Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda

Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda
part 92


__ADS_3

''Apa benar Airin yang datang dalam mimpi mu sayang?'' sedikit ragu untuk Erik mempercayai ucapan anaknya ini


''Iya Daddy. benal Mama tuh suka Hadil, tiap Calca tidur . dan Mama juga selalu mengusap kepala Calca saat tidul Dad..'' kekehnya Salsa berucap


Entah aku harus percaya dengan Ucapannya atau tidak.. tapi kalau benar, apakah mungkin yang datang dalam mimpinya itu adalah Airin. bukan Sinta yang ibu kandungnya? Sungguh Erik bertanya-tanya dalam hatinya


**


Di rumah Airin. .


Airin kedatangan tamu yang tidak diundang. tamu itu adalah, bibi dan pamannya adik dari mendiang Ayah Airin..


''Maaf Bi. ada apa bibi tiba-tiba datang kesini, dan tidak memberi tahu Airin dulu.?'' Tanya Airin setelah tadi memberikan minum untuk bibi dan pamannya dan sekarang ikut bergabung dengan mereka


''Apa seperti ini. cara menyambut tamu?, setidaknya basa-basi dulu kek. tanya tanya kabar atau apalah..'' cetus sepupu Airin. anak dari paman bibinya..


''Ya bukan begitu maksud ku. Mi cuma kalau kalian ngasih kabar dulu aku bisa menyiapkan makanan dulu untuk kalian. itu maksudku.'' Jawab Airin dengan nada sedikit tinggi


''Eh kamu ini di bilangin kok malah ngeyel malah menjawab. harusnya kamu dengarkan apa yang sepupuku katakan tadi..'' Ucap bibi Lilis

__ADS_1


''Maaf Bi . Airin bukan tidak mendengar yang Mimi ucapkan . tapi bibi juga harus mengerti, Airin tadi kan sudah bilang. seandainya kalian memberi tahu kabar terlebih dahulu. aku pasti bisa menjamu kalian dengan baik. begitu Bi maksud aku.'' Jawab Airin membela dirinya sendiri


''Ya kalau mau menjamu kami kenapa gak sekarang aja. ya gitu juga kalau benar mau memberi pada kitay tidak harus menunggu kita bilang mau kesini dulu''. Ucap bibi lagi dengan nada cetus


''Sudah. sudah Kenapa malah bertengkar di rumah ku. dan kalian sebenarnya kalian ini ada apa datang kesini.?''Tanya ibu Ros menyela perdebatan mereka


''Kakak ipar. kami kesini hanya ingin mengunjungi kakak ipar. sudah lama kan kita tidak bertemu ya maka dari itu kita datang menemui kakak beberkan Ma?'' Jawab Paman Sam suami n


bibi Lilis


''Kalau memang benar kedatangan kalian untuk menemui ku. aku akan menyambutnya tapi kalau hanya untuk membuat keributan maaf sebaiknya kalian segera pergi..'' Ucap ibu Ros tegas menatap mereka bertiga


''Tenang dulu dong kakak ipar. jangan marah-marah nanti penyakit nya bisa kambuh lagi,,'' Ujar Paman Sam dengan kekehan'nya padahal dia ini adik kandung dari mendiang suaminya ibu Ros ini


''Ini karena kakak yang terus mendesak kami. maka ya ok baik saya akan mengatakan nya, kedatangan kita kesini ingin meminjam uangnya Kak Sen.. uang peninggalan nya pasti masih ada bukan?'' Tanyanya ''maka dari itu saya ingin meminjam nya.'' lanjutnya lagi


Sudah kuduga' Batin ibu Ros


'"maafkan aku Sam . tapi semua uang peninggalan suamiku sudah habis dipakai acara syukuran Satu Tahun nya saat itu.. dan juga sudah dipakai untuk biaya berobat ku..'' jawabnya ibu Ros

__ADS_1


Memang dulu ayah Airin adalah penjual sembako yang lumayan ramai pembeli.. tapi saat ibunya Mulai sakit-sakitan.. perlahan uang dari hasil penjualan sembako itu habis dipakai pengobatan ibu Ros.. lalu setelah kepergian ayah Airin, tempat sembako pun dengan terpaksa harus dijual,


Untuk biaya hidup dan pengobatan penyakit ibu Ros yang tidak sedikit.. padahal dulu ibu Ros sudah menawarkan kepada adik iparnya ini. Tapi dulu mereka menyepelekan tempat sembako tersebut..


Dan lihatlah sekarang , para manusia serakah itu malam menginginkan uang dari hasilnya.. ini bukan untuk yang pertama mereka datang. dengan tujuan ingin uang, bahkan saat awal awal ibu Ros menjual. dengan tidak tahu malunya. Paman Sam meminta bagi hasil


Padahal tempat itu sebelumnya hasil dari kerja keras ayah Airin.. bukan dari warisan keluarga.. tapi dengan beraninya dulu meminta hasil penjualan. sungguh tidak tahu malu memang.!


''Ayolah kak. jangan pelit sama adik,'' katanya lagi


''Iya kakak ipar. kita ini meminjam Bukan meminta'' timpal bibi Lilis memaksa


''Bukan aku pelit pada kalian, memang aku sedang tidak punya uang. lalu apa yang harus ku berikan padamu Sam Lis?..'' ujar ibu Ros


''Punya kakak tinggal satu susah banget ya mau pinjamkan uang doang dasar ya kalian ini sudah perhitungan pada sodara.'' tiba-tiba bibi Lilis berbicara seperti itu dengan marah marah dan tidak tahu malunya


''Apa-apaan kamu. aku sudah berbicara dengan baik. aku sudah menahannya dari tadi. tapi aku tahan karena aku tidak ingin ribut . tapi lihat kelakuan istrimu ini Sam..'' bentak ibu Ros dan langsung memegang dadanya


''Bu.. ibu sudah Bu tenang. jangan ladenin mereka, dan untuk kalian cepat pergi dari rumah ku.. pergi....'' Teriak Airin dengan sangat keras dan menunjuk pada pintu keluar agar mereka semua pergi

__ADS_1


''Dasar orang miskin. dan sombong. ayo Pa, Mi. kita pergi dari tempat kumuh ini..'' ajaknya pada anak dan suaminya dan mereka melangkah pergi keluar


''Bu.. sudah jangan banyak pikiran. jangan dianggap omongan orang orang serakah itu . sudah Bu ayo sekarang istirahat,'' Airin pun membantu membawakan ibu Ros ke kamarnya


__ADS_2