
Erik memilih tempat untuk mereka makan malam ini di mall yang tidak terlalu jauh dengan perumahan sekitar rumahnya..
Saat sedang makan malam bersama ini. tiba-tiba Erik melihat sekelebat bayangan seseorang yang menurutnya seperti mirip dengan seseorang yang dikenal nya
Awalnya Erik sangat shock
Ah tidak mungkin aku salah lihat.. mana mungkin orang yang sudah meninggal bisa hidup kembali. Kata batin Erik dan kembali fokus pada makanan
''Ma, aku sama Airin mau pergi berbelanja dulu ya. kalian kalau mau pulang sekarang aku sudah suruh sopir kita menjemput kalian pulang'' ujar Erik
Dan Erik ingin belanja dengan Airin. untuk membelikan barang yang Airin perlukan
Airin sedikit bingung. kok tiba-tiba Erik ingin mengajaknya berbelanja, tapi tidak bilang dulu padanya tadi.. pikir Airin
''Oh yasudah Rik , iya sebaiknya Mama juga ibu Ros pulang sekarang. ini juga sudah terlalu larut untuk orang tua seperti kami, untuk bergadang Ya kan Bu?'' Ujar Mama dan berkata pada ibu Ros
''Ah iya tentu Bu, biarkan yang muda saja yang pergi dan melanjutkan aktivitas nya'' Sahut ibu tentu paham dengan perkataan Mama Laras
ish ada apa ini sebenarnya dengan ibuku dan juga Mama kenapa mereka sepertinya sangat suka sekali dengan setiap perkataan yang pria ini katakan.. Kata batinnya Airin Bingung
Kebetulan sekarang sopir pun telah datang. lalu Mama juga ibu Ros pergi pulang ke rumah Mama Laras dan Salsa yang tertidur ikut Mama pulang
Tunggal lah Erik dan Airin
*
''Ayo'' ajak Erik yang telah berdiri
''Kemana?'' tanya Airin
''Aku ingin kamu membeli semua kebutuhan mu. juga ibu mu, dan kumohon kau terima ya'' Kata Erik menjelaskan
''Sepertinya tidak perlu deh Pak'' kata Airin
''Kok tidak perlu sih. ini sangat perlu sudah Jangan Menolak nya, ayo'' paksa Erik untuk Airin mau pergi ke pusat belanja yang masih berada di mall tersebut
__ADS_1
''Tapi...''
''Tidak ada bantahan ayo'' putus Erik
''Yasudah.''
hingga akhirnya keduanya pun berjalan dengan saling berpegangan tangan, lebih jelasnya Erik lah yang memegang tangan Airin dengan erat..
Airin sesekali ingin melepaskan tangannya yang dipegang seperti ini
''Kenapa?'' tanya Erik
''Bisa dilepas tidak, jangan seperti ini'' pinta Airin dengan mengisyaratkan ke tangan mereka
''Memang nya kenapa kalau seperti ini. kita kan sudah menikah, dan oh apa kau takut kalau ada seseorang melihat kau sedang bersama ku ya?'' tebak Erik
''Siapa?'' tanya Airin tak mengerti
''Ya, mungkin kekasih mu'' jawab Erik asal
Tapi Erik tersenyum sendiri ''Oh jadi selama ini kamu masih sendiri, berarti aku tidak merebut mu dari siapapun bukan?'' tanya Erik. ada perasaan senang tersendiri bagi nya karena Airin yang belum punya pacar itu dan Ya! berarti dirinya tidak merebut Airin dari pria manapun..!
''Memang tidak'' Ucap Airin pelan ''Sudah ah kenapa membahas ku. sekarang katakan ini kita mau kemana?'' tanya Airin ingin mengalihkan pembahasan
''Kamu mau beli apa?'' Erik balik bertanya
''Lah kok malah balik bertanya, kan Anda yang mengajak ku ke sini'' Ucap Airin
''Kita beli pakaian untuk mu, juga ibumu ya. setelah itu keperluan mu yang lain. ayo'' Erik pun membawa Airin ke tempat pakaian yang harganya bukan yang biasa Airin beli
Sebelum Airin mencoba bahkan memilih. ia terlebih dahulu melihat harganya, dan mata Airin membulat saat membaca harga yang di bandrol nya..
Airin mencoba untuk melihat yang lain lagi, yang lebih murah pikirnya, hingga Erik bingung kenapa Airin tak jadi memilh baju yang tadi di lihatnya..
Pun begitu dengan yang lainnya. Airin tak jadi lagi memilih pakaian yang di lihatnya ini..
__ADS_1
Erik yang penasaran pun akhirnya bertanya ''Kenapa, apa tidak ada yang cocok untuk mu. di tempat ini,?'' tanya Erik
Airin Hanya menggeleng ''Eh bukan begitu..''
Erik memotong ucapannya ''Yasudah kita pergi ketempat lain saja ya yang kau sukai ayo'' ajak Erik ingin pergi dari sana, juga Erik yang salah mengartikan
''Jangan biar disini saja ya'' Kata Airin
Dahi Erik mengernyit ''Disini? bukannya tidak ada yang mau kau beli disini. bukannya tidak ada yang kau pilih hem?'' tanya Erik bingung
''Itu anu, sebenarnya... disini pakaian nya sangat mahal-mahal, jadi aku sedikit ragu untuk mengambil nya'' Ucap Airin dengan berbisik karena tidak mau pegawai toko tersebut mendekat nya
Dan itu sukses membuat Erik tertawa ngajak ''Astaga Airin..'' Erik mencoba meredakan Tawanya
Sebenarnya pegawai toko tersebut sedikit mendengar perkataan Airin tadi, dia jadi tahu apa alasan Airin tak jadi memilh baju disini yaitu karena harganya. lalu ikut tertawa sedikit
''Ih kok ngetawain aku sih, emang ada yang lucu apa?'' ketus Airin membuang muka kesal pastinya dan malu sudah pasti
''Dengar Airin, kamu jangan banyak memikirkan soal uang dan harganya. sudah sekarang kamu pilih semua baju yang kau inginkan. Ok ingat jangan terlalu banyak memikirkan soal bayarnya.. apa kau lupa siapa suami mu ini?'' Kata Erik dengan suara yang cukup tinggi
''Ih, jangan keras-keras bicaranya aku malu'' Protes Airin yang malu karena di perhatikan oleh pegawai toko itu
''Tidak udah malu, justru yang harus malu disini mungkin aku ya. karena kamu meremehkan uang ku, Airin'' kata Erik Sedikit sombong untuk menggoda Airin
''Ya ya aku memang lupa, kalau kau ini orang berada'' kata Airin
Erik tersenyum ''Yaudah aku tunggu di depan sana ya.'' Menunjuk tempat tunggu ''Mbak tolong bantu istri saya membawakan belanjaan nya, dan ingat kasih semua barang yang sesuai dengan istri saya.'' Perintah Erik
''Baik Tuan sesuai perintah Anda.'' Ucap pegawai tersebut mengangguk hormat
Airin pun ingin protes tapi Erik sudah keburu pergi
Sudah harganya pada mahal terus harus diikuti oleh pegawai nya juga lagi.. hah ini aku seperti sedang bermimpi berada di dalam Drakor yang sering ku Tonton.. Gerutu hati Airin
Beberapa Menit
__ADS_1
Erik yang sedang menunggu Airin, di kagetkan dengan tepukan seseorang