Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda

Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda
65


__ADS_3

Erik masih berada ditempatnya.. di luar kamar milik sang putri.. dari tadi Erik pun melihat bagaimana anaknya.. Begitu semangat menunjukkan, barang yang dimiliki nya pada Airin


Juga saat Airin mengatakan. dia ingin memberi hadiah kepada putrinya. Erik tersenyum tulus dan juga penasaran, apa yang akan diberikan Airin


Erik terus memperhatikan keduanya.. dan sesekali ikut tersenyum, kala melihat wajah putrinya Begitu bahagia..


Tapi seketika senyumnya luntur saat anaknya menanyakan , pas hari ulang tahun nya.. dia bertanya kepada Airin, Kenapa tidak datang atau tidak ada saat dihari bahagia Salsa . .


Entah apa sekarang yang sedang dirasakan Erik saat ini.. dan semua tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata..!


Dan setelah mendengar Jawaban Airin pada putrinya.. Erik merasa kesal pada wanita itu. .


''Maaf ya, Salsa Kaka tidak datang.. Salsa jangan sedih ya. kan nanti Kaka berikan hadiah, tadi katanya mau?'' Airin membujuk Salsa


''Iya mau ma. tapi Calca ingin tahu , kenapa Mama tidak Hadil, ma . Calca Balu ingat kalau saat itu. hanya ada nenek dan Daddy.. Mama kemana? apa Mama tidak cayang Calca.. hikss'' hingga akhirnya Salsa menangis terisak


Airin gelagapan.. ''E..eh Sa, Jangan nangis dong.. sudah ya. cup cup..'' dan ingin memeluk Salsa,


''Mama..''


''Sa.. sudah ya, kan sekarang Kakak sudah ada disini dengan Salsa.. sudah ya,'' Airin pun membawa Salsa duduk di pangkuannya


''Emm.. Kaka boleh tanya sesuatu gak Sa?''


''Ya boleh'' angguk Salsa


''Tapi.. Kaka minta maaf ya, kalau pertanyaan kakak ini. sedikit tidak enak?''


''Tidak enak maksudnya apa ma?'' Salsa tidak paham yang diucapkan Airin


''Oh.. gini Sa, kakak tuh ingin bertanya sama kamu.. kakak ingin tahu. sebenarnya Mama kandung Salsa itu kemana?'' sungguh Airin kali ini berucap dengan hati-hati.. tapi dia juga sungguh penasaran,,

__ADS_1


''Mama kandung Calca?'' ulangnya ''Calca tidak mengelti ah ma, kan Mama Calca ini cudah ada dan ini Mama Calca..'' Tunjuknya kepada Airin


Emm anak ini kenapa ya, terus menyebut ku Mamanya? padahal sudah ku katakan juga. dari pertama bertemu pun aku itu bukan ibunya..


Oh apa.. anak kecil ini sebenarnya, tidak tahu juga dengan ibu kandung nya itu siapa?


Ahh. semakin ku memikirkan ini. semakin sulit ku mengerti.. Kata batin Airin. panjang lebar


''Tapi Salsa dengar , kakak ini bukan Mama kamu.. karena kakak cuma bekerja disini Sa.. jadi perawat kamu, mengurus kamu'' Airin sebenarnya tidak ada niatan menyakiti hati anak perempuan ini.. tapi Salsa harus segera tahu dari sekarang ya. begitu pikirnya Airin


''Tidak.. tidak , Calca mau Mama.. mau Mama'' kembali Salsa menangis dengan berteriak


''Eh Sa.. kenapa nangis lagi, Sa sudah jangan..'' ucapnya terpotong


Dan keburu dikagetkan dengan datangnya seseorang


''Hei kau...'' teriak Erik mengagetkan Airin dan Salsa


''Kau. apakan anakku hah.! Baru satu hari kau bekerja disini. tapi kau sudah membuat anakku menangis seperti ini.. dasar kau wanita tidak tahu....'' ucapan Erik terpotong


''Cukup...'' bentak Airin ''Dan kau yang selalu menyalahkan aku.. aku bisa jelaskan'' Ucapnya


''Mau jelaskan apa lagi.. aku melihatnya kau yang membuat anakku seperti ini,, ''


''Tidak. bukan... bukan..'' sela Airin


''Diam.. kau jangan memotong ucapan ku.. dan apa tadi kau bilang kau tidak bersalah?, hehh' Erik tersenyum miring, ''Jadi maksud mu anakku Begitu yang bersalah?'' dengan nada membentak


''Aku..aku,''


''Apa. masih mau membela diri sendiri iya?''

__ADS_1


''Ta..tapi aku memang tidak bersalah,'' kekehnya karena pikirannya dia tadi tidak melakukan apa-apa tidak melukai Salsa


''Tidak bersalah? apa kau tidak merasa mengatakan sesuatu hah.!''


''Sesuatu?'' ulangnya


''Biar kuingat kan.. kau telah membuat anakku sedih dengan perkataan mu itu.. kau'' Erik berjalan mendekati Airin, dan Airin mundur beberapa langkah Oh tidak apa lelaki kasar ini tersinggung dengan perkataan ku


''Awhh..'' Ringis Airin ketika tiba-tiba Erik mencengkeram kuat pipinya ''Lepas..'' Airin menggeleng dan berusaha melepaskan tangan Erik yang menyakiti pipinya.. Tapi ya kekuatan Erik tidak sebanding dengan Airin


''Diam..'' bentaknya


''Berani sekali kau bertanya soal ibunya Salsa, hah sudah mulai lancang kau ya.! baru satu hari saja kau disini, sudah begini kelakuan mu'' dengan tatapan membunuh Erik berucap


''Aku.. aku..''


''Diam dan cukup dengarkan aku.!'' semakin menekan pipinya Airin


''Awhh.. sakit,'' rintih Airin


''Daddy jangan sakiti Mama Calca..'' cegah Salsa takut kalau Erik akan berbuat sesuatu dan itu menyakiti ibunya, pikir Salsa


''Kau.. kau lihat?'' membawa wajah Airin Tepat kearah Salsa berada saat ini


''Dia yang tadi kau buat menangis karena perkataan mu itu, dia.. dia lihat dia.. tapi dia mengkhawatirkan mu. dia tidak ingin kau ku sakiti.. Lihat dia membela dirimu ,, tapi malah membuat anakku menangis.. Dasar tidak tahu diri.'' Umpat Erik


Dan setelah mengatakan itu Erik melepaskan cengkeramannya dengan kasar sehingga Airin merosot duduk kebawah..


Dan juga Erik melangkah keluar, dari kamar putri nya . juga membawa Salsa ke kamarnya dan meninggalkan wanita itu. untuk merenungi kesalahan nya


Menurut pembaca setia othor.. justru yang salah tuh siapa sih disini.. Erik kah? Airin kah? masa Salsa? yuk komentar ❤️

__ADS_1


__ADS_2