Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda

Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda
67


__ADS_3

Erik membawa Salsa ke kamarnya. dan langsung menidurkan Salsa, di ranjang nya


Lalu Erik berjalan keluar balkon kamarnya.. dan merenungkan dari kejadian kejadian tadi. dan Erik pun sadar kalau, sebenarnya Airin tidak seratus persen salah.. karena Airin tidak mengerti apa-apa.. tidak mengetahui keadaan dirinya dan anaknya..!


Huh . Erik menghela nafas panjang ''Aku juga bersalah.. aku sudah keterlaluan pada wanita itu'' ucapnya dengan nada menyesal


''Maafkan aku... aku tidak bisa mengontrol diriku..'' katanya lagi


Memang, Erik akan kehilangan kesadaran nya kalau itu sudah menyangkut tentang anaknya.. Erik sungguh tidak ingin Salsa sang putri tercintanya . tersakiti untuk ke dua kalinya...!


''Aku sebaiknya minta maaf langsung padanya'' ucapnya dengan melangkah keluar kamar. dan kembali ke kamar Salsa, terakhir tadi Airin berada


Erik membuka pintu kamar itu pelan.. lalu Erik masuk, dan ketika sudah berada didalam Erik TK menemukan wanita itu.. ''Kemana dia?,'' ucapnya dan mencari ke kamar mandi ''Tidak ada juga'' Erik jadi cemas. Apa Airin pergi ya dari rumah ini? begitu pikirnya.. dan buru-buru Erik lari keluar untuk mencari Airin


Pas menuruni tangga. Erik berperan dengan Mama Laras ''Ma, Mama lihat wanita itu tidak?'' Erik bertanya dengan nada cemas


''Tidak..'' Mama menjawab ketus


''Mama kenapa, bicara pada Erik seperti itu ma?'' dengan dahi mengkerut Erik bertanya


''Dan apa yang kau lakukan pada Airin?'' Mama menatap tajam Erik


''Iti ma. sebenarnya aku...''


''Ayo ikut Mama..'' dengan membawa tangan Erik ke ruang keluarga


Setelah duduk ''mama ingin bicara.''


''Ma. Erik tidak sengaja..'' tapi Mama Laras memotong ucapan Erik


''Rik.. Mama Mohon. kamu jangan terlalu kasar dong pada Airin. Rik Airin Hanya bertanya, memang salah kita juga bukan, tidak memberi tahu Airin terlebih dahulu.. sebelum dia benar-benar kerja jadi pengasuh Salsa..'' jelas Mama panjang lebar dan menatap anaknya

__ADS_1


''Ma. aku tahu, dan aku juga sekarang sadar memang itu bukan kesalahan dia juga. . tapi ma bisa kan, dia tidak bertanya nya. pada putriku. yang tidak juga mengerti apa-apa.!'' Kata Erik


''Lalu bertanya pada siapa?. kamu iya?''


''Ya kenapa tidak.?'' dengan muka datar menjawab tapi Erik juga sedikit ragu bilang ya


''Rik Rik . . Mana mau dua bertanya pada pria kasar seperti mu..'' Ucap Mama


''Erik tidak kasar ma..'' mencoba membantah


Mama mencebik, ''Tidak kok sampai membuat seorang wanita terluka dua kali..kamu''


''Dua kali apa maksudnya Mama?'' Erik lupa


''Jadi kamu tidak ingat ya.. ok Mama ingatkan, kamu kan pernah juga mamarahi Airin saat di taman dan di tempat sunset itu. benar kan?'' tebak Mama


Erik menoleh dan matanya membulat ''Mama kenapa bisa tahu? siapa yang sudah ngasih tahu mama?'' Tanya Erik


''Itu.. aku aku,''


''Aku apa? cepat katakan?'' timpal Mama


''Ya aku ngaku aku bersalah ma.. aku khilaf aku sebenarnya karena melihat Salsa menangis. aku jadi tidak bisa mengendalikan diriku, dan aku luapkan semua pada dia.. aku menyesal ma'' kata Erik dengan menatap sang Mama dan berucap dengan penuh penyesalan


''Benar kamu sudah menyesalinya?'' Mama menatap mata Erik mencari kebenaran


''Ya ma. aku mengakui aku bersalah, terlalu kasar pada dia. dan aku menyesal atas hal itu'' ucapnya mengangguk mantap


''Baik. Mama percaya padamu,''


''Ya ma. tapi sekarang dimana dia?'' bertanya keberadaan Airin

__ADS_1


''Mau apa lagi kamu menanyakan Airin?, belum puas kamu?'' Mama ingin tahu


''Bukan untuk menyakiti nya lagi kok ma.! justru Erik ingin meminta maaf sama dia, Erik ingin bertemu dengannya sekarang juga ma.'' Ucap Erik tegas


''Tidak mantu Saja.'' cegah Mama Laras


''Kenapa ma. apa Mama belum percaya penuh padaku?'' menatap Mama Laras


''Bukan Begitu maksud Mama.. cuma nanti saja biarkan dia istirahat dulu di kamar tamu.'' jelas Mama Laras


''Di ruang tamu? '' ulang Erik


''Ya . Mama yang menyuruh nya.''


''Yasudah baiklah..''


''Mana Salsa?'' tanya Mama pada Erik


''Salsa sedang tertidur di kamarku'' jawab Erik


''Rik Mama mohon lain kali. kamu tahan emosi kamu, apalagi dengan orang baru seperti Airin.. kamu kasihan lah sama dia, Airin tuh sedang butuh pekerjaan ini.. dan kamu juga pikir apa bakal betah dia, kerja dengan orang seperti ksmu?'' Mama memperingati anaknya . agar lebih tenang menghadapi apapun..


''Ya ma. akan ku coba mulai sekarang'' jawabnya


''Ya bagus Mama. mendukung mu untuk berubah, tapi kau harus berjanji pada Mama. tidak lagi marah tanpa berpikir dulu..'' titah Mama


'Baik ma. Erik akan berusaha, dan juga Erik janji''


*Maaf ya aku baru update.. soalnya tadi aku sibuk banget.. ada acara syukuran keluarga. habis bantu bantu. jadi tadi siang gak bisa update . . .


Yuk komentar dan like di kencengin sayang* ❤️

__ADS_1


__ADS_2