia terkejut dengan yang dilakukan Ferro..


''Sialan...'' umpat Ferro


tangan nya pun sekarang berdarah akibat ulahnya tadi!


''Ferro apa yang kamu lakukan Nak.. kenapa kamu harus melukai tangan mu sendiri Nak'' ujar Mama khawatir dan tadi ikut terkejut


Pricilla menangis . .


Fero mendekatkan wajahnya pada telinga Pricilla lalu berkata ''Sudah puas kau sekarang hah.. puas kau inikan yang kau inginkan seperti inikan melihat ku dan ibuku menderita, dan kau yang selalu menyalahkan ibuku.. harusnya kau sadari Pricilla, ibuku juga adalah korban.. korban ulah dari keserakahan ayah mu'' Ucap Ferro begitu menusuk di telinga dan hati Pricilla


Pricilla semakin terisak... lalu dia mencoba berani menatap balik pada Ferro lalu berkata ''Tapi ini semua terjadi setelah ayahku mengenal ibu mu.. andai saja andaikan saja kalian tidak bertemu mungkin aku dan Mama....'' Pricilla tak dapat meneruskan ucapannya dia kembali terisak


''Dengar ini baik-baik. . bukan hanya kau dan ibumu itu yang menderita tapi disini aku juga ibuku ikut tersiksa Pricill.. Lo harus tahu itu''


Lima Tahun Yang lalu..


Pricilla mengenal Ferro saat kuliah dulu.. lalu setelah lulus kuliah dia tidak pernah bertemu lagi dengan Ferro karena kesibukan Ferro yang akan menjadi seorang pengacara..


dan saat itu Ferro selalu disibukkan dengan waktu nya di kantor hukum..


begitu juga Pricilla sedang sibuk di kantor milik ayahnya... lalu saat itu. Pricilla tak sengaja bertemu Ferro di bandara.. mereka pun mengobrol sebentar dulu sambil minum di bandara tersebut..


dan setelah pertemuan itu.. rupanya mereka jadi sering bertemu lagi. dan di sanalah Tumbuh rasa cinta di hati keduanya,,


Mereka sekarang sedang berada di kafe.


''Cill.. gue mau ngomong sesuatu'' ucap Ferro waktu itu


''Ya tinggal ngomong aja Fer'' kata Pricilla


tapi tiba-tiba Ferro menggenggam tangan Pricilla.. lalu mata mereka saling menatap dalam!


''Cill.. sepertinya gue suka sama Lo gue jatuh cinta pada Lo'' kata Ferro

__ADS_1


Pricilla terkejut benarkah Ferro menyukainya?


''Fer bercanda Lo gak lucu ah!'' kata Pricilla yang takutnya Fero mungkin hanya bercanda


Ferro semakin menggenggam tangan Pricilla ''Cill dengar gue lagi serius. gue gak bercanda, emang beneran gue jatuh cinta sama Lo'' kata Ferro dengan nada serius


Pricilla entah harus bersikap seperti apa? Tapi dia juga sangat senang!


''Lo mau ya terima cinta gue'' ucap Ferro lagi


ahh hati Pricilla saat itu semakin berbunga!


''Fer.. Lo gak mau tanya dulu gitu gimana dengan perasaan gue juga?!'' Ucap Pricilla


Ferro tersenyum kaku ah iya dia sampai lupa!


''Sorry Cill.. yaudah jadi Lo suka juga kan ke gue?''


''Gak tuh!'' sambil tersenyum


''Cill serius dong!''


Pricilla lalu mengangguk ''iya Fer, sebenarnya gue juga suka sama Lo.. dan gue lagi nunggu momen ini'' jawab Pricilla dan memelankan ucapannya yang terakhir. dia merasa malu juga


''Apa jadi kamu lagi nunggu aku nembak kamu ya Cill?'' sambil terkekeh


''Ya iya dong.. masa cewek duluan yang nembak cowok ya gak bisa lah!'' cetus Pricilla


''iya iya.. Jadi mulai detik ini kita pacaran ya!''


''Huu.um'' Pricilla mengangguk malu


saat itu Pricilla menjalin hubungan diam-diam, dan tanpa sepengetahuan Maura maupun Salsa


karena saat itu ada satu perjanjian di antara tiga sahabat itu.. bahwa diantara mereka semua tidak ada yang boleh dulu pacaran. sebelum mereka benar-benar sukses.. entahlah perjanjian macam apa itu? Tapi


tapi ya memang itu kenyataannya dulu...


Jadi Pricilla tidak pernah menceritakan soal Ferro Kepada Dua sahabatnya! begitu juga Pricilla tidak pernah membahas soal Maura dan Salsa Kepada Ferro!


semakin hari semakin tumbuh cinta dan sayang antara mereka, hanya keduanya juga tidak pernah ada yang membawa pasangan masing-masing ke rumah mereka, atau mengenalkan pada orang tua mereka..itu semua usul Ferro.


biarlah saat ini cukup Mereka yang jalani dan saling mencintai, baru setelah mereka akan ke jenjang yang lebih serius nanti. baru Ferro berjanji akan langsung membawa Pricilla ke rumahnya sebagai istrinya nanti....!!

__ADS_1


__ADS_2