
Yang punya vote nya.. othor boleh minta dong ya..! biar tambah semangat.. yu kasih vote dan hadiah🤭🤣
''Tidak Bu. Jangan..'' cegah Airin pada ibunya
ibu menoleh pada anaknya ''Dia kan yang membuatmu Seperti ini?'' tunjuk ibu lagi
''Bu. bukan , justru dia yang menolong Airin. yang membantu Airin .'' Jawab Airin
''Apa benar?'' ibu bertanya pada Erik
tentu Erik memangguk ''Ya saya yang menolong anak ibu.. dan lihat Aawhh.. ringis Erik menunjuk wajahnya.. ini akibat dari saya menolong anak Anda..'' Erik menekan kata terakhirnya
''Oh.. maafkan saya, saya pikir anda yang membuat anak saya seperti ini.. dan terima kasih karena sudah mau menolong anak saya'' Ucap ibu Ros penuh penyesalan juga dengan tulus berterima kasih
''Hem iya iya.'' Erik berucap tampak angkuh
Kenapa masih berdiri, tidak ada yang mau mengobati lukaku?'' panggil Erik lagi menyindir Airin
''Ehh iya. ayo duduk Nak.'' ajak ibu para Erik ''Rin kenapa masih diam, cepat ambil tempat Obat dan. kamu obati Tuan ini.'' Ucap ibu
'Astaga Bu. dari tadi juga Airin sudah ingin mengambil, tapi ibu yang tadi masih menuduh lelaki ini.'' Ucap Airin pelan sambil berjalan masuk kedalam rumah
''Nak bagaimana ceritanya.. kenapa anak saya bisa seperti itu?'' Tanya ibu Ros pada Erik dengan nada khawatir
__ADS_1
''Emm.. Erik bingung mau menjawab apa?. dia juga tidak tahu apa yang terjadi pada wanita itu. . hanya tau saat dia dikejar kejar oleh para ajudan
''Kenapa Nak. apa yang terjadi''
Tapi belum Erik menjawab rupanya Airin sudah datang membawa tempat obat-obatan . Erik juga ibu menoleh pada Airin, ''Aku obatin ya.'' Airin duduk disampingnya Erik . .
''Ibu ambilkan minum sebentar ya.'' pamit ibu Ros
''Ya Bu.. Ucap Airin
Erik hanya melihat dan mengangguk
Airin mulai mengobati Erik dengan kapas dan antiseptik..
''Iya ini sudah pelan kok.'' Jawab Airin
Saat Airin sedang mengobati luka di wajahnya.. Erik terus memperhatikan wajah Airin . .'Catik Tak sadar Erik memuji wajah perempuan didepannya ini.. yang kemarin dia tak sengaja dia cium
Lalu saat teringat peristiwa di toilet itu Erik tersenyum dan tak sengaja. Erik menatap ke bibir ranum Airin.. Erik terus memperhatikan nya
Karena Erik terus memperhatikan bibir Airin. Erik
Malah mendekat kan wajahnya pada wajah Airin. entah apa yang ada dipikiran Erik saat ini....!
__ADS_1
Sadar Erik terus memperhatikan Airin. lebih tepatnya memperhatikan ke arah bibirnya . ditambah Erik yang mendekat kan wajahnya ke wajah Airin..
Airin pun dengan sengaja menekan luka di wajah Erik... ''Aw.. AW.. kau kau kenapa menekan lukanya. Ah'' Erik tak jadi merasakan manisnya bibir Airin. malah merasakan sakit juga perih di lukanya .
Airin menatap tajam pada Erik. ''Kau ini ya. tak tahu malu?''
''Hei apa maksudmu'' balas Erik
Airin melengoskan kepalanya ''Kau pikir aku tak tahu apa yang ingin kau lakukan tadi kepadaku..'' Airin mengatakan nya dengan nafas memburu
''Aku.. tidak mengerti'' Ucap Erik
''Heh.. kau jawab yang jujur tadi kau itu mau menciumiku iya.? ayo jawab'' bentak Airin
Erik gugup karena itu, Airin menekankan lukanya.. ''Emm tidak'' Erik mengelak dan menggeleng
''Alahh aku tahu isi otakmu . ayo katakan , apa yang mau kau lakukan tadi kepadaku huh.'' desak Airin
''Jangan.. jangan asal menuduhku ya.!''
Airin ingin menjawab lagi. tapi keburu ada yang menyela perdebatan mereka
''Hei ada apa ini. Kenapa kalian bertengkar dan ribut ribut?..''
__ADS_1
Bersambung