Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda

Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda
68


__ADS_3

Erik bersabar menunggu Airin keluar dari kamar tamu. dirumahnya ini. . tapi yang ditunggu tak kunjung keluar juga , ''Aku sudah bosan nunggu dia yang keluar terlebih dahulu.. dan aku ingin segera menemui dia, untuk meminta maaf.. karena aku akan tenang setelah meminta maaf langsung sekarang padanya..'' gumam Erik pada dirinya sendiri


''Aku sudah tak sabar, aku coba masuk saja. dan melihat langsung keadaan nya. ya aku harus kesana sekarang..'' Ucapnya lagi dan melangkah menuju kamar tamu


Tok Tok...


setelah sampai Erik pun mengetuk pintu kamar itu terlebih dahulu ''Siapa.?'' Teriak Airin dari dalam


''Ini.. ini aku. aku masuk ya'' jawab Erik dan ingin menekan kenop pintu


''Tidak jangan...'' ucap Airin


Tapi Erik tak mendengar dan keburu membuka pintunya.. Erik menengok kan kepalanya ke dalam ruangan itu


''Mau apa kau kesini?'' sembur Airin dengan sengit pada Erik . kini Airin berpikir dia tak boleh kah dari lelaki ini dan tak boleh takut.. selagi dia tidak melakukan kesalah yang fatal . begitu pikirnya


Erik berjalan mendekat pada Airin.. dan Airin pun segera ingin turun dari ranjang yang berada di kamar itu ..


''Tunggu..'' cegah Erik agar Airin tetap berdiam di ranjang itu


''Ma..mau A.. apa?'' Kata Airin dengan terbata dan waspada


Lalu Erik ikut duduk di pinggir ranjang. dan menatap wajah Airin dengan dalam..!

__ADS_1


''Hei. Kenapa kau menatapku seperti itu hah?'' Airin jadi takut kala ditatap seperti itu oleh laki-laki ini


''Kamu cantik juga kalau sedang galak seperti ini'' celetuk Erik dengan masih menatap Airin dan tersenyum tipis


''A...apa? '' Pekik Airin merasa dia tadi mendengar pujian dari Mulut lelaki dihadapan nya ini, atau dia yang salah dengar?


''Eh.. maksudku, aku ingin mengatakan sesuatu'' ralatnya enggan mengakui


"mau mengatakan apalagi memangnya. tapi kalau untuk menyalahkan ku lagi. maaf sebaiknya Anda keluar , karena saya sedang tidak ingin berdebat dengan siapapun." pungkas Airin pada Erik


"kamu ini. selalu berpikiran buruk tentang ku. coba dengarkan aku dulu dong'' Ucap Erik dengan percaya dirinya dia berucap


"Dengarkan dulu . aku harus dengarkan kamu dulu ya.. terus Apa kamu juga mendengar kan aku..." Tapi sudah dipotong Erik


"A..apa? Ap..pa aku Ti..tidak salah dengar?" tanya Airin dengan menatap Erik juga


dahi Erik mengernyit "loh memangnya kenapa. apa yang salah dengan ucapan ku", tanyanya


"Tidak.." jawab Airin


"Dan ya saya benar-benar minta maaf sama kamu. saya tidak sengaja membentak atau membuat mu terluka. ya kamu harus tahu tidak gampang jadi saya. kalau sudah menyangkut dengan anak saya. saya jadi Kalaf dan tidak ingat apapun lagi.. tapi kamu tidak usah takut . saya akan berubah sedikit sedikit.. untuk menenangkan diri saya. agak berpikir terlebih dahulu.." Terang Erik panjang lebar


"I..iya aku juga minta maaf. sudah lancang bertanya. tapi sungguh aku tidak bermaksud menyinggung.." Ucap Airin dengan menunduk

__ADS_1


"Kamu tidak salah.. karena itu salah ku dan Mama-ku yang tidak memberi tahu mu sebelumnya" timpal Erik meluruskan permasalahan ini


"Tapi karena ucapan ku. Salsa jadi menangis seperti itu. pasti dua sedih " Ucap Airin lagi


"Salsa masih kecil. belum saatnya dia mengerti biarkan seperti ini saja'' jawab Erik


", seperti ini bagaimana maksudnya?" Airin bingung dengan perkataan Erik tadi


"apa.. kamu tidak keberatan kalau Salsa menyebut mu Mama? seperti kemarin kemarin?" Tanya Erik menatap Airin


Tapi Airin hanya terdiam....


"Aku tidak akan memaksa mu. kalau kamu keberatan ya tidak apa-apa." kata Erik lagi


"Aku aku tidak keberatan kok. aku juga tidak masalah kalau Salsa hanya memanggil ku Mama saja kan?" kata Airin


"Ya. hanya memanggil mu Mama. hanya itu, dan bukan yang lain hanya menyebut mu Mama, memang kau ingin nya apa lagi?"


"tidak..." Airin menggeleng


Erik berdiri "Yasudah kamu kembali istirahat. dan ingat perkataan ku.. hanya cuma memanggil dirimu Mama tidak lebih " ucapnya dengan berlalu pergi keluar


"Apa sih maksudnya.. sudah lah berdebat dengan nya ini membuatku menguras tenaga saja " gumam Airin kembali berbaring

__ADS_1


***


__ADS_2