
Menjelang malam. sekarang sudah pukul enam sore, dan Airin harus pulang ke rumahnya. tapi saat Airin meminta izin untuk pergi sekarang, si bocah kecil perempuan ini. merengek minta Airin untuk tinggal lebih lama, dan tidur dengan nya saja...!
''Salsa, besok kakak nya kesini lagi kok ya?'' bujuk si Nenek pada cucunya ini..
tapi Salsa terus merengek dan menggeleng ''Tidak..'' Ucapnya masih memeluk tubuh Airin
''Salsa...'' gantian sekarang Erik lah yang berbicara
''Tidak Daddy..'' masih kukuh
''Bagaimana ini ma?'' Tanya Erik
''Mama juga bingung. kamu coba bujuk lagi Rik'' usul Mama Laras
''Ya.''
''Salsa, ayo sama Daddy..'' ingin mengambil Salsa dari dekapan Airin
''Tapi...''
''Sa.. kakak besok akan kesini. oh ya' Airin teringat sesuatu ''Salsa masih mau tidak, hadiah tadi yang sudah kakak katakan tadi itu Sa?'' lanjutnya lagi
''Hadiah. ulang tahun Calca ma?''
''Iya sesuatu yang spesial pokoknya, untuk putri cantik ini'' dengan mencubit pipinya gemas
''Iya. mau mau'' ucapnya girang
Airin tersenyum, ''Tapi.. kakak harus pulang dulu, ya?'' Jawab Airin masih menggendong Salsa
''Tenapa ma? pulang Kemana?'' Salsa kecil masih belum mengerti
''Kerumah kakak.. tadinya katanya mau hadiah nya, ya kakak harus ambil Dulu sayang. hadiahnya dirumah kakak.. jadi gak papa kan sekarang Kakak nya pulang. untuk mengambil hadiah buat Salsa ya?'' Airin mencoba membujuk anak ini. bukan Airin tak mau tinggal lebih lama, tapi pasti sekarang ibunya sedang menunggu nya juga
__ADS_1
Salsa tampak berpikir.. ''Iya deh, Mama boleh pelgi. tapi... becok benel ya, Mama kecini lagi dan bawa Hadiah nya.'' Ucap Salsa akhirnya
''Iya ok.. tuan putri, besok kakak bawain hadiahnya'' jawab Airin
''Sudah ya. sini sama Nenek. kita nonton kartun kesukaan Salsa yuk.'' ajaknya dan mengambil Salsa dari gendongan Airin, agar Airin bisa pulang
Salsa hanya melirik Mama Laras sekilas, masih belum melepaskan dekapannya dari Airin ''Ma.. Calca cayang Cama Mama.'' celetuk nya dan lalu mencium pipi Airin,
''Iya kakak juga.'' sambil mengusap kepala Salsa
baru setelah itu salsa , minta Mama Laras menggendong nya ''Sini sama nenek..biar Daddy kamu antarkan kakak Airin pulang ya'' ucapnya pada Salsa
''Eh, Bu maaf tidak usah diantarkan, saya bisa pulang sendiri kok'' tolaknya halus
''Tidak. ibu ingin Erik mengantarkan kamu pulang''
''Tapi Bu saya...'' Airin masih kukuh ingin pulang sendiri, saja
''Sudah. kenapa kamu ini ingin terus berdebat dengan Mama ku. bisa kan kamu menurut saja, dan ingat kalau terjadi sesuatu padamu. aku tidak akan mau menolong mu lagi.'' Ucap Erik tiba-tiba yang ikut berbicara
''Yasudah iya. ok aku diantar saja pulang nya'' Jawab Airin sedikit cetus
''Jawaban apa yang seperti itu.'' Erik merasa tak terima
''Kalian ini ya. malah berdebat. sudah Rik cepat antarkan, keburu malam.'' Mama Laras menyela perdebatan dua lawan jenis itu .
''Kamu tunggu di depan saya ambil kunci dulu'' Kata Erik
''Hem..'' hanya itu jawaban Airin
''Yasudah Bu, saya pamit ya. Sa kakak pulang dulu ya..'' pamitnya pada ibu Laras juga Salsa
''Iya kalian hati-hati dijalan.'' Ucap ibu Laras
__ADS_1
''Iya ma''. gantian Salsa yang menjawab
***
Didalam mobil.. dua manusia ini hanya berdiam diri tanpa ada yang berbicara satu pun. Dari mereka. !
Hingga.. Erik pura-pura gatal tenggorokan nya.!
''Hemm..'' Erik tiba-tiba berdehem lebih tepatnya Hanya untuk berpura-pura. cuma ingin mereka bicara dan tidak diam diam-an
''Kenapa?'' Airin Menoleh dan Bertanya
''Ah, itu aku aku..'' mendadak Erik susah berbicara
''Ih apa sih bicara yang jelas dong'' Ucap Airin
Ketika Erik melihat minimarket, ''Ah ya aku mau beli minum dulu ya. haus nih'' alibinya dengan cengengesan dan langsung membelokkan mobilnya ke minimarket tersebut
''Oh..'' Jawab singkat Airin
''Kamu mau minum juga?'' Erik menawarkan minuman pada Airin
''Em. ya kalau boleh teh Dingin saja'' Jawab Airin
''Ok tunggu disini. aku masuk beli dulu''
''Hem..''
Lalu Erik Keluar dan memasuki minimarket itu..
''Duh, gerah juga ya berdiam nunggu didalam mobil mah.. mending aku tunggu di luar saja'' ucap Airin pada dirinya sendiri dan langsung Keluar.. tak lama tiba-tiba ada yang menepuk pundak Airin dari belakang....
Bersambung
__ADS_1