
Wajah mereka semakin dekat juga tatapan mereka bertemu.. hingga saat sedikit lagi Erik bisa menyentuh bibir itu. tapi tiba-tiba dikagetkan dengan teriak Mama Laras
''Kalian sedang Apa.?'' teriaknya Mama Laras baru kembali, dan tiba-tiba langsung melihat mereka sepertinya....!
Erik dan Airin, keduanya menoleh pada Mama Laras dan Airin. langsung menggeser duduknya dan juga menunduk . Airin pastinya Merasa malu. dan juga sangat takut itu Laras, akan berpikir yang tidak-tidak padanya.. ''Duh Airin Lo kenapa sih. Lo malah diam saja saat dia mau cium Lo. dan malu banget gak sih, kalau sampai tadi dilihat ibu?'' Kata hati Airin
''Kok pada diam?'' Tanya Mama lagi sekarang sudah duduk dihadapannya mereka dan menatap Airin juga Erik bergantian
''Ayo cepat bilang. tadi kalian ini sedang apa? Mama lihat dari kejauhan tadi , kamu seperti ingin...?'' Mama Laras sengaja menggantungkan Ucapannya ingin melihat dulu reaksi mereka
Airin memejamkan matanya, saat ibu Laras berucap dia melihat apa yang akan Erik lakukan tadi. oh mungkin lebih tepatnya mereka lakukan!
''Gak kok ma, jangan dulu berpikir macam-macam. yang Mama lihat itu gak seperti yang Mama pikir.. tadi itu aku cuma mau membantu dia, katanya tadi matanya itu kelilipan jadi aku tadi mau niupin mata nya gitu ma.'' Jawab Erik tentu hanya beralasan
''Benar Begitu Rin. kejadiannya?'' Mama Laras pun bertanya lagi pada Airin ingin tahu jawaban Airin
__ADS_1
''I..iya Bu seperti itu kejadiannya.'' jawabnya masih menunduk
''tapi kok ibu lihat kamu seperti ketakutan Begitu sih Rin.?'' ibu Laras bertanya dengan sengaja
''Oh itu Bu Em anu, sebenarnya saya hanya kaget saja saat tadi ibu berteriak dengan tiba-tiba.'' Jawab Airin memang ada benarnya juga dia memang kaget saat tau-tau majikannya berteriak
''Oh jadi kamu hanya kaget dengan teriakan saya tadi Rin. bukan karena yang lain?'' tanyanya lagi
''Bukan Bu..'' Airin menggeleng dan tak mungkin kan dia berucap yang sebenarnya bisa malu pastinya
''Ma, apa-apaan sih. jangan ngaco deh, ini tidak ada hubungannya dengan pekerjaan dia..'' protes Erik , tak terima
''Maaf Bu . tapi tolong jangan pecat saya. saya janji tidak akan melakukan kesalahan seperti tadi lagi Bu . tapi tolong jangan memecat saya..'' pinta Airin juga memohon dan pastinya takut juga kalau sampai benar dia akan dipecat
''Jadi kalian tidak terima. kalau saya memecat kamu Rin?'' Tanya Mama Laras lagi pada mereka
__ADS_1
Dan keduanya mengangguk dengan berucap ''iya''
Kompak sekali mereka Ucap batin Mama
''Ok Mama akan kasih kesempatan buat kamu.. tali ingat satu hal.....''
''Apa itu Bu. apa pun itu pasti saya lakukan Bu . asal tolong jangan memecat saya.'' pinta Airin lagi
Airin sadar dirinya pasti akan susah lagi untuk mencari pekerjaan baru . dan Airin juga sudah mulai nyaman bekerja disini..
''Baik saya kasih kesempatan. tapi ingat kalian harus menjaga sikap kalian, terutama kamu Rik tahan.'' Ucap Mama dan menunjuk pada Erik
''Iya ma, Ok.'' ujar Erik dengan nada santai merasa biasa saja. saat Mama Laras tahu apa yang akan dia lakukan tadi
''Dan kalau sampai saya melihat kalian kaya gitu lagi. tidak bisa menahan diri. maka dengan terpaksa Mungkin saya harus menikahkan kalian'' Celetuk Mama Laras tiba-tiba berucap seperti itu hingga membuat mata Airin membulat
__ADS_1