
Masih flashback dulu.
saat itu
Pricilla berlari dengan perasaan yang begitu kacau.. dia begitu shock juga tidak percaya bahwa selama ini pria yang ia banggakan justru mempunya wanita dekat di luar sana, punya dua wanita selain mamanya.
sungguh sakit hati Pricilla menerima kenyataan ini.. Pricilla terus berlari tak tentu arah, sampai di pinggir jalan Pricilla menangis pilu. ia menangis sendirian..
dan sekarang harus bagaimana ia menjelaskan kepada Mama tercintanya.. bahwa pria yang mereka hormati justru mengkhianati ia dan Mama Fuji?
''Ma... Cicill harus gimana ma. Cicill Bingung mengatakan nya pada Mama, ma. pria itu, pria itu jahat pada kita ma! Dia pembohong dia sudah tega ma!'' Pricilla berteriak-teriak di pinggir jalan. untuk meluapkan amarahnya.
''Mama, Cicill harus bagaimana.. Cicill benci padanya...'' maksudnya pada ayahnya
Lalu Pricilla teringat kepada Ferro... Pricilla memang mencintainya bahkan sangat menyayangkan Ferro... Tapi Mama Ferro. Pricilla sekarang menjadi benci padanya.. Pricilla tak menyangka yang awalnya ia nilai baik justru kenyataannya menusuk-nusuk dari belakang.....
''Fer.
Kenapa harus seperti ini... Ferro'' sambil menangis terisak
''Fer.... sorry aku gak bisa jalani ini lagi. '' sambil menggeleng kan kepalanya
''Ferro ini semua karena Mama Lo'' dengan berteriak
setelah lelah menangis dan berteriak.. Pricilla memutuskan untuk pergi. dan ia sepertinya tidak akan pulang ke rumahnya malam ini. Karena Pricilla tak sanggup melihat wajah sang Mama!
Pricilla pun menyetop taksi.lalu ia akan pergi ke rumahnya Maura, yang kebetulan memang tidak jauh dari sini....
Pak Panji...alias, Papa Pricilla.. ingin mencari Pricilla. ia ingin meminta maaf,dan menjelaskan semua yang terjadi..
Karena Pak Panji tak menemukan keberadaan Pricilla..
maka dia pun memutuskan untuk pulang kerumahnya atau rumah istrinya..
Pak Panji datang dengan keadaan yang sama kacaunya.. akibat ulah Ferro tadi yang menghajarnya..
dengan badan terhuyung Pak Panji mengetuk pintu .
Tok Tok
Mama Fuji yang sedang menonton televisi. lantas menoleh ketika ada yang memencet bel rumahnya..lalu Mama Fuji Melihat jam
__ADS_1
''sebentar juga Pricilla pergi ke rumah Ferro nya'' Ujar Mama yang ia pikir Mungkin Pricilla sudah kembali
Mama Fuji pun berjalan menuju pintu. Setelah dia buka. Mama Fuji terkejut saat melihat yang datang itu adalah suaminya dengan wajah babak belur.
''Astaga mas'' Mama Fuji shock sampai menutup mulutnya dengan tangan.
''apa yang terjadi? kamu kenapa?''
''Dimana Pricilla?'' tanya pak Panji dengan suara lemah
''Pricilla?'' Mama masih belum mengerti. kok suaminya tiba-tiba menanyakan Pricilla
''iya dimana dia. Fuji?'' tanya pak Panji lagi
''Pricilla sedang pergi ke luar mas''
''Pergi keluar dimana?''
''Sedang bersama pacaran'' jawab Mama memberi tahu
''Jadi Pricilla belum pulang?''
Mama menggeleng.. ''Belum.. lalu kamu kenapa bisa kaya gini mas.?'' masih penasaran
''Tunggu sebentar aku ambilkan tempat obat. untuk mengobati lukamu''
pak Panji hanya menjawab dengan anggukan saja.
Pak Panji.. mengedarkan pandangannya.. ini lah yang sebenarnya yang dia pikirkan. yang selalu dia hindari. adalah hari ini. . hari dimana pak Panji tidak ingin semuanya terbongkar
Mama Fuji kembali ke ruangan dimana pak Panji masih disana, lalu Mama Fuji duduk di samping suaminya. dan mulai mengobati luka di wajah pak Panji.
''Mas, Sebenarnya kamu kenapa. dan juga kenapa tiba-tiba begini kamu menanyakan Pricilla?'' tanya Mama sambil mengobati
''Pricilla sudah tahu semuanya..'' pak Panji menjeda ucapannya dan melihat reaksi wajah sang istri.
Mama Fuji. langsung menghentikan tangannya di luka wajah Panji..
''kenapa bisa?'' Ucap Mama Fuji dengan suara parau . mungkin sudah menahan tangisnya
lalu pak Panji menceritakan yang terjadi tadi. dimana kekasih anaknya itu adalah anak dari perempuan yang sedang ia dekati...
__ADS_1
Mama Fuji, tak bisa menahan tangisnya.. ia sekarang Terisak,. sungguh ia takut hal ini akan terjadi.. dimana anaknya akan mengetahui kelakuan busuk sang Papa..
''Mas. kenapa seperti ini, Kenapa kamu harus menghancurkan aku dan anakmu juga mas! tidak puas kah engkau yang telah menyakiti ku. lalu kenapa sekarang kau sakiti anak mu juga'' Ucap Mama Fuji menangis histeris . sekarang Mama Fuji bukan lagi mengobati luka suaminya. Tapi ia justru memukuli badan pak Panji..
''Mas.. kenapa seperti ini kenapa.. sebenarnya Dimana salahku, dan juga putriku.. kenapa kau begitu tega padanya.. dia anakmu juga mas'' Mama Fuji meluapkan amarahnya
''Mas,, kalau kau tidak suka padaku. maka kau hukum aku. aku tidak masalah.. tali kau jangan kau siksa anakmu juga...''
''Mas, kenapa, kau harus menghancurkan hubungan anakmu juga, tak cukup kah kau yang telah hancurkan hubungan kita saja..
mas. apa kau tak tahu. Kalau Fero itu sangat mencintai anakmu, tapi kau menghancurkan hati putrimu..'' berteriak marah
''Ji.. aku gak tau. aku gak tahu kalau anaknya Rini itu pacar Pricilla.. sungguh Ji, aku tidak bermaksud'' kata Pak Panji. Yang juga tidak menyangka sebelumnya..
''Sekarang bagaimana dengan putriku.. dia pasti sangat terluka.. Pricilla.. dia dimana mas, kemana Pricilla?'' Mama Fuji baru ingat kalau pak Panji kesini untuk mencari Pricilla.. lalu sekarang Pricilla anaknya itu dimana berada. kemana dia?
Mama Rini keadaannya sekarang memburuk dia sampai jatuh sakit.. dan itu penyebabnya bukan karena pak Panji.. Tapi Mama Rini Begitu Khawatir memikirkan bagaimana sekarang dengan hati Pricilla, gadis yang baik yang begitu di cintai oleh anaknya
Mama Rini sangat takut hubungan mereka kandas, karena terungkapnya masalah kemarin.. juga Mama Rini memang tidak menyangka . dan kalau saja ia tahu sejak awal, bahwa Pak Panji masih memiliki Istri. dia tidak akan Sudi untuk didekati oleh pria itu...
Mama Rini sedang berbaring, lalu beliau mencoba memanggil sang anak
''Ferro . Fer'' panggilnya
''Ferro..''
''Iya ma, kenapa? apa Mama membutuhkan sesuatu? atau Mama ingin apa?'' tanya Ferro menghampiri ibunya yang sedang sakit
Mama Rini menggeleng lemah lalu berkata ''Ferro.. apa kamu sudah menemui Pricilla?''
wajah Ferro mendadak datar. ''Tidak'' jawabnya singkat
''Kenapa Fer, Mama khawatir padanya. kamu coba temui dia Nak'' Mama memberikan usul agar Ferro mau temui Pricilla
''Gak ma! Ferro sudah tidak ingin melihatnya lagi. setelah perbuatannya Kepada Mama kemarin. dia yang lancang menuduh Mama, Ferro tidak suka itu'' Ucap Ferro Menolak tegas ia tak mau bertemu Pricilla
Mama mengerti dengan perasaan Ferro. dia tidak akan terima ada yang menyakiti Mama nya
Mama mengusap bahu anaknya itu
''Fer, kamu juga harus mengerti. Pricilla bersikap seperti itu karena dia begitu terpukul. Pricilla shock Begitu melihat perbuatan ayahnya.. dia juga korban Fer.. Mama mohon. kamu mau ya, ajak lagi dia kesini. Mama ingin meminta maaf'' Mama membujuk Ferro juga agar mau
__ADS_1
Ferro tampak berpikir . dan Ferro meminta waktu sampai besok pagi.. keputusannya ada di besoknya..
Nanti author kasih alasannya. kenapa bisa pak Panji ini sampai tega menyelingkuhi istrinya? di bab selanjutnya ya!