
Tidak suka, tinggal kan . . tapi jangan dong.!
Suka.. beri dukungan ... asikkkk
Sesimpel itu aku.... 🤣
🥀🥀
''Nenek kok Daddy lama cekali jemput miamanya?'' Tanya Salsa yang sudah tidak sabar, ingin bertemu lagi dengan Airin,
''Ya tunggu sebentar lagi ya sayang'' jawab ibu Laras pada Cucunya
''Nek tapi lama.. udah Dali tadi Calca nunggu nya, Nek coba aja tadi Calca ikut Nek'' Ya Salsa sedikit menyesal tadi tidak ikut saja sama Erik untuk menjemput Airin. tapi ya Erik melarang nya
Dilain tempat
Didalam mobil, dua orang ini sedang berdiam- diaman... setelah tadi Airin memutuskan untuk pergi terlebih dahulu, dan enggan melanjutkan perdebatan yang tidak ada pentingnya.. begitu pikirnya dan sekarang mereka sedang berada di mobil milik Erik, menuju rumah Erik
Airin menoleh pada Erik.. seperti ingin menanyakan sesuatu.. tapi Airin sedikit gengsi untuk memulai membuka suaranya
''Kenapa?'' Tanya Erik, menatap Airin, seakan tahu kalau Airin ingin mengatakan sesuatu.. Karena dari Airin tak diam ditempatnya
''Eh.. E..nggak apa-apa kok'' kilahnya dan memilih melihat jalanan dari jendela
''Ohh Yasudah.. tapi ku kira tadi kamu mau mengatakan sesuatu kepada ku kan?'' Ucap Erik dan tepat dengan dugaannya
''Oh itu.. Em aku aku...''
__ADS_1
''Ah lama..'' potong Erik
''Ya itu aku mau menanyakan keadaan kamu. sekarang bagaimana?, apakah masih ada yang sakit?'' akhirnya Airin mengucapkan juga dengan lantang
''Ooh kamu rupanya masih menghawatirkan ku ya?'' Tanya Erik kembali menatap Airin dan tersenyum kepadanya
''Ihh tidak kok..' Airin segera menggeleng ''Aku cuma bertanya saja kok, ya aku kan penyebab nya jadi aku sekarang cuma ingin tahu aja gitu,'' Ucap Airin tidak mau dianggap berlebihan
''Hem mengaku saja susah amat sih,,'' ledek Erik
''Apa sih, nyesel ah aku bertanya kepada mu.. lain kali mah ogah, tak akan aku mau bertanya kepada orang seperti mu...'' pungkas Airin juga menekankan setiap perkataan nya
''Jangan marah dong, aku cuma bercanda'' bujuk Erik dengan tersenyum manis
''Bercanda bercanda.. gak lucu.!''
''Udah dong..'' Kata Erik Mulai tak enak kalau keadaan seperti ini
''Kenapa sih.. Hem gini aja, kamu tadi bertanya keadaan ku kan?'' Erik mengatakan lagi yang tadi Airin tanyakan . tapi Airin cuma diam tidak menoleh sedikit pun pada Erik
Huuffttt... ''Gini nih susahnya cewek, tukang ngambek dikit dikit ngambek..'' Dan Erik malah kembali mengejek Airin lebih parah mengatai lagi
Dan itu sukses membuat Airin seketika Menoleh pada Erik.. sekarang menatapnya dengan tajam
''Apa.?'' Tanya Erik ikut menatap Airin. dan merasa tak bersalah
''Dasar muka tembok.. lempeng aja, tidak merasa ya , sudah mengataiku. huh'' gantian Airin yang mengatai Erik
__ADS_1
''Siapa yang kau maksud, muka tembok Lempeng heh?'' Erik bertanya dengan mengangkat dagunya
''Dan siapa juga , yang tadi mengataiku cewek gampangan marah.. siapa?'' Pekik Airin
''Tidak ada..'' Erik mengelak dengan memasang muka polosnya
''Hiiiii... gidik Airin, kok tambah kesal melihat wajah nya ini.. ''Sudahlah lebih baik aku turun aja lah.. berhenti kan mobilnya'' putus Airin
Erik panik..''Oh tidak tidak Jangan'' dengan buru-buru mencegah Airin
''Kenapa Jangan?.. aku bisa sakit kepala terus menerus didekat mu ini..'' cetus Airin
''Ya ok.. aku ngaku deh aku yang salah, sudah ya jangan mau turun lagi.. nanggung bentar lagi kita sampai kok'' bujuk Erik dengan memasang wajah memohon
''Tidak, apa seperti itu. bicaranya, huh'' tolak Airin
''Ya memang harus gimana lagi?'' bingung juga Erik membujuk wanita ini
''Ya mana ku tahu.. pikir sendiri dong'' Airin ingin tahu apalagi yang akan lelaki ini katakan.
''Ayo..'' Ucap Airin lagi . karena Erik malah diam ''Huh cepat minta maaf'' Titah Airin
''Oh.. ya iya aku minta maaf.'' sambil tersenyum
''Gak ah itu gak tulus.'' Airin ingin mengerjai Erik
''Bicaranya jangan pake senyum'' Kata Airin lagi
__ADS_1
''Ok Airin aku minta maaf sama kamu.'' Ucap Erik dengan wajah serius
Airin mematung ditempatnya.. karena ini pertama kalinya, Erik menyebut namanya..!!