
Erik yang sudah selesai dengan rapatnya bersama clien nya tadi itu pun kembali keruangan pribadinya.. saat sudah masuk Erik dikagetkan dengan pecahnya tiba-tiba foto Dirinya dan Salsa..
''Yaampun kenapa bisa jatuh Begini.'' Erik menghampiri pigura tersebut lalu mengambilnya dan juga tiba-tiba perasaan nya tidak tenang
Erik segera mengambil ponselnya.. Saat di aktifkan rupanya ada banyak panggilan dari Airin
''Ada apa. Airin sampai menelpon ku sebanyak ini'' Ucap Erik bertanya tanya
langsung Erik menghubungi balik Airin
[Halo Airin ada apa kenapa kau menelpon ku sebanyak itu?] Tanya Erik langsung begitu Airin menjawab teleponnya
[Mas. Salsa, anak kita menghilang] ujar Airin
[Hilang apa maksudmu] Teriak Erik ikut panik
Setelah Airin menceritakan semuanya yang terjadi Erik pun langsung cek out dan kembali pulang kerumahnya..
*
Mama Laras dan sopirnya sudah mencari Cucunya itu kemana-mana. bahkan Kepada gurunya sudah ia tanyakan. dan yang gurunya lihat Salsa dibawa oleh seorang wanita.. yang guru tersebut pikir itu keluarganya dari Salsa.. dan tidak menaruh curiga sedikitpun..
__ADS_1
Mama Laras semakin panik, saat mendengar Salsa dibawa oleh seorang wanita. siapakah itu
Erik pun sedang diperjalanan menuju rumahnya.. tiba-tiba ponselnya berdering rupanya itu dari nomor yang tidak dikenalnya..
Dahi Erik mengernyit bingung. siapa yang sedang menelponnya ini . kembali Ponselnya berdering karena penasaran Erik pun menjawab
[Halo siapa ini?] Tanya Erik langsung
[Aku tahu kau pasti sedang melakukan anakmu bukan!] Jawab seorang wanita
[Hei siapa kau. jangan coba main-main denganku dan jangan kau coba-coba menyakiti putriku] ujar Erik dengan marah
[Hahahaha.. Semakin kau marah semakin aku penasaran padamu. Dan kau ingin putrimu ditemukan. Dan selamat bukan. maka datanglah sekarang juga ke xxxx] Ucapnya wanita itu memberikan alamatnya
[Kau tenang saja. aku tidak akan berbuat sesuatu kepada putrimu ini. tapi kalau dalam waktu Sepuluh menit. kau tidak juga datang maka jangan salahkan aku. kalau putrimu tidak akan selamat] wanita itu balik mengancam Erik dan menekan kata Tidak akan selamat Lalu panggilnya pun langsung dia tutup
''Halo halo . sialan'' teriak Erik marah memukul setir mobil berkali-kali dan langsung menancapkan pedal gasnya dengan tinggi menuju tempat yang wanita tadi sebutkan
Mama Laras bingung antara memberi tahu kepada Airin atau tidak.. soalnya Mama Laras takut Airin semakin panik. kalau tahu Salsa dibawa pergi oleh seseorang..
''Ah tidak. lebih baik aku tidak memberi tahu pada Airin.. kalau Airin tahu aku takut ini berakibat bagi kondisinya lagi. ya sebaiknya aku bicara kan ini nanti saja'' monolog Mama dalam hati
__ADS_1
Akhirnya setelah Erik mengemudi dengan mengebut cepat tadi Sampai-lah Erik didepan rumah tua. yang sudah tidak terpakai..
Erik melihat sekitar rumah tua ini.. ''Apa benar ini alamatnya? kenapa orang itu membawa putriku ke tempat seperti ini?'' Erik bertanya tanya
Erik berjalan ke tempat itu menuju pintu utama.. rumah yang sudah usang tidak terpakai. Erik perlahan membuka pintu tersebut
dilihatnya didalam itu ternyata sangat gelap, Erik tak melihat ada seseorang disana pun dengan putrinya.. Erik mengira Mungkin itu hanya orang iseng. pikir Erik
Lalu saat Erik ingin melangkah pergi. tiba-tiba ada suara teriakan seorang wanita..
''Aaaa Tolongggg'' Dan meminta tolong
Erik langsung mencari asal suara itu. takut-takut itu adalah Salsa, rupanya suara berasal dari dalam.. Erik segera mencarinya
Tapi pas saat sudah lebih dekat dengan arah suara teriakan tadi. Erik langsung menendang pintu itu dengan kasar hingga langsung terbuka.
''Salsa'' panggil Erik dengan keras
Tapi dilihat disana rupanya tidak ada anaknya, hanya ada Satu pria bertopeng dan juga seorang wanita yang sedang disekap. Dengan wajah yang sudah biru biru seperti habis dipukuli..
Erik mengedarkan pandangannya mencari keberadaan anaknya. ''Siapa kalian dimana putriku heh?'' Tanya Erik menatap tajam mereka
__ADS_1
Hayo dimana kah Salsa ?