Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda

Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda
part 94


__ADS_3

''Daddy kenapa diam, ayo Dad kerumah Mama, Daddy ayo.'' Salsa merengek dan menarik baju Erik


''Ma, gimana ini?'' Tanya Erik pada Mama Laras, Erik sudah tahu dari Mama Laras kalau Airin hari ini memang tidak akan datang


''Ya mau gimana lagi Rik . Salsa kalau sudah seperti ini kan memang susah untuk dibujuk lagi,'' jawab Mama Laras


''Jadi maksudnya aku harus bawa dia ke rumahnya untuk menemui dia begitu ma?'' Ucap Erik lagi


''Ya, daripada Salsa merengek kaya gini terus. kamu mau emangnya?'' Ujar Mama


Huftt... Erik membuang nafasnya keudara Masa harus sampai kerumahnya segala sih, nih lagi anak kecil juga ada ada saja, pakai mau kerumah dia.. Huh kan kemarin sudah ku katakan. jangan terlalu bergantung kepada nya. tapi lihat hari ini. kembali putriku menanyakan wanita itu, apa sih spesialnya dia... Ucap Erik dalam hatinya menggerutu


Lalu menatap pada putrinya ''Sa.. kita pergi ke tempat lain saja ya. em ke taman bermain mau'' tawar Erik dan Salsa menggeleng tidak mau


''oh main mandi bola mau. yang kaya waktu itu lagi sa. mau ya.'' tak habis akal Erik terus membujuk putrinya


''Tidak..'' Jawab Salsa menolak dengan lantang dan bibir di manyunkan kedepan sambil membuang muka


Mama Laras yang melihat tingkah mereka hanya tersenyum saja,,


''Daddy ayo cepat ke lumah Mama,'' rengeknya


''Tidak..'' gantian Erik menolak

__ADS_1


''Daddy kok tidak sih. kan tadi Daddy bilang iya mau menuluti inginnya Calca, Daddy bohong ya?'' Rupanya Salsa cerdas juga sekarang menagih ucapan sang ayah


Nek benalkan tadi Daddy bilang begitu kenapa Calca iya kan Nek?'' sekarang Salsa berbicara kepada neneknya mungkin mencari dukungan


''Iya, nenek juga dengar kok. tadi Daddy kamu bilang akan menuruti keinginan kamu. kemanapun itu..'' jawab Mama Laras


''Mama..'' tegur Erik huh Mamanya ini bukannya membelanya ini malah membela Salsa. yang ingin bertemu ke rumah Airin


''Rik. sudah jangan banyak berpikir lagi. ayo segera pergi kasihan anak mu..'' Ujar Mama


''Hem. yasudah iya kita pergi sekarang'' ujar Erik akhirnya


''Asyikk yeee kita ke lumah Mama ya..'' soraknya dengan heboh


''Iya nek ayo.'' Kata Salsa


''Anak itu benar-benar ya, sudah aku kasih tahu jangan terlalu bergantung.. tapi lihat sekarang saat aku melarangnya dia malah merengek terus dan lihat juga saat aku bilang iya. betapa girangnya anak itu.. Astaga aku tidak mengerti dengan semua ini,'' Ucap Erik berbicara pada diri sendiri


Lalu tak lama menunggu Salsa sudah siap dengan pakaian yang baru dan perlengkaan saat nanti dirumah Airin . juga Mama Laras membawa kan paper bag berisi makanan untuk Erik bawa kerumahnya Airin, Mama Laras pun memberikan nya pada Erik


''Bawa sekalian ini juga ya Rik.'' ucapnya


''Apa ini ma?'' tanya Erik saat Mamanya memberikan paper bag itu

__ADS_1


''Ini kamu kasih buat Airin dan ibunya.'' Kata Mama


''Oh yasudah.'' Erik pun mengambilnya dan menaruh di mobil bersama barang yang Salsa butuhkan nanti disana eh tapi tunggu kalau dilihat lihat. ini punya Salsa kok berat dan apa isinya kayak kelebihan gini.. padahal pikir Erik mereka cuma pergi sebentar kan. kok ini berat sekali pikir Erik lagi


''Ayo pamit dulu sama Nenek.'' Titah Erik pada putrinya, kini dia dan Salsa sudah berada di mobil


''Iya.. Nek Calca pelgi dulu ya.'' pamitnya


''Iya. titip salam pada Mama Airin juga ibunya nanti ya. bilang dari Nenek. juga ingat disana jangan bandel jangan rewel lagi..'' Pesan Mama


''Iya Ok Nek. Calca gak akan bandel kok'' jawabnya


''Bagus anak pintar..'' Ucap Mama mengusap kepala Cucunya


''Ma, Erik berangkat sekarang.'' Pamit Erik


''Iya hati-hati. jangan ngebut bilang pada mereka titip salam ya dari ibu'' pesannya lagi


''Siap ma..''


Erik pun langsung menancap kan pedal gasnya. untuk menuju rumah sang calon.. eh kok calon sih


ini awal mula Salsa dan ibu Ros bertemu.. tunggu kelanjutannya di bab selanjutnya ya..

__ADS_1


Bersambung dulu


__ADS_2