Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda

Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda
27


__ADS_3

perhatian Pricilla dan Maura yang sedang menatap Ferro pun terputus. begitu pesanan makanan mereka telah datang . .


karena sangat lapar Pricilla tidak lagi memperhatikan Ferro yang sedang bersama perempuan disana itu..


''Ah enak banget makanan ini'' puji Maura


''Mungkin karena Lo nya lagi kelaparan kali'' Ucap Pricilla


''Emang punya Lo gak enak?'' tanya Maura


''Enak juga sih. Hanya gue sedikit gak suka sama rasanya'' Kata Pricilla


''Emang kaya gimana rasanya?'' penasaran


''Nih Lo coba sendiri'' kata Pricilla lagi


sambil menyodorkan sisa makanan nya


Maura yang penasaran segera mengetes makanan milik Pricilla.. ''ah enak kok. cuma ini terlalu pedas pasti buat Lo Jadi nya rasa aneh kan?'' sudah bisa menebak


''iya mungkin karena terlalu pedas'' kata Pricilla


''Kenapa tadi Lo gak kasih tahu waiters nya ?''


''Ya mana gue tahu kalau menu nya bakal sepedas ini''


''iya juga''


tiba-tiba Maura melihat pria tadi


Yang akan melewati meja makan mereka..


''Hei Fer? Fero?'' Maura memanggil Ferro yang kebetulan sedang berjalan melewati mejanya


Ferro menghentikan langkahnya. begitu ia mendengar suara orang yang memanggilnya.


Ferro menoleh kepada dua wanita yang sedang duduk di meja restoran yang sama..


''Eh Lo Ra?'' hanya Maura yang disapa


''Lo disini juga?'' tanya Maura


''Ya..'' jawabnya


''Ngapain?'' sungguh ingin tahu


''Gue lagi ada pekerjaan disini'' jawab Ferro lagi


''Pekerjaan apa di Bali?'' tanya Maura lagi


''Gue lagi ada clien orang sini. jadi gue kesini karena dia juga ada kasusnya disini,'' jelas Ferro


''Oh lagi urus kasus orang.. HM apa itu clean Lo nya?'' tanya Maura sambil menunjuk satu wanita yang tadi duduk bersama Ferro


''Ya Benar itu orangnya'' sahut Ferro


''Hm cantik juga itu cewek. Kalau boleh tahu. ada kasus apa perempuan itu?'' jiwa keponya sungguh meronta

__ADS_1


''Dia mengalami kdrt oleh suaminya'' jelas Ferro


''Apa kdrt? oh tuhan tega sekali ya lakinya'' tak menyangka Maura begitu terkejut


''iya begitulah pria nya yang berulah tapi dia juga yang kena pukul'' kata Ferro


''memang berulah gimana?'' tak mengerti


''suaminya itu selingkuh. dan dia tak terima, tapi dia yang kena pukul dan mengalir kdrt'' jelas Ferro lagi


''Uhukkk uhuk'' Pricilla sedari tadi diam kini justru ia tersedak minuman.. uhuk uhukk''


''Kenapa. minum tuh pelan-pelan Pricilla'' tegur Maura memperingati


kini mata Pricilla dan Ferro saling tatap...


''Apa?'' kata Pricilla jadi ngegas


''Tidak ada?''


''Lo percaya yang di bilang dia?'' tanya Pricilla pada Maura


Maura tidak mengerti tapi dia menjawab ''Percaya lah Kenapa enggak?'' sahutnya


''Kali saja dia bohong'' kata Pricilla lagi


''Ya terserah kamu mau percaya atau tidak.. Tapi sih orang yang keras hati itu memang sangat tidak mudah untuk percaya pada kebenaran'' ucap Ferro


''Apa maksud mu. kau mengatai ku keras hati hah?'' Pricilla marah


Ferro tak menanggapinya lagi, ia segera pergi ke tempat tujuannya tadi. yaitu ke toilet..


''Cill Lo kenapa sih?'' tanya Maura kebingungan dengan reaksi temannya ini


Pricilla tidak menjawab hanya menggeleng saja.. ia pun mengatur nafasnya yang tadi tiba-tiba saja terasa memburu dan sesak . .


''Sebenarnya Lo berdua ada masalah apa sih? kayaknya ini masalah serius?'' tanya Maura lagi kini ia menatap dalam mata sahabatnya ini


''sudah lupakan saja. gak ada apa-apa kok'' sambil membuang muka.


''Cill gue serius'' pekik Maura


''Sudah gue bilang gak ada apa-apa'' bentak balik Pricilla


''Lo biasa aja dong''


''Gue juga udah biasa kok. Lo nya aja yang terlalu kepo'' balas Pricilla


''Lo ngatain gue ya. wajar lah gue ingin tahu gue ini teman Lo'' kata Maura


''Ya benar Lo emang teman gue. Tapi tidak semua harus Lo ketahui''


''Oh jadi gue gak boleh tahu. ok Cill Mulai sekarang di antara kita sudah mulai ada rahasia.. dan sorry kalau gue ikut campur sampai mau tahu masalah Lo.. dan kalau perlu sahabatan kita bubar'' ucap Maura lalu pergi dari restoran itu


kini Pricilla seorang diri.. ia menatap kepergian Maura sahabatnya..


''Sorry Ra.. gue belum siap cerita'' Ucap Pricilla pelan

__ADS_1


Pricilla pergi ke toilet.. disana ia ingin menangis..


Tapi rupanya sebelum masuk Toilet dia kembali berpapasan lagi dengan pria yang tidak ingin dilihatnya..


mata Pricilla sudah tampak berkaca-kaca


''Ini semua gara-gara Lo. kenapa sih Lo harus datang kesini juga kenapa gue harus lihat Lo lagi'' teriaknya menyalahkan Ferro si mantan


Ferro membuang nafas kasar . .


''Cill, sampai kapan sih Lo Seperti ini? Lo itu naif . Lo mau hidup dalam hati yang tersiksa? Lo mau hidup dalam bayang-bayang semu? Cill Lo udah dewasa.. Lo harus bisa menerima takdir dan kenyataan Lo juga harus bisa membedakan mana yang benar dan salah'' Ucap Ferro menyadarkan Pricilla


''Apa maksudmu?'' sambil menangis


''Gue mau Lo stop salahkan gue atau nyokap lagi'' ucap Ferro


''Kenapa jangan? lalu siapa yang harus gue salahkan Mama gue gitu?''


''tidak ada yang bilang seperti itu Pricilla. Hanya please Lo buka hati dan mata lo. nyokap gue gak salah.. Tapi bokap Lo yang salah. dia sudah bohongi kita. Lo ibu Lo . gue. nyokap gue dia sudah berbohong kepada kita semua.. bahkan gara-gara kekakuan bokap Lo.. hubungan kita sampai hancur''


setelah mendengar itu Pricilla menangis nya tambah keras . .


''Tapi Ferro . gue masih belum terima kalau papa bisa berbuat seperti itu. ditambah perempuan itu adalah ibu kamu. Fer coba kamu bayangkan jadi aku'' pekik Pricilla


''iya Cill.. gue tahu gue bisa ngerti sangat mengerti perasaan Lo bagaimana. Lo pasti sangat terpukul dan sakit hati.. tapi Cill itu semua telah terjadi sangat lama tidak bisakah Lo halus Semua rasa benci Lo pada ibu gue?''


Pricilla hanya diam . .


Lalu dia berbalik dan pergi meninggalkan Ferro . Pricilla berlari sambil menangis...


Pricilla keluar dari restoran dia menangis sambil terus berjalan tak tentu arah..


kini hari sudah malam.. ditambah cuaca juga sekarang turun hujan.. Pricilla semakin terisak sambil terus berjalan di jalanan..


''Fer maafkan aku.. karena terlalu egois Fer aku menyesal. Aku minta maaf Ferro.. aku menyesal baru memahami sekarang hikss'' sambil menangis


Pricilla tak sadar kalau dia telah berjalan begitu jauh.. bahkan dia tidak menyadari kalau sepertinya ini bukanlah jalan pulang ke hotel nya tadi


''Oh tidak dimana gue? kenapa disini sepi?'' sambil melihat sekeliling


''Dimana ini?'' katanya lagi celingukan Pricilla mendadak merinding dia seperti ketakutan. Pricilla menekuk tubuhnya sendiri


tiba-tiba ada datang dua orang pria


''Hai manis Kenapa disana sendirian.. sini ikut bareng Abang kita senang-senang ha-ha-ha'' Ucap pria itu mengagetkan Pricilla


''Si-siapa kalian?'' teriak Pricilla ketakutan


''Sudah jangan banyak tanya ayo sini temani Abang'' ucap pria satu lagi Mulai mendekati Pricilla


''Peergi.... Jangan beraninya mendekat ya!'' pekik Pricilla sangat ketakutan


''Hahaha.. sudah jangan so tidak mau. kami tahu sekali dengan wanita seperti mu.. lihat dari pakaian saja pasti Lo itu wanita liar'' ucap si pria berkumis menyakiti hati Pricilla


Sialnya saat ini Pricilla salah memakai pakaian.. hari ini dia berpakaian cukup terbuka..


si pria itu segera mencekal lengan Pricilla dan memaksanya untuk pergi dengan nya..

__ADS_1


''lepass sialan brengsek kau'' sekuat tenaga Pricilla berontak


...----------------...


__ADS_2