Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda

Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda
19


__ADS_3

Pricilla sedang duduk bersama Mama nya yaitu Mama Fuji..


''Cill.. kamu sudah dewasa, bahkan umur kamu sudah cukup untuk mempunyai anak.. Lalu kapan kamu akan menikah Nak?'' tanya Mama di sela waktu mereka berdua sekarang


Pricilla menatap Mama, dan hanya menjawab ''Aku belum tahu ma!'' ucapnya lirih


''Cill.. Mama sudah mulai tua sayang dan Mama mau kamu sekarang ada yang menjaga'' Ucap Mama Fuji lagi


''Ma! aku bisa menjaga diriku sendiri kok'' jawabnya


''iya Mama tahu, tapi tidak ada yang tau bukan dengan umur seseorang.. dan disaat nanti Mama pergi kamu sudah ada yang menjaga Cilla'' kata Mama tiba-tiba


wajah Pricilla langsung berubah.. dia tampak tak suka dr perkataan Mama nya itu


''ma, stop berbicara seperti itu.. Cilla gak suka, Cilla pasti akan menikah ma! Tapi tidak untuk sekarang. Karena Cilla tidak mau memiliki suami seperti pria itu. Cilla harus hati-hati bukan'' Ucap Pricilla


''iya memang itu benar.. dan Mama juga selalu berdoa Cill, agar kamu mendapatkan suami yang sayang padamu..''


''iya ma! Tapi Cilla mohon jangan lagi paksa Cilla Untuk sekarang ini.. karena tidak mudah ma, untuk mencari laki-laki yang benar-benar setia di jaman sekarang''


''yasudah Mama tidak memaksa mu. Tapi bila kamu sudah siap maka segera bawa laki-laki itu kepada Mama!..''


''baik ma, nanti Cilla beritahu Mama!''


Dilain tempat.. di waktu yang sama, seorang pria tampan.. Jangan protes gengs!


sedang mengingat lagi yang kemarin di bicarakan teman temannya..


sebenarnya dia bisa saja menyatakan langsung perasaan nya pada wanita yang mulai dia sukai. Tapi pria ini tidak tahu harus memulai dari mana?


dan kalau benar si wanita sudah memiliki kekasih lalu harus bagaimana? tak mungkin ia menjadi tukang perebut?


cukup Erik saja dulu.. ya gengs!


Karena tidak mau penasaran dengan harga berdiam diri saja tanpa melakukan apapun. akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi Maura teman dari si wanita itu


[Ra..] isi pesan yang Adrian kirim


[ya kenapa Dri?] tak lama Maura membalas


sedikit ragu Adrian untuk membalas lagi


[Gue mau minta nomer telpon nya Salsa. boleh kan?] balasan Adrian


[Nomor telepon Salsa.. hm untuk apa nih?]


''Oh astaga.. dia ini terlalu banyak tanya'' kata Adrian. Tapi sudah terlanjur juga dia minta


[bukan untuk apa-apa sih. Hanya gue lagi ada urusan soal desain dan gue mau paka tanya-tanya ke dia] nah Adrian menemukannya ide juga


[Ooh gue kira Lo mau pdkt] balas Maura


''Apa? Pdkt? apa kelihatan banget ya tingkat gue?'' tanya Adrian berbicara sendiri


[Oh ya Ra, gue boleh tanya sesuatu gak nih?] b


tanya Adrian


[Apa tuh?] Maura membalas


[Gue mau nanya kira-kira Salsa sudah punya cowok belum?]


[Ohh soal itu]

__ADS_1


[Iya gimana?]


[Kalau soal itu sih Lo tanya saja langsung ke orangnya] balas Maura sambil memberi emot ngakak


lalu tak lama Maura mengirimkan nomor nya Salsa


[Tuh tanya langsung ke orangnya] kata Maura lagi


''Sialan nih cewek'' mengumpat. tapi Adrian mengucapkan terima kasih juga kepada Maura.


lalu Adrian menyimpan nomor yang tadi di kirim Maura, ia menimangnya dulu antara menghubungi atau tidak ya?


''Ah coba saja dulu'' katanya


[Hai.manis?] pesan pun terkirim


Adrian memastikan lagi pesan nya lalu matanya membulat ''Oh astaga apa-apaan gue ini. kok bisa-bisanya kirim pesan kaya gitu'' Ucap Adrian yang tak sadar


tak lama ada pesan masuk


[Siapa ya?] balasnya dari nomor yang katanya punya Salsa


[ini gue] tanggung lah Adrian sudah memulainya


[Ya siapa sih?] mungkin kesal


[Gue ADRIAN]


[Oh] balas Salsa singkat


''Apa? hanya oh doang?'' Adrian sekarang yang kesal


[Ya] dia pun ikut membalas dengan singkat


[Sa?]


lama Salsa membalas


''Kemana lagi nih?''


[Dari mana Lo dapat nomor gue?] tanya Salsa akhirnya membalas lagi


[Bukan dari siapa-siapa. gue punya sendiri kok]


[itu terlalu kelihatan loh ya Lo berbohong nya. cepat bilang dari siapa?] desak Salsa


[Gak dari siapa-siapa Sa, gue emang sudah punya nomor Lo dari lama] tentu itu hanya alasan


[Gue gak percaya? dan mau apa Lo hubungin gue . ada ke sambet ya Lo?]


[lebih jelasnya gue mau ajak Lo ketemu] tiba-tiba Adrian kirim pesan seperti itu


[mau ngapain?]


[Jutek amat sih Sa. awas nanti suka!]


[Apa sih gak banget. mau ngapain ketemu?] Mungkin Penasaran


[Ada sesuatu hal yang perlu kita bahas]


[Kita?] merasa aneh


[Ya kita.. soal kita] Adrian lebih menjelaskan

__ADS_1


[Gak ada waktu]


[Harus ada, dan ini suatu perintah yang harus Lo setujui]


''Apa sih ni orang? siapa emang dia berkata seperti itu huh'' ucap Salsa


[Gue sibuk!]


[Sibuk apa sih. kemarin Lo ada waktu buat ke bioskop?] Merasa Salsa hanya alasan


[Ya kan kemarin itu hari Minggu.. dasar sudah tua, pikun] Salsa mengumpat


[hei berani sekali ya Lo ngatain gue kaya gitu.. dasar bocah cadel] balas mengatai


[Hei gue udah gak cadel lagi..Lo ya awas Lo] Salsa geram


[mau apa Lo?] menantang


''Ih ingin rasanya gue jitak bibirnya tuh orang'' ucap Salsa . Eh kok bibir ? hah dia jadi ngawur kan


[Pokoknya kita harus ketemu. kalau perlu Sekarang] isi pesan dari Adrian Lagi yang seenaknya saja.


[kok Lo ngebet banget sih Dri. pengen ketemu sama gue? kaya orang yang lagi kangen tau gak?] Salsa mengejek Adrian


[Kalau iya kenapa? boleh kan?] Adrian membalas


''ih apa sih nih orang seperti sudah tidak waras'' Salsa tak mengerti


[tapi gue beneran lagi sibuk. banyak pekerjaan]


[Gue tunggu waktu Lo lenggang]


[Oh yaudah]


[Jangan sampai lupa. gue nunggu Lo untuk ketemu]


[Iya. Tapi sorry kalau lupa beneran]


[Ya kalau Lo lupa. gue tinggal datang aja sih ke rumah Lo]


[Ah jangan-jangan] cegah Salsa. seperti tidak setuju banget


[kenapa jangan? takut kita di gerebek ortu Lo ya?]


[Jangan ngaco ya kalau bicara tuh.. gue


Hanya tidak menerima tamu ke rumah]


[Jadi kalau Lo setiap mau ketemu cowok itu selalu di luar gitu Sa?] salah paham kan


''Hah kok jadi kesana sih dia berpikirnya? cowok? maksudnya apaan lagi nih?''


[Bukan urusan Lo] balas Salsa


[ok nanti gue kabarin lagi ya soal kita bertemu.dan gue akan selalu ingetin Lo kalau Lo ada janji bertemu dengan gue]


''Maksa banget nih orang'' Ucap Salsa berbicara sendiri


[Ya terserah] balas Salsa


[Yaudah Lo selamat lanjutin kerja nya dan semangat ya. dan jangan lupa untuk makan] pesan Adrian


''Ada apa nih dengan dia, mendadak perhatian kaya gini? '' kata Salsa,

__ADS_1


Baper gak baperan gak nih


__ADS_2