Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda

Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda
97


__ADS_3

''Mau apa sih Pak, kenapa kesini'' Ucap Airin dengan menahan dada Erik agar tidak terlalu menempel padanya


''Memangnya tidak boleh ya, saya kesini menemuimu'' Kata Erik menatap manik mata Airin


Airin membuang mukanya ke sembarang arah, enggan untuk menatap lelaki dihadapan nya ini


''Lihat aku..'' Ujar Erik dengan menyentuh dagu Airin agar melihat padanya


''Bisa tidak jangan seperti ini. tolong menjauhlah'' pinta Airin, pada Erik dirinya merasa tak nyaman dengan situasi ini


''Airin aku mau mengatakan sesuatu..'' Ucap Erik


''Apa?'' Tanya Airin


''Airin sebenarnya aku.....''


''Rin, Kenapa lama..'' Ucap ibu yang memanggil Airin


''Maaf Pak, saya harus pergk kedepan.'' Ucap Airin dan menyingkirkan Tangan Erik dari tubuhnya dan berjalan kedepan sambil membawa minum yang dia buat untuk Rafael


Erik terus melihat kepergian Airin, hingga Airin hilang dari pandangan Erik . Erik menghela nafas panjang Bisa-bisanya aku tadi ingin Langsung mengatakan apa yang aku rasakan saat ini. aku ingin bilang kalau aku tidak suka dia terlalu dekat dengan pria itu.. Kata hati Erik


''Maaf ya kak lama'' Ucap Airin dan memberikan minum pada Rafael

__ADS_1


''Gak apa-apa kok Rin. makasih minum nya'' Jawab Rafael


Airin hanya mengangguk..


Erik kembali ke tempat mereka, dan kembali duduk ditempatnya tadi ''Sudah ketoilet nya nak?'' tanya ibu pada Erik begitu Erik sudah kembali


''Oh sudah bu.'' jawabnya tentu berbohong


Ketoilet, benarkah dia ke toilet, bukannya tadi dia kedapur hanya untuk menemuiku? Kata hati Airin


Airin juga terus menatap pada Erik, dan Erik yang tahu kalau Airin sedang menatapnya Erik balik menatap dan tersenyum manis pada Airin..


Airin melengoskan kepalanya, enggan melihat wajah lelaki itu lagi..


Erik pun tahu apa tujuan mamanya menghubungi nya dari tadi.. tapi Erik tak menjawab nya juga, hingga akhirnya Erik mengirim pesan singkat pada Mama Laras


[Ma, Erik pulang agak malaman . Salsa masih betah disini . masih belum mau pulang ma, Mama sebaiknya istirahat dan tidur. Erik tidak akan lama kok. sebentar lagi juga pulang] Begitu kira-kira isi pesan dari Erik dan menyuruh Mama Laras untuk tidak mengkhawatirkan dia juga Salsa


Padahal sebenarnya, Salsa sudah tertidur. juga sebenarnya Erik masih ingin disini, ingin melihat mereka. entahlah tapi Erik enggan meninggalkan Airin saat masih bersama pria ini


Erik dan Rafael tidak ada yang mau berbicara atau sekedar berkenalan. ibu Ros yang melihat keduanya pun merasa heran. kenapa tidak ada yang bertanya lebih dulu, atau mungkin saling ingin berkenalan saja. begitu pikirnya ibu Ros


tapi ini dua lelaki ini malah saling berdiam diri, dan tidak saling menyapa..

__ADS_1


''Rin. ibu bingung deh.'' bisik ibu pada Airin


''Bingung kenapa bu?'' tanya Airin menatap ibunya


''Coba kamu lihat. mereka kenapa, tidak ada yang bersuara. atau sekedar ingin berkenalan gitu Rin'' Ucap ibu masih berbisik


Airin juga merasa heran sebenarnya, ''Iya juga sih Bu. tapi yaudah lah, Bu mungkin mereka memang tidak mau berkenalan'' Jawab Airin


''Kamu ini . ya kamu dong yang kenalkan masing-masing mereka berdua ini.'' ibu menyuruh Airin untuk lebih dulu mengenalkan mereka satu sama lain


''Gak mau ah Bu. kenapa harus aku'' balas Airin menolak . karena pikirnya itu tidak penting


''Kamu ini ya.'' tegur ibu


''Sudah ah Bu. tidak enak dilihat mereka, Kita bisik-bisik kaya gini.'' Ucap Airin


''Rin besok kamu ada acara gak?'' Tanya Rafael tiba-tiba


''Memang ada apa kak?'' Tanya Airin


''Sebenarnya besok kakak mau ajak kamu kesuatu tempat.'' Ujar Rafael lagi


''Kesuatu tempat kak. kemana?'' Tanya Airin lagi ingin tahu kemana Rafael akan mengajaknya pergi

__ADS_1


''Ya ini rahasia. pokoknya ke suatu tempat. yang akan kamu sukai nantinya. ini spesial'' Kata Rafael lagi tapi matanya menatap pada Erik


__ADS_2