
Pada akhirnya Airin mau tak mau mengalah dan tidur di kamar Erik juga.. bisa saja Airin pergi keluar. tapi Airin sekarang sedikit tahu kalau ternyata Erik orang yang pemaksa juga nekad . seperti yang dilakukan nya beberapa jam lalu....
''Aku tidurnya di sofa saja ya.'' Kata Airin melangkah menuju sofa yang berada di ruangan itu
''Tidak boleh. kamu tidurnya di atas ranjang bersamaku'' Kata Erik mencegah Airin
''Tapi..''
''Sudah gak boleh protes. sudah sana tidur. kamu tenang saja, aku tidak akan berbuat apa-apa sama kamu. sesuai yang kukatakan tadi'' Kata Erik
Huft Airin menghela nafas Berat. ''Ya ya deh'' putusnya dan melangkah lagi ke ranjang milik Erik ''Tapi dengar ya awas saja kalau macam macam denganku'' kata Airin memperingati Erik
''Hm, kamu tenang saja'' ucap Erik lalu berlalu pergi ke kamar mandi
Airin pun berbaring di tempat tidur milik Erik yang sialnya sekarang dia sudah menjadi suaminya itu
''Ini pasti mimpi . ya pasti aku sedang bermimpi, lebih baik aku tidur. dan pas saat terbangun besok semua akan seperti semula'' kata Airin berbicara sendiri dan mencoba menutup matanya hingga akhirnya dia terlelap juga
Erik keluar dari kamar mandi. dan saat pintu terbuka yang pertama dilihatnya adalah wanita yang sedang berbaring dan tertidur
__ADS_1
Erik menghampiri nya sambil tersenyum.. lalu Erik mendekat kan wajahnya pada Airin dan menatap Airin dengan sangat dalam..
''Maafkan aku.. maafkan aku yang telat mengungkapkan perasaan ku. hingga saat melihat mu dengan pria itu, aku baru menyadari dan baru punya keberanian untuk menyatakan perasaanku.. maafkan aku yang memaksa mu untuk menikah dengan ku.. Airin kau harus tahu aku mulai mencintai mu.. aku berjanji aku akan membuat mu bahagia.. Airin istriku'' Ucap Erik pelan lalu mencium keningnya Airin. dan beralih mencium bibirnya pelan takut Airin terbangun
Dan setelah Erik selesai memakai baju nya. Erik ikut beristirahat tidur bersama istri barunya ini.. sambil memeluk tubuh Airin posesif..
Erik sangat bahagia.. hingga tak lama dirinya menyusul Airin ke alam mimpi..
🌻
Pagi harinya
Lalu saat dirasakannya Terasa ada yang berat di perutnya. seperti ada yang menimpanya dan saat melihat rupanya itu tangan seseorang sedang memeluknya
'Aaaaaaa...'' Airin pun seketika menjerit kaget
''Ish kenapa sih. teriak-teriak pagi pagi Begini heh ada apa?'' tanya Erik kesal karena tidurnya terganggu
''Hah pak Erik?'' kata Airin lebih shock kok bisa bisanya ada Erik tanya batin Airin
__ADS_1
''Kenapa kamu?'' tanya balik Erik
''Kenapa? justru saya yang harus bertanya kenapa bapak bisa disini dan bersama saya, dan ini kenapa kita bisa satu ranjang?'' tanya Airin panik
Oh rupanya Airin masih belum mengingat dengan jelas.. Hem
Dahi Erik mengernyit heran. lalu seketika tersenyum ''Hm ok kau lupa rupanya ya?''
''Apa?'' bingung
''Biar ku ingatkan. Kita kan sudah menikah, aku sekarang adalah suamimu. istriku'' Erik berucap dengan terkekeh
''Menikah? suami istri? Oh tidak!'' lalu mata Airin membulat dan dia langsung menutup mulutnya karena shock
''Jadi jadi semua itu...'' Airin enggan melanjutkan ucapannya
''Ya sayang ini nyata. bukan mimpi, kita sudah menikah tadi malam. Oh ya sampai lupa, selamat pagi istriku sayang.'' Ucap Erik dan mencium pipinya Airin
''Tidak.......!''
__ADS_1