Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda

Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda
Welcome to my Baby Boy


__ADS_3

Erik dan sekeluarga telah sampai di ruangan yang sudah di sediakan oleh dokter yang akan menangani Airin Nanti..


karena Airin sudah menghubungi dokter itu , maka sudah di sediakan.


''Dok tolong segera periksa istri saya'' Ucap Erik kepada dokter yang biasa memeriksa Airin selama ini


''Baik, tapi tolong tunggu di luar ya biarkan saya memeriksa nya dengan benar,'' Ucap dokter spesialis kandungan


''iya, sudah sebaiknya kita tunggu di luar'' kata Mama


''Gak apa-apa, kan mas tunggu di luar'' tanya Erik Kepada Airin, yang sudah berbaring


''iya mas. gak apa-apa kok, biarkan Dokter melakukan tugasnya. mas tunggu saja diluar dan jaga Salsa'' ujar Airin


''Yasudah, mas tunggu di luar'' Cup Erik mencium kening Airin


''hm''


*


''Bu, apa mulas nya sudah sering?'' tanya dokter sambil memeriksa pembukaan nya


''Tadi sih waktu di rumah, lumayan sering dok. tapi sekarang mulas nya justru jarang'' Jawab Airin menjelaskan


''Oh baik, dan ini ya Bu. pembukaan nya sudah sampai di pembukaan Empat.. dan memang untuk ukuran seperti itu rasa mulas akan jarang jarang, tapi kalau pembukaan nya sudah naik. itu baru akan lebih terasa mulai nya, jadi untuk sekarang ibu. sebaiknya berjalan-jalan saja, biar menambah kontraksi'' Ucap dokter menjelaskan


''Baik Dok, terima kasih''


''Iya baik kalau begitu saya permisi, dan nanti satu jam lagi saya akan datang untuk memeriksakan ibu lagi.'' ucap dokternya


''iya dok''


Setelah dokter nya pergi. ibu juga Mama dan Erik Salsa masuk. karena penasaran ingin tahu hasil dari dokter, yang sudah memeriksa Airin.


tapi sebelum mereka masuk, dokter sebelumnya menjelaskan, kalau Airin ini ada riwayat darah tinggi.. dan dokter menyarankan untuk tidak membahas sesuatu yang bisa membuat pikiran Airin terganggu. tapi dokter juga sudah memberikan obat penurun darah tinggi.


''Rin, bagaimana apa kata dokternya'' tanya Ibu


''oh itu Bu. dokter hanya bilang kalau, pembukaan nya ini baru Empat . dan nanti satu jam lagi dokter akan kesini lagi untuk melakukan pemeriksaan kembali..''


''Sayang tapi kamu tidak pusing kan?'' tanya Erik khawatir apalagi setelah mendengar penjelasan dokter tadi


''Ya memang sih kadang mas ada sedikit pusing'' jawab Airin


ibu Mama Erik saling menatap cemas,


''mas, ada apa , kenapa kok pada diam?'' Tanya Airin heran

__ADS_1


''Oh gak ada kok sayang''


Beberapa saat, seperti yang sudah dokter bilang. Airin harus berjalan-jalan untuk merangsang kontraksi nya..


di dalam ruangan itu, Airin sekarang sedang berjalan jalan. dan juga sesekali Airin Meringis menahan sakit nya dan mulas,


''Yank, sakit ya'' ucap Erik ikut ngilu


''Ya mas ini mulas nya bener bener sakit''


''yaudah duduk dulu saja'' Erik membantu Airin duduk


''Awhh mas, sakit''


''Sabar ya sayang, biar mas panggil dokter nya''


Erik langsung keluar memanggil dokter tersebut.


''Dok itu istri saya, sepertinya mulas nya sudah sering, tolong di periksa lagi''


''Baik pak. ayo biar saya periksa''


Setelah dokter sampai


''Bagaimana Bu, sekarang apa yang di rasakan?'' tanya dokter


''Yasudah, pak coba bantu berbaring istrinya''


Erik membantu Airin berbaring, dan ikut menemani.


dokter pun memeriksa, segala sesuatunya.. ini memang sudah pembukaan tujuh, tapi...


''Mas,, mass kok gelap mas.. ini Kenapa mas tiba-tiba gak jelas penglihatan aku'' Ucap Airin panik . sambil meraba tangan Erik


''Sayang kamu kenapa, ini mas ada disini . sayang'' Erik panik


''Dok, dokter ini istri saya kenapa dok'' Ucap Erik panik. bertanya pada dokter, Erik segera memegang tangan Airin erat


''mass aku, aku pusing mas'' Ucap Airin lemah dan tiba-tiba Airin pingsan.


''Sayang, eh bangun Rin Airin'' Erik seketika panik dan Erik menepuk pelan pipi Airin,


''Dokter ini kenapa''


''Biar saya periksa, Anda tolong tunggu di luar''


''Baik dokter, sayang kamu cepat bangun ya. jangan buat mas khawatir begini, mas tunggu kamu diluar ya'' Cup Erik mencium keningnya dan berlalu keluar

__ADS_1


Dokter pun kembali memeriksa kondisi Airin .


lalu setelah selesai, dokter memberikan penanganan pertama,


dokter pun keluar,


''Dok bagaimana. apa yang terjadi sama istri saya. dia sudah sadar sekarang Dok?'' tanya Erik dengan keadaan sangat panik dan khawatir Begitu juga Mama dan Ibu.


''Pak, ibu Airin darah tinggi nya memuncak. jadi untuk keselamatan keduanya, kita harus lakukanlah Operasi Cesar, dan kami meminta persetujuan dari keluarga. karena kalau tidak dilakukan. itu berbahaya'' ujar dokter


''Rik, sudah kamu setujui saja. tidak apa-apa Airin melahirkan dengan di Cesar, cepat ambil Keputusan. untuk anak dan istrimu'' Mama mendekat Erik dan mengatakan itu


''Baik dokter.. saya menyetujui dan tolong lakukan apapun untuk keselamatan anak dan istri saya. tolong dokter''


''Tentu Pak, kami akan melakukan semampu kami.''


''Baik. suster tolong berikan surat izin nya''


''baik, pak ini tolong di tanda tangani''


Erik pun segera menandatangani, surat pernyataan bahwa Airin akan segera dilakukan operasi...


Lalu Airin segera di bawa ke ruangan operasi. oleh para perawat, juga diikuti Erik dan sekeluarga.


''Sayang, kamu cepat sadar ya. Rin ini kita semua menunggu mu'' ibu mengusap kepala Airin. lalu mencium seluruh wajahnya.


Beberapa saat.. hingga Tiga jam, akhirnya ruangan operasi. berubah warna, pertanda operasi telah selesai dilakukan.


Suster pun keluar dengan membawa, seorang bayi kecil dan tampan.


''Keluarga Bapak Erik'' Ucap suster


''Ya saya. sus apa ini anak saya'' Erik bahagia


''Iya benar pak. anaknya sudah lahir dan berjenis kelamin laki-laki. sekarang ikut saya keruangan bayi, dan bapak bisa mengadzani disana''


Mama Laras, ibu Ros segera melihat cucu mereka.


Setelah itu.


Erik pun mengikuti suster tersebut, keruangan bayi.


**Welcome to my baby Boy..


ayo gaes kasih ucapan nya..


dan berikan nama apa, yang cocok untuk baby ini..

__ADS_1


tulis di komentar 😍**


__ADS_2