
Kalau saat itu Ferro yang berniat gencar mendekati Salsa. Tapi sayang mungkin mereka tidak lah berjodoh.. dan kini saat ini Adrian juga sama halnya.. dia pun mencoba mendekatinya Salsa,
Sesaat setelah Salsa Sampai mengantarkan Adrian ke kamarnya..
''Mau langsung berbaring?'' tanya Salsa
Adrian menggeleng.. ''Tidak Sa, aku ingin duduk dulu di kursi itu'' tunjuknya pada sofa di kamarnya.
''Oh yaudah'' Salsa pun membawa Adrian kesana.
''Sa..'' panggilnya dengan menatapnya.
''iya Drian?'' sahut nya
''Sini. kamu duduk dulu disini'' sambil menepuk kursi sampingnya.
''Sa, aku mau mengatakan sesuatu'' Ucap Adrian. saat Salsa Sudah duduk.
''iya tinggal bilang saja'' ucap Salsa
''Sebelum nya. aku mau meminta maaf atas sikapku dulu . saat waktu kecil kita dulu, aku begitu jahat padamu. Hanya karena aku merasa iri. Melihat kedekatan kamu dengan Daddy kamu Waktu itu.'' Ucap Adrian memulai percakapan
''Drian, dengar ya. Aku sudah tidak memikirkan masalah masalalu saat kecil kok. Jadi itu tidak perlu di bahas lagi'' kata Salsa
''iya Sa, syukurlah kalau seperti itu tanggapan kamu. Hanya disini aku yang sangat ingin meminta maaf..''
''iya aku sudah maafkan kok'' Ucap Salsa dengan tersenyum
''Terima kasih ya.. Sudah memaafkan kesalahan yang ku perbuat.''
Salsa hanya mengangguk sebagai jawaban..
''Oh ya Sa?''
''Kenapa?'' menatap
''Apa kamu sekalian sedang dekat dengan seorang pria?'' tanya Adrian
Salsa pun menggeleng.. ''Tidak'' jawabnya
''Tidak ya? Lalu pria yang waktu itu siapa Sa?'' tanya Adrian kembali
dahi nya Salsa langsung mengernyit tak mengerti. ''Pria yang mana?'' tanya balik
''Itu. Sa, yang pernah aku lihat di acara Daddy kamu. dan saat di Bioskop. sepertinya itu orang yang sama'' jelas Adrian mengatakan.
Salsa mengingat-ingat.. ''Oh mungkin itu Ferro ya?'' ucapnya menembak
''Ferro siapa?'' kini benar-benar ingin tahu.
''Itu sih teman saat kuliah'' jawab Salsa
''Teman ya?'' tampak ragu
__ADS_1
''iya teman. memangnya kenapa Dri?''
''Oh gak ada. Hanya benarkah teman tapi sepertinya kalian sangat dekat'' ucap Adrian
''benar kok dia emang teman. ya kita kenal saat kuliah dulu, juga Pricilla dan Maura juga kenal dengan Ferro kok'' jelas Salsa.
''Hm Sa, tapi kamu tidak ada rasa apa-apa kan terhadap pria itu?''
''Apa sih pertanyaan kamu itu'' Salsa justru jadi kesal .
''Kok kamu jadi kesal sih Sa, aku hanya memastikan''
''Memastikan apa memangnya?'' semakin ketus
''Ya aku harus memastikan. kamu ada perasaan pada seseorang atau tidak entah itu kepada pria itu atau pada yang lain. Karena jujur Sa, sebenarnya aku juga menyukai mu..'' kini tiba-tiba Adrian mengungkapkan perasaan nya. dia pun memegang tangan Salsa..
Salsa menatap manik mata Adrian . mencari kejujuran disana, dan rupanya Adrian tampak serius..
''Sa.. aku menyukai mu'' Ucap nya lagi mengulangi
''Apa kamu tidak sedang bercanda. maksudku. kenapa bisa?'' ingin memastikan.
''TIDAK Sa, aku sedang tidak bercanda. Aku benar-benar serius aku sangat menyukai mu. dan Sa, memang dari sejak awal bertemu pun rasa ini sudah ada Sa'' Adrian membawa tangan Salsa pada dadanya Mungkin jantung atau hati
Salsa bingung lagi harus berucap apa..
''Sa. kamu mau kan jadi pacar aku, oh tidak Sa, sebaiknya kita langsung menikah saja ya?''
''Apa sih Drian.. jangan ngaco deh. menikah itu bukan hal yang main-main'' tegur Salsa mengomeli
''iya tapi kan tidak langsung menikah juga dong Adrian.. karena kita tidak sedekat itu'' Ucap Salsa
''Apa kamu ragu Sa?'' menatapnya dengan penuh selidik.
''Bukan begitu.. kita sebelumnya hanya bertemu saja kan? kita bahkan belum tahu kebiasaan dan sikap perilaku kita saja kita belum tahu..''
''Oh gitu yasudah Sa, gak apa-apa kita jalani saja ya hubungan kita. agar kita saling mengenal. dan saling tahu sikap masing-masing ya''
''Beri aku waktu''
''Ok tidak apa-apa. Tapi kita sambil menjalani hubungan saja. dan Saat waktunya kamu merasa kita cocok atau Sudah siap menikah kamu langsung beritahu aku ya. agar aku segera melamar mu'' Ucap Adrian
Salsa pun mengangguk setuju..
''Jadi kita mulai hubungan ini dari hari ini ya Sa''
''hm iya ''
''Dan ya. Kalau misalnya rupanya aku tidak nyaman sama kamu. atau ternyata aku tidak merasakan rasa apa-apa padamu bagaimana Adrian?'' tanya Salsa ingin tahu Jawaban nya dari Adrian.
''Tidak apa-apa kok Sa, aku tidak akan memaksa mu lagi untuk menikah dengan ku. bahkan tidak akan memaksa mu untuk menyukai ku. Tapi aku yakin kok Sa, kalau kamu akan segera Bucin pada ku'' Ucap Adrian dengan begitu percaya dirinya..
''Percaya diri sekali ya Anda'' Salsa mengejek.
__ADS_1
''Ya harus dong . Jadi laki-laki itu harus percaya diri,'' jawabnya
''iya deh iya...''
keduanya pun berciuman Eh enggak lah author bercanda pppptttt.
...****************...
Lalu kembali pada Dua Manusia masih di kota Bali ini.. mereka yang tampak masih bergulung di selimut yang sama..
sang wanita pun menggeliatkan tubuhnya. pertanda dia sudah terbangun.
''Emhh..'' Pricilla pun melenguh dan ia merenggangkan otot tangannya. sampai selimut tersingkap dan melihatkan kulit tangannya yang putih ..
Pricilla perlahan membuka matanya, saat sudah benar-benar terjaga Pricilla tampak merasa asing dengan suasana kamar ini.. ini seperti bukan hotel nya kemarin yang dia pesan. pikirnya..
''Selamat pagi'' tiba-tiba ada suara mengagetkannya berada di sampingnya..
''Ah. Ferro?'' dengan wajah kebingungan
''Pagi Cill... bagaimana nyenyak tidurnya?'' tanya Ferro sambil tersenyum menggoda
''Kok kamu bisa Ada disini sih Fer?'' dengan wajah herannya.
''Ya ampun coba kamu ingat-ingat.. ini di mana?''
Pricilla menatap sekitar lalu ia menggeleng ''Aku gak tahu.. Eh tapi...''
''Apa Sudah ingat hm? masa kamu tidak ingat sih Cill.. aku loh yang membawamu kesini. dan apa kamu juga tidak ingat apa yang sudah kita lakukan semalam?'' masih dengan senyum menggodanya..
''Apa sih Fer. perkataan mu itu. memang apa yang kita lakukan semalam huh''
Pricilla membuang muka dia tampak sangat malu.
''Benar kamu tidak ingat . apa yang kulakukan semalam?''
''Apa memangnya hah. cuma kaya gitu doang kok'' sahut Pricilla
Gak lebih dari berciuman ya .
''Oh hanya gitu doang ya Cill.. HM apa kamu menginginkan yang lebih ya Cilla?''
''Eh enggak lah.. Yang lebih apa sih Ferro.. Kamu jangan macam macam ya!'' dengan menatap tajam.
Fero bukannya takut justru ia tertawa dan Merasa sangat lucu.
''Kok ketawa sih'' Pricilla cemberut
Muahh... Fero langsung mencium pipi Pricilla tanpa meminta izin..
dan juga menggigit leher Pricilla..
''Aw...''
__ADS_1
''Tanda kiss pagi dari aku'' bisiknya di telinga Pricilla.