
Mobil hitam Lamborgini itu pun masuk kedalam halaman apartemen...
Lalu setelah mobilnya berhenti dan terparkir dengan rapi di tempat biasanya..
keluar lah seorang pria tampan.. dan ia langsung memutari mobil nya. Lalu dia membuka pintu di sebelah..
''Cill..'' panggilan dan memastikan apa Pricilla barangkali sudah sadar. nyatanya Pricilla masih juga tak sadarkan diri..
Lalu buru-buru Ferro menggendongnya lagi. dan membawanya ke kamar miliknya..
setelah sampai di dalam kamar, Ferro segera membaringkan tubuh Pricilla di atas kasur king size miliknya.. ia pun menyelimuti seluruh tubuh Pricilla .
agar baju nya itu tidak tersingkap dan menampilkan kulit putihnya..
Ferro adalah pria normal.. ia pasti akan tergoda juga bukan. dengan putih mulus kulit wanita ini. dan sebelum terjadi sesuatu hal.. maka Ferro harus mencegahnya!
lama Ferro menatapnya . lalu Ferro mengusap rambut Pricilla..
setelah itu Ferro beranjak dan ia mengambil kayu putih.. untuk mencoba menyadarkan Pricilla
ia pun menggosokkan minyak itu pada kaki dan tangan Pricilla.. agak terasa hangat untuknya..
Ferro juga memberikan aroma itu pada hidungnya..
dan syukurlah itu membuat Pricilla merespon.. dia tampak bergerak
''Cill... Cilla?'' panggil Ferro
''Awh...'' meringis sambil memegang kepala
''Kenapa . kau bisa dengar aku kan?'' tanya Ferro
''Aw.. kepalaku sakit'' keluhnya dan masih memegang kepala
''Kenapa Cill? apa yang kau rasakan?'' tanya Fero khawatir
''Ferro'' menatapnya
''iya.. kenapa dengan kepalamu?''
''Aku merasa pusing Fer'' berucap dengan suara lemah
''Apa kita ke rumah sakit saja ya?''
Pricilla menggeleng.. ''TIDAK usah.. dan tolong ambilkan obat di tas ku saja'' ucap Pricilla menyuruh Fero mengambilkan
''Obat?'' Ferro yang bingung dengan maksud Pricilla obat apa? Tapi dia segera mengambilnya
''Ini?'' tanyanya
Pricilla Melihat dan mengangguk lemah..
''Boleh minta air!'' Ucap Pricilla
''Oh ya tunggu'' kata Ferro
Ferro datang lagi dengan membawa air hangat untuk Pricilla
''Ini. aku bantu ya'' Fero pun membantu Pricilla duduk
Pricilla mengambil dua butir obat. lalu ia mengambil gelas dan meminum air putih nya... hingga akhirnya obat tersebut sudah dia minum.
setelah selesai. Pricilla kembali berbaring masih di bantu Ferro.
__ADS_1
''Cill?''
''Hm ya?'' menatap Ferro
''Kalau boleh tanya. tadi kamu habis minum obat apa?'' tanya Ferro sangat penasaran.
Pricilla diam beberapa detik, dia tampak ragu menjawab.
''Obat apa?'' desak Ferro sekarang
''Itu obat anti depresi'' jawabnya pelan.
''Apa?'' jelas Ferro sangat terkejut
''Iya'' menunduk
''Apa itu maksudmu Cill? kenapa kau sampai harus meminum obat itu segala?''
''Fer.. setelah kejadian dimana Waktu itu. dimana papa ketahuan menduakan Mama aku.. Lalu beberapa tahun terakhir ini papa juga mengulang lagi hal yang sama.. aku tidak bisa terima itu Fer, lalu aku tidak bisa memaafkan nya hingga saat itu aku begitu setres memikirkan Mama sampai aku hampir gila. karena ternyata papa juga suka melakukan kdrt pada Mama ku'' Ucap Pricilla menjelaskan.. dia menangis terisak
Ferro tak menyangka bisa seperti itu pada keluarga Pricilla.. Ferro pikir si bajingan itu sudah taubat.. Tapi rupanya dia masih berulah..
''Sudah. kamu sekarang yang tenang ya! Jangan lagi pikirkan tentang hal yang menyakitkan yang dulu terjadi.. lupakan lah dan belajar ikhlas Cill.. pasti itu akan sangat baik untukmu.
Pricilla langsung memeluk tubuh Ferro
''Fer?''
''Hm?''
''Maafkan aku ya.. saat itu aku langsung pergi begitu saja.. bahkan aku sudah bersikap seperti itu dua kali kepada mu dan pada Tante Rini.. Fer aku benar-benar menyesal karena tidak mau mendengarkan penjelasan kalian dulu''
''Sudah tidak apa-apa.. tapi mulai sekarang cobalah untuk berpikir dewasa, dan jangan langsung bertindak yang gegabah.''
''Iya!'' balas menatap
''Apa kamu benar suka pada Salsa?''
Ferro diam lalu dia membuang muka.
''Fer kok diam? gak apa-apa Fer kalau kamu memang benar suka padanya?''
''Aku memang sempat suka pada Salsa akhir-akhir ini. Tapi sepertinya Salsa sendiri tidak menyukainya ku'' Ucap Ferro
''Memang kamu tahu dari siapa?'' dengan tatapan menyelidik
''Aku bisa menebaknya nya kok Cill.. kalau di matanya seperti tidak ada rasa apapun untuk ku'' kata Ferro lagi
Oh ya? apa selama ini Salsa ada dekat atau menyukai seseorang gak?'' lanjutnya bertanya lagi
Pricilla tampak mengingat lalu dia menggeleng ''Sepertinya tidak ada deh'' sahut Pricilla
''Apa benar!''
''iya''
''Lalu kamu sendiri bagaimana? apa sekarang sudah menemukan pria ?''
''Hah? aku ya. belum ada'' jawabnya
''Masa sih?'' tampak ragu
''iya'' menjawab tegas
__ADS_1
''Oh ya kalau misalnya kita balikan lagi bagaimana Cill?''
Pricilla menatap Ferro dia sedang menilai dari Ucapan di mantan ini
''Bercanda Lo gak lucu ah'' kata Pricilla
''Kok bercanda.. ini gue serius'' ucapnya lagi
''gimana dengan perasaan Lo pada Salsa? oh apa justru Lo mau balas dendam lagi. Setelah sikap ku dulu?''
''Gak ada seperti itu.. Cill.. kalau mau gue udah berbuat itu dari dulu saja!'' Ucap Ferro membantah
Pricilla hanya terdiam..
''Cill. Pricilla Lo mau kan kita balikan lagi?'' sekarang Ferro memegang tangan Pricilla dan menatapnya dengan wajah serius
''Apa Lo gak sedang bercanda atau ngeprank gitu?'' tampak sedikit ragu
Ferro menggeleng ''Gak. gue gak lagi bercanda gue sangat serius!'' jawab Ferro
''Jadi Gimana mau kan kita jalin hubungan lagi?''
Pricilla pun mengangguk dia setuju. Dan akhirnya pasangan yang pernah berseteru itu pun akhirnya kini kembali bersama lagi..
Ferro menyentuh dagu Pricilla lalu membawanya untuk menatap nya..
''Boleh ya?'' meminta persetujuan
Pricilla yang tahu maksud Ferro pun mengiyakan sambil tersenyum..
tak buang waktu. Fero segera mendekatkan wajahnya lalu ia segera mencium bibir Pricilla dengan lembut dan akhirnya berujung penuh nafsu.. Wajar mereka normal hahaha .
......................
Sekarang Salsa sedang berada di rumah sakit. dia datang untuk menjenguk atau lebih tepatnya menemani Adrian untuk pulang..
''Sa. thanks ya, kamu sudah mau datang'' ucap Adrian
''iya Drian... mumpung di butik masih sepi. Jadi aku bisa nyempetin datang'' sahut Salsa
''Tapi kamu gak merasa terpaksa kan?'' memastikan
''Gak kok Dri..'' jawabnya
Lalu Adrian dan bunda ayah. juga tidak ketinggian si Oma, juga satu lagi yang katanya itu nenek Adrian juga.. ikut menjemput Adrian. untuk pulang ke rumahnya.. setelah beberapa bulan berada di rumah sakit ini..
Adrian memang sudah sadar dan kondisinya sudah stabil . namun kaki Adrian masih butuh tetapi.. hingga sekarang Adrian memakai kursi roda. Untuk membantunya..
lalu sampai juga di rumah, Adrian di bantu Ayah turun dari mobil. dan masih memakai kursi roda nya.
''Salsa. tolong antarkan Adrian ke kamarnya ya. biarkan dia istirahat dulu. pasti kakinya sangat pegal.?'' Ucap Oma dengan nada memerintah
''Biarkan saya saja Mom'' Ayah Andrew menawarkan
''Tidak usah Drew.. Biarkan Salsa saja. dia kan sudah menjadi calon istrinya.. biarkan belajar mengurus Adrian dari sekarang'' kata Oma lagi dengan tegas. dan sepertinya tak mau di bantah
''Nak. Tidak apa-apa kan?'' tanya pada Salsa
''Oh iya tidak apa-apa Om.. biar saya saja yang antar Adrian ke kamarnya'' sahut Salsa
''Nah begitu bagus.. biar jadi istri Sholehah'' kekeh Oma lagi
Salsa hanya membalas dengan senyuman..
__ADS_1