Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda

Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda
44


__ADS_3

''Nenek kenapa Daddy beli makanan nya lama.. Nek, Calca cudah ingin makan maltabak.'' Tanya Salsa kepada Mama Laras


''Nenek juga tidak tahu sayang.. mungkin tempat yang jualan nya jauh sayang..'' Jawab Mama Laras


yang juga merasa aneh. Erik belum juga kembali


''Begitu ya nek..''


''Ya sayang. kita tunggu saja ya sebentar lagi, pasti Daddy pulang.''


''Ya nek..'' Ucap Salsa sesekali dia menguap karena sudah mengantuk . wajar saja. untuk anak yang masih umur dua tahun lebih.. ini sudah sangat larut


Sebelum pulang kerumahnya Erik mampir dulu ke apotek. dan dia melakukan sendiri di mobil nya yang tadi belum semua Airin obati...


''Oh tidak aku lupa membeli pesanan Salsa dan Mama..'' Erik menepuk jidatnya sendiri


Haduh mana ini sudah malam.. pasti sate dan Martabaknya sudah tutup'' katanya lagi sesekali meringis ini sungguh terasa sakit sekarang


Erik terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.. tak sengaja Erik melihat gerobak martabak yang masih buka . ''Oh syukurlah disitu masih ada yang jualan.'' Erik menghela nafas lega


*****


Akhirnya hampir satu jam. Erik pun sampai dirumahnya.. ''Kasihan pasti princess ku sudah lama menunggu..'' Ucap Erik dengan meneruskan jalannya

__ADS_1


''Sayang... princess...'' Erik berteriak memanggil anaknya


rupanya Salsa sedang berada di pangkuan sang nenek.. matanya yang ingin terpejam, seketika terbuka lebar.. kala mendengar suara sang Daddy


''Nek itu Daddy. cudah pulang.'' Ucap Salsa kepada Mama Laras, matanya sudah tak ngantuk lagi


''Iya.. ayo kita temui Daddy mu.'' Mama Laras menggendong Salsa untuk menemui Erik yang lama , padahal cuma membeli date dan martabak


Saat Mama Laras datang menemui Erik . Mama Laras juga Salsa, kaget panik saat melihat keadaan Erik dan wajahnya yang babak belur


''Rik kamu Kenapa.?'' dengan nada cemas melihat kondisi anaknya yang pulang dengan keadaan babak belur


''Daddy.. Daddy kenapa.?'' Juga ikut cemas dan takut


''Tidak apa apa. bagaimana maksud mu, lihat wajahmu itu terluka. dan kau bilang tak apa. ini soal laki laki.'' Mama justru mengejek ucapan Erik


''Ma.. aku baik baik saja.. ini hanya luka kecil'' menenangkan Mama Laras Erik memeluk pundak sang Mama


''Tapi Daddy.. wajah Daddy beldalah.. Calca takut Daddy..'' Ucap Salsa sekarang menitikkan air matanya.. khawatir dengan kondisi sang ayah


''Sudah sayang. jangan menangis.. Daddy sangat baik baik saja.. sudah ya.!' Erik memeluk, menenangkan Salsa


''Ini Daddy sudah bawakan martabak pesanan Salsa.. juga sate untuk nenek..'' Erik ingin mengalihkan perhatian mereka

__ADS_1


''Kamu ini.. masih sempat sempatny memikirkan makanan.. Mama ini sedang cemas memikirkan kau kenapa, pulang dalam keadaan seperti ini'' Mama Laras tak habis pikir dengan anaknya


''Ma, aku janji aku akan cerita.. tapi besok ya. sekarang aku butuh istirahat. juga ini terlalu malam untuk Salsa..'' Ucap Erik dan melihat pada sang putri


''Yasudah.. Mama tunggu ya penjelasan kamu besok..''


Erik mengangguk .''pasti ma.!''


''Sekarang kamu bersihkan tubuhmu. dan istirahat lah.. biar Mama yang menidurkan Salsa.. kasihan juga dia sudah sangat mengantuk dari tadi'' Mama Laras pun menggendong Salsa


''Baik ma.. Erik ke kamar dulu ya.'' Pamit Erik


''Ya.


****


''Sayang.. Rik kamu sudah tidur?'' ibu Ros mengetuk pintu kamar anaknya


Tak ada jawaban.. ibu Ros mencoba membuka pintu.. dan rupanya tidak terkunci . ibu Ros pun masuk, dan mendapati Airin tengah menangis sambil telungkup..


''Rin.. kamu Kenapa. apa sebenarnya yang terjadi nak.. kamu jangan buat ibu khawatir Rin.. bicara sama ibu.?'' ibu Ros mengusap punggung Airin dirinya ikut menangis karena sangat khawatir dengan kondisi Airin....


''Bu... aku sangat takut,,''

__ADS_1


__ADS_2