Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda

Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda
96 perang dingin


__ADS_3

Sambil menunggu Airin melihat siapa yang datang, ibu Ros dan Erik melanjutkan obrolannya. ''Bu ini ada titipan dari Mama saya. dan juga Mama menitipkan salam untuk ibu'' Ucap Erik


''Aduk Nak. tidak usah repot-repot Begini. ibu jadi tidak enak, takut merepotkan karena sudah beberapa kali. ibu Laras memberikan kami makanan, dan juga sekarang sama, bilang juga terima kasih ibu untuk Mama Nak Erik'' Ucap ibu merasa tak enak


''Tidak merepotkan Sama sekali kok Bu . iya nanti saya sampaikan.'' Kata Erik


🌴


Kembali pada Airin dan pria tadi


''Hai Airin..'' Rafael datang dan menyapa Airin


''Oh hai juga kak.'' Balas Airin


''Aku mengganggu gK Rin?'' Tanya Rafael


''Oh enggak ganggu kok kak.'' Kata Airin lagi


''Rin.. siapa yang datang?'' teriak ini Ros dari dalam


Airin dan Rafael menoleh pada asal suara, ''Oh ini Bu . kak Rafael yang datang.'' Jawab Airin dari luar


''Oh ya kak ada apa ya. kakak malam-malam begini kesini'' Airin bertanya


''Saya cuma mau berkunjung saja Rin, kan dari satu pulang. saya belum menemui ibu Ros.'' Ucap Rafael yang beralasan, karena sebenarnya tujuannya yang utama itu ingin bertemu dengan Airin


''Oh gitu jadi mau bertemu ibu ya.'' Kata Airin


''Iya Rin . apa kamu berpikirnya dan berharap kakak ini mau menemui mu gitu ya?'' godanya


Airin tersenyum, lalu menggeleng kan kepalanya.


''Ah tidak kak. bukan begitu maksud aku kok'' ujarnya

__ADS_1


''Rin kenapa masih diluar. kenapa tidak kamu ajak masuk Nak Rafael.'' Ucap ibu lagi


''Oh iya kak ayo masuk. itu ibu Sudah Menyuruh kita masuk.'' ajak Airin


''Iya Rin..'' Rafael mengikuti langkah Airin dari belakang


''Assalamualaikum Bu..'' Ucap salam nya saat sudah masuk dan menemui ibu Ros, yang rupanya tidak sedang sendirian di dalam rumah itu


''Iya waalaikum salam Nak Rafael ayo duduk ikut bergabung.'' ajak ibu


''iya.' Rafael hanya mengangguk


Lalu sekarang tatapan nya beralih kepada pria dihadapannya itu yang tak lain dan tak bukan adalah Erik.. pun begitu juga Erik menajamkan pandangan nya. saat sudah melihat dengan jelas wajah pria ini. yaitu Rafael.. Dia, bukankah dia pria yang waktu itu sedang mengobrol dengan Airin saat di pasar malam itu.. dia juga penyebab aku mabuk, lalu sekarang mau apa dia kesini, apa memang sedekat itukah mereka? .Kata hati Erik bertanya tanya


juga dengan Rafael yang bertanya tanya. siapa dia, Kenapa bisa berada di rumah Airin. bersama anak kecil. dan ada apa dengan tatapan nya itu, seperti ingin bermusuhan. padahal mereka tidak saling kenal.. Pikir Rafael juga


''Oh ya Bu . maaf kalau saya mengganggu, datang kesini dengan waktu yang tidak tepat.'' Ucap Rafael sopan dan merasa tidak enak karena rupanya mereka sedang kedatangan tamu juga


''Tidak apa apa kok Nak Rafael, tidak menganggu Sama sekali.. oh ya kapan kamu pulang dari Australia Nak?'' tanya ibu


''Oh Begitu ya. tidak apa-apa nak. ibu mengerti pasti kamu sedang banyak pekerjaan. dan terima kasih juga sekarang sudah mau datang jenguk ibu'' Ucap ibu Ros


''Iya bu . dan ini saya bawakan oleh-oleh untuk ibu juga Airin..'' Rafael menyodorkan paper bag yang dia bawa


''kak kenapa repot-repot.'' Ucap Airin


''iya Nak tidak usah repot-repot seperti ini.'' timpal ibu Ros sekarang


''Bu sama sekali tidak merepotkan, diterima ya'' ujarnya Rafael


''Yasudah ini ibu terima ya. dan terima kasih'' Ucap ibu


''Ya Bu sama-sama.''

__ADS_1


''Kak, tunggu sebentar ya. aku buatkan minum dulu untuk kakak.''


''Iya Airin terima kasih.''


''Sip kak.'' Airin pun beranjak dan pergi ke dapur untuk membuat minum


Erik ditempatnya masih memperhatikan gerak-gerik Airin dan pria ini.. Huh so caper pasti nih cowok . pasti punya niat terselubung dia datang kesini itu. Kata batinnya Erik


''Maaf. Bu daya mau menumpang ketoilet sebentar.'' Ucap Erik tiba-tiba


''Oh iya nak . silahkan tinggal masuk dapur nanti ada disana kamar mandinya kok. tapi maaf ya kalau tidak nyaman.'' jawab ibu


''Tidak apa-apa kok Bu. tidak masalah, saya juga titip anak saya sebentar Bu'' kata Erik dan setelah mengatakan itu dia langsung pergi dan tanpa menghiraukan Rafael yang sedang menatapnya juga. saat ini juga Salsa sedang tertidur mungkin karena terlalu kelelahan bermain dari siang tadi


''Itu siapa ya Bu . aku sepertinya baru melihat Nya?'' tanya Rafael


''Oh itu anak dari majikannya Airin. Rafael, ya sekarang Airin sedang bekerja jadi pengasuh anaknya ini.'' Tunjuknya pada Salsa yang tertidur ''Dan yang tadi itu ayahnya anak ini'' jelasnya ibu


''Pengasuh Bu. memang ibunya Kemana?'' tanya Rafael lagi


''Katanya sudah meninggal'' jawab ibu


''Inalillahi. kasihan anak sekecil ini sudah tidak punya ibu.'' Ucap Rafael ikut prihatin


''Iya memang kasihan sekali.'' timpal ibu


Dan di dapur . rupanya Erik bukan mau ke toilet Sungguhan.. tapi Erik ingin mencari kesempatan untuk mendekati Airin, rasanya Erik ingin berteriak dan bertanya siapa lelaki itu.. tapi otaknya masih waras, dan Jangan bersikap bodoh Erik, pikirnya


Erik berjalan dengan mengendap , memperhatikan wanita didepannya yang sedang fokus membuat minuman.. Erik berjalan semakin mendekat.. dan setelah sampai Erik mengunci pergerakan Airin dari belakang


Airin terperanjat kaget. saat tiba-tiba ada sepasang tangan, yang mengunci tubuhnya pergerakan nya Airin yang kaget ingin menjerit, yang Airin kita mungkin itu maling.! Tapi Erik yang tahu akan reaksi Airin pun menutup mulutnya Airin dengan cepat.. ''Syutt ini aku..'' bisik Erik pelan tepat didekat telinga Airin


Tubuh Airin berontak juga kepalanya ia gelengkan. meminta agar Erik melepaskan tangannya dari bekapan di mulutnya ini

__ADS_1


Erik takut Airin kehabisan nafas pun melepaskan bekapan tangannya.. dan dengan sekali tarikan, membalikkan badan Airin hingga kini mereka saling menatap


__ADS_2