Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda

Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda
101


__ADS_3

Si Bibi dari tadi tangannya memang sedang memegang gagang pel.. tapi matanya terus menatap pada Airin..


melihat interaksi antara Airin dan Salsa.. yang sedang menonton film kartun bersama dengan sesekali bercanda dan bercerita tentang isi film kartun tersebut..


bibi merasa tak suka melihat Airin yang so dekat dengan cucu majikannya itu..


juga sebenarnya diam-diam, Airin melihat dari sudut pandangnya pada ibu itu, yang seharusnya matanya melihat lantai. kalau memang benar sedang bekerja, bukan malah melihat padanya terus. ''Ada apa sih ya dengan ibu itu. Kenapa menatapku seperti itu.'' tanya batin Airin


''Ma, lihat itu dia yang jahat kan ya ma?'' tanya Salsa mengalihkan lagi tatapan Airin dari ibu itu


''iya benar Sa..'' jawab Airin sekena,nya


''Perempuan ini cuma jadi pengasuh kok berasa sudah jadi nyonya. lihat kerjaannya cuma menonton dan duduk duduk saja'' ucap bibi Dewi dalam hati menggerutu sendiri


hingga beberapa saat, Salsa tertinggi saat masih menonton film kesukaan nya itu. di karpet bulu yang tersedia didepan televisi ruangan itu


Airin yang merasa haus, pergi ke dapur untuk mengambil minum untuknya.. saat sedang menenggak minum Airin dikagetkan dengan suara sapu yang sepertinya sengaja dibanting.


Airin menoleh kebelakang, rupanya bibi Dewi yang berbuat dan matanya melotot pada Airin . ''Maaf Bu kenapa ya. kok ibu sepertinya tidak suka dengan saya, Apa sebelumnya Kita sudah pernah bertemu? atau saya pernah punya salah Pada ibu?'' Tanya Airin hati-hati


''kamu memang tidak ada salahnya. tapi ya saya terus terang saja. saya tidak suka. melihat mu dekat-dekat dengan anaknya Tuan Erik. kamu itu cuma pengasuh nya. bukan ibunya'' ucap bibi Dewi tiba-tiba


Dahi Airin mengernyit. ''Loh apa salahnya Bu saya dekat Sama Salsa.. kalau Salsa tidak mau dengan saya, ya berarti nanti saya susah bekerja jadi pengasuh nya.. bukannya bagus kalau anak kecil itu mau dekat dengan yang merawat nya. bukan hanya dengan ibu kandungnya saja kan?'' balas Airin membela diri juga pekerjannya


''Ah kamu ini. dikasih tahu malah ngeyel. oh atau kamu punya rencana lain ya. kamu ini mau mendekati putrinya, untuk bisa dekat juga dengan ayahnya iya.?'' sekarang bibi Dewi malah menuduh Airin dengan lebih parah

__ADS_1


Airin menggeleng ''Tidak Bu. saya bukan orang yang seperti ibu katakan dan ibu pikirkan. saya ini serius bekerja disini untuk mencari uang bukan untuk mencari pasangan..'' Jawab Airin membantah pastinya


''Ya memang banyak sekali sekarang ini. perempuan yang mencari pekerjaan katanya untuk mendapatkan uang. dan ujung ujungnya. malah dibeli oleh pria ya untuk uang pastinya bukan?'' tuduhnya lagi


''Bu maaf ya kalau bicara tuh dijaga. apa maksudnya bilang seperti itu, ibu jangan berani-berani nya menuduh ku. menjual diri, dengar dari tadi aku sudah bersabar. tapi jangan pernah menghinaku atau merendahkan ku'' Ucap Airin dengan menatap tajam pada ibu itu


''Berani sekali kau melotot padaku'' teriaknya ikut melotot pada Airin dan marah


''Ada apa ini..?'' Tanya Erik yang tiba-tiba muncul dan tadi seperti melihat keributan


wajahnya bibi Dewi langsung pucat . tapi tidak dengan Airin yang merasa tidak bersalah.. ''Tidak ada apa-apa kok pak.'' Ucap Airin tidak mau Erik tahu tentang keributan tadi


''Benar tidak ada apa-apa? tapi tadi saya seperti mendengar keributan disini.'' Erik memastikan lagi dengan menatap mereka berdua gantian


''Iya, tidak ada apa-apa. sudah ya aku pamit ke dalam lagi. permisi'' pamit Airin agar Erik tak bertanya lagi


''Yasudah. bi lanjutkan lagi bekerjanya'' titah Erik dan kembali keruangan kerjanya


''Baik Tuan..'' mengangguk


*


Airin terbengong ditempatnya. padahal matanya sedang melihat pada televisi. tapi pikirannya beda


''Lagi mikirin Apa?'' Tanya Erik tiba-tiba datang dan ikut duduk disampingnya Airin

__ADS_1


Airin kaget dan menggeser sedikit posisi duduknya. lalu melihat kearah dapur takut saja kalau bibi itu melihat dia sedekat ini Sama Erik. bisa-bisa nanti tambah berpikir yang aneh-aneh lagi kepada nya.!


''Ada apa. kenapa? apa lagi memikirkan yang tadi pagi ya?'' Tebak Erik mengira Airin melamun karena masih memikirkan tentang dua pria itu dan Erik masih duduk disampingnya Airin


Airin menggeleng ''Gak kok. aku sudah tidak memikirkan soal itu'' jawab Airin


''Tidak. terus kenapa kamu melamun, aku perhatikan dari tadi loh'' ucap Erik lagi


''Em, mas itu pembantu mu yang baru bekerja ya?'' tanya Airin dengan sangat pelan


''Iya, kira-kira ada sebulan lah dia bekerja disini.'' Jawab Erik ''Memang nya kenapa?'' Tanya Erik lagi


''Mas, jangan bilang bilang ibu ya.'' bisik Airin lagi


''Iya. kamu ini kenapa sih?'' Erik bingung dengan tingkah Airin pakai bisik-bisik


''Mas, kayaknya ibu itu gak suka deh sama aku. dia itu menganggap aku ini mau deketin kamu. dengan cara aku deketin Salsa dulu katanya. padahal kan kalo pengasuh dan anak kecilnya yang ku urus itu memang harus dekat kan mas, biar aku betah kan kerja disini. terus kalau Salsa nya tidak mau aku asuh, Terus aku harus urus siapa dong, Benar kan mas'' Ucap Airin panjang lebar mengatakan isi hatinya


Erik sedari tadi. tidak terlalu mendengarkan yang diucapkan Airin.. tapi Erik lebih senang melihat cara berbicara Airin juga serius melihat ke bibirnya Airin saat berucap.. hingga tak sadar Erik sekarang sudah mendekatkan wajahnya pada Airin.. dengan masih menatap bibir merah yang pernah dia coba saat itu


Mungkin Erik tergoda dengan merah mudanya warna bibir Airin.. atau merasa sangat tergiur kala Airin sedang berbicara


Hingga Airin pun sama menatap wajah Erik. matanya hidungnya.. turun ke bibirnya.. sesekali mata mereka bertemu dan saat keduanya semakin mendekat


Tiba-tiba

__ADS_1


''Kalian sedang apa?'' teriak seseorang


__ADS_2