
''Hikss. sialan dia ini , apa yang sudah dia lakukan padaku itu.. dia sangat lancang.'' Pekik Airin dan mengumpat, juga dengan menatap Erik penuh kebencian dan kekesalan
''Aku semakin benci padamu. kau sudah keterlaluan. kau mengambil nya untuk yang pertama. huuhuhu..'' tangis Airin, Airin bukan lah anak kecil, yang tidak mengerti apa yang dilakukan pria ini tadi padanya
Hanya Airin tak menyangka pria ini bisa melakukan semua itu kepada nya.. padahal mereka tidak terlalu dekat, bahkan apa salahnya Airin.. dia tidak merasa melakukan apapun. atau kesalahan apa-apa?!
Lalu Airin bangun dan menuju kamar mandi. untuk membersihkan wajah nya agar menyegarkan juga pikiran nya.. Airin terduduk di toilet. untuk menetralkan tubuhnya. dari apa yang telah terjadi tadi..
Airin melihat dirinya di cermin, lebih tepatnya ke leher bekas hisapan lelaki itu.
Huh... Airin membuang nafasnya ke udara
''Dasar rakus. ini kok kelihatan banget sih bekas merahnya. '' Sambil menggosok gosok bekas kemerahan itu
''dia ini benar-benar seperti serigala, dan bodohnya aku tidak bisa menghindar..'' ya kalau saja bisa diulang. Airin pasti akan menghindar dengan menutup lehernya pakai tangan nya mungkin.!
Setelah dirasa dirinya sudah tenang, Airin Keluar dari kamar mandi. dan mengambil baju untuk Salsa, setelah semua selesai. Airin pergi meninggalkan rumah itu. pun meninggalkan pria itu..
Kali ini Airin pergi tidak membawa Mobil sendiri. Airin lebih memilih memesan Taxi.. karena Airin tubuhnya masih gemetaran , dan pikirannya belum benar kembali. Airin masih memikirkan yang tadi terjadi
''Mau kemana dek?'' Tanya sopir taksi
''Ke klinik ini ya Pak.'' jawab Airin dan mengatakan tujuannya
''Oh baik.''
__ADS_1
Diperjalanan Airin Terus melamun memikirkan yang tadi terjadi dengan Begitu cepatnya. Oh maksudnya Airin tidak kepikiran bahwa pria itu bisa melakukan hal itu kepada nya.!
''Dek. Dek sudah sampai.'' Kata sopir taksi
''Oh sudah sampai ya pak. ini uangnya ya Pak'' Kata Airin dan memberikan ongkosnya
''Iya terima kasih Dek.'' Ucap sopir
''Masama Pak.-'' Angguk Airin dan melanjutkan jalannya menuju ruangan Salsa.
Airin ingin melihat keadaan Salsa terlebih dahulu, Airin masuk keruangan Salsa di rawat.. saat masuk mata Salsa masih terpejam. Mungkin sedang tertidur, Tebak Airin
Airin duduk di kursi yang disediakan oleh klinik tersebut.. dan Airin mengusap kepala Salsa dengan pelan.. ''Salsa, cepat sembuh sayang. katanya Salsa mau hadiah dari kakak, cepat sembuh Sa, nanti kita main bersama lagi ya..'' Ucap Airin masih mengusap kepalanya Sesekali Airin menciumi tangan kecil Salsa.
Mungkin saat Airin mengusap kepala Salsa, dan merasakan pergerakan di kepalanya,
''Salsa,kamu sudah bangun Sa. syukurlah sayang, kakak senang Sa. kamu sudah sadar.'' Airin langsung memeluk tubuh Salsa hingga Air matanya ikut menetes
''Ma.. Calca dimana?'' Tanya Salsa melihat sekitar ini seperti bukan dirumahnya, ini seperti tempat asing . pikir Salsa
'' Sa. kamu sedang di klinik , tadi badan kamu panas sayang. dan kakak langsung membawa mu kesini Sa,'' Airin menjelaskan
''Nenek mana?'' kembali Salsa bertanya
''Em.. nenek nya kayaknya sedang ke toilet deh Sa, ah iya tadi bilangnya mau ketoilet sebentar.'' Airin terpaksa berbohong. karena tidak mau Salsa cemas dan sedih kalau tahu, ibu Laras neneknya juga sedang sakit
__ADS_1
''Oh lagi ke toilet ya Ma.? telus Daddy mana?'' Salsa kembali menanyakan Semua keluarga nya, karena mungkin saat matanya terbuka.hanya ada Airin di hadapannya.. tidak ada ibu Laras maupun ayahnya Erik..
Airin tambah Bingung harus menjawab apa?. Mungkin dia sedang mimpi indah Sa, sekarang. Kata hati Airin, saat mengingat Erik yang pasti masih tertidur
''Ma, jawab kenapa diam'' Salsa menggoyangkan lengan Airin, yang terbengong
''Oh Sa. kakak bawa sesuatu nih buat kamu.'' Airin ingin mengalihkan perhatian Salsa. untuk tidak menanyakan lelaki itu lagi
''Apa itu Ma?'' tanyanya penasaran
''Nih buat kamu..'' Airin pun mengambil dari tas nya dan langsung menunjukkan hadiahnya pada Salsa
''Apa ini Ma?'' Salsa bertanya
''Ini tuh gelang Sa. nih kakak beli dua biar kita samaan pakainya.'' jawab Airin
Salsa mengambil hadiah yang Airin berikan. dan Salsa justru terlihat murung . dahi Airin mengernyit bingung dengan ekspresi Salsa,
''Sa kenapa? Oh pasti kamu tidak suka ya...''
Salsa menggeleng '''Tidak Ma, Calca suka.'' katanya
''Benar kamu suka?'' Airin memastikan
''Iya benal Ma. Calca suka, malah suka banget Ma. tapi...'' ucapannya terpotong
__ADS_1
''Tapi apa Sa, kenapa?'' Airin sangat penasaran
''Calca senang Ma, juga Calca melasa telhalu. karena ini peltama Calca mendapatkan gelang.'' Ucapnya