
Gaunnya Salsa itu rupanya menyangkut pada sesuatu. entah kenapa bisa tiba-tiba seperti itu, hingga akhirnya kejadian menimpa seseorang pun terjadi juga..
Setelah beberapa detik. Salsa yang masih memejamkan matanya itu. pun perlahan membuka matanya. karena dirasakannya dia seperti tidak merasakan kesakitan apapun.
Setelah matanya terbuka lebar. dan tiba-tiba dirinya melihat wajah seorang pria. tepat didepan wajahnya, mata Salsa pun semakin membulat sempurna.. lalu dia mencoba berkedip berkali-kali, untuk memperjelas penglihatannya. 'Apa ini mimpi.? Adrian kenapa ada dia? Oh tidak kok dia tampan sekali' Puji Salsa dalam hatinya.. dan masih melihat wajah pria itu. bahkan Salsa kini menatapnya tanpa berkedip
''Kau mau bangun atau ingin tetap seperti itu, di atas tubuhku hah? Lo itu berat cadel'' Ucap pria itu dengan tatapan dingin
''Eh, .'' Salsa pun langsung tersadar, dan segera melihat sekitar juga posisi dirinya yang ternyata tengah berada di atas tubuh pria ini
''Ya ampun maaf maaf'' ucap Salsa lagi
lalu Salsa buru-buru bangun, karena kesusahan. teman temannya pun membantu Salsa berdiri. ''Ke-kenapa bisa?'' tanya Salsa gugup
''Lo tadi narik jas nya Adrian Sa'' bisik Maura memberi tahu
''hah. apa iya gue narik jas nya dia?'' Salsa tampak shock
Adrian yang dari tadi memang memperhatikan Salsa, pun membuang muka lalu kembali melihat pada wanita itu lagi. dan sekarang menatapnya tajam.
__ADS_1
''Sudah salah berkilah lagi. Dasar cewek cadel'' ucap Adrian menatap wajah Salsa. lalu setelah itu dia pun pergi meninggalkan tempat itu
Salsa tak terima di katakan seperti itu oleh Adrian. ''Hey gue udah gak cadel lagi tau. gue ini udah bukan anak TK lagi'' Salsa berteriak pada Adrian yang berjalan pergi. Salsa pun tampak marah
''Sudah kalian kok ribut lagi sih. malu Sa, katanya kan bukan anak kecil lagi'' tegur Maura dengan nada mengejek
''Ihh Lo ngejek gue ya?'' Salsa kesal pada Maura
Maura dan Pricilla terkekeh.. ''Yang suka baperan marah-marah kan bocah iya gak?'' sambil tertawa kecil pada Pricilla
Pricilla mengangguk tapi segera merelai. ''Sudah ah kok sekarang kalian yang ribut. Oh ya Sa, tadi itu sebenarnya Lo kenapa kok. bisa tiba-tiba jatuh di atas tubuhnya Adrian?'' tanya Pricilla. Ya karena kebetulan tadi Pricilla dan Maura sedang mengobrol dengan teman yang lain. jadi mereka tidak tahu, bagaimana yang terjadi pada Salsa
''Hmm kok bisa ya. padahal pasti tadi disana kan masih ada orang. tapi yang Lo tarik itu malah si Adrian'' Ujar Maura dengan terkekeh kecil
''Ah jangan jangan Lo jodoh Ama dia Sa'' celetuk Pricilla menatap Salsa
''Yah bisa jadi'' timpal Maura
Salsa langsung menatap keduanya dengan tatapan yang sulit di artikan..
__ADS_1
''Ok ok.. iya iya kita cuma bercanda''
Sampailah mereka di rumahnya masing-masing..
Lalu seorang wanita cantik, yang sudah siap dengan tidur nyenyak nya itu.. kini tengah berbaring sambil mencoba menutup matanya..
Tapi tiba-tiba muncul begitu saja, wajah seseorang. dia pun langsung membuka matanya lagi..
''Ya ampun, kenapa wajah Adrian selalu muncul..''
dia pun mencoba untuk terpejam lagi. tapi lagi-lagi wajah pria itu selalu muncul, bahkan kini yang ada dipikirannya adalah kejadian tadi..
''Kalau sedang tidak marah-marah, kok si Adrian tampan banget ya?'' celetuknya tanpa sadar
''Kadang bener juga yang di bilang si Maura, si Adrian sekarang memang tambah ganteng'' ucap Salsa lagi, kini ia sampai senyum-senyum. dengan sesekali membayangkan kejadian tadi
Masih dengan senyum nya Salsa pun akhirnya tertidur dengan memikirkan satu orang itu. sesekali bergumam ''Adrian...''
''Saya Terima nikah dan kawinnya Salsabila dengan Mas kawin tersebut di bayar tunai''
__ADS_1
''Hah....''