
Aku usahakan hari ini mau update sampai 50 Bab ya.. semoga tidak ada gangguan,, Karena target othor semangat ingin mencapai 60 bab secepatnya.. tentu harus dengan feel-nya ya kan
🍁🍁
''Kata ibunya sih Dia itu sedang bekerja ma di kafe, tapi Erik juga tidak tahu kenapa malah dikejar oleh pria pria itu..''
Mama Laras tampak mencerna ucapan Erik..
''Sedang bekerja dan di kejar pria.. apa, sebenarnya dia wanita yang bekerja seperti itu ya rik? Mama sedikit ragu untuk mengatakan nya
''Tidak ah ma. Menurut ku dia bukan wanita seperti itu kok.'' Jawab Erik
''Tau dari mana kamu?. ah jangan jangan itu perempuan yang suka melihat mu di tempat kau minum minum Rik, iya?'' Mama memicingkan matanya
''Ma.. jangan berpikiran begitu kepada anaknya ini. aku tidak seperti itu ya ma.'' Erik membantah ucapan sang Mama
''Ya juga sih , tidak mungkin anak mama seperti itu.. tapi tau dari mana kamu dia wanita baik baik?''
''Kan aku sempat ke rumahnya ma. mengantarkan dia, lalu Erik juga bertemu dengan ibunya.. dan ibunya mengatakan semuanya.. kalau anaknya ini sedang mencari pekerjaan, dan malam itu dia sedang bekerja di kafe katanya.. juga dia itu yang bekerja untuk menghidupi ibu dan dirinya, ayahnya sudah meninggal..'' Jawab Erik panjang lebar
''Oh jadi seperti itu ya ceritanya.. kasihan juga ya.'' Ucap Mama akhirnya
''Ya sihh ma. Erik juga merasa kasihan,''
🌻🌻
__ADS_1
''Bu.. uang kita masih ada kan?'' Tanya Airin pada ibunya yang sedang berjemur
ibu menoleh ''Masih ada kok Nak.'' Jawab ibu
''Ya syukur deh Bu.. soalnya aku mungkin akan beristirahat dulu Bu.. jadi masih agak lama Airin bakal dapat pendapatan lagi.'' Ucap Airin
''Rin. jangan dulu pikirkan soal uang , pikirkan kesehatan mu.. kita masih ada simpanan kok. . ibu tidak ingin kamu pikirkan soal uang lagi ya'' perintah ibu dengan tegas
''Iya Bu.. baik''
''Hai BESTie...'' Teriak seseorang
''Kebiasaan ya Lo.. masuk tuh salam bukan teriak teriak.'' Omel Airin
''Hehe.. ya sorry,, nih Bu saya bawain makanan dari Mama. untuk ibu'' Ucap Mira Kepada ibu Ros
''Ya ya.. kan kalian cuma berdua, dan tidak mungkin ibu menghabiskan cuma sendiri, pasti lah berbagi dengan Lo juga'' Ujar Mira
''Jadj untuk gue juga bukan tuh?'' kembali Airin berbicara
''Iya.. sudah pasti buat Lo juga, ah Lo mah berbelit'' ucap Mira
''Oh justru Lo kali yang berbelit.. dari tadi kek bilang nih untuk ibu dan Airin , begitu harusnya''
Mira ingin membuka mulutnya untuk menjawab ucapan Airin lagi. tapi ibu menyela pembicaraan mereka
__ADS_1
''Sudah sudah.. ibu jadi pusing mendengar kalian ribut ribut.. sekarang lebih baik Kita makan bersama ayo.'' Ajak ibu Ros akhirnya
''Ayoo kenapa diam, Kenapa masih diam'' lanjutnya ibu lagi
''Iya Bu ayo..'' Ucap Mira mengikuti langkah ibu Ros
''Hei kenapa kau ikut juga.'' Teriak Airin yang tadi masih bengong
''Airin sudah, ayo makan'' Ajak ibu kembali dengan menatap tajam anaknya
''Baiklah Bu..''
***
''Eh Rin. bagaimana kemarin?'' Tanya Mira menoleh ke arah Airin
Mereka seperti biasa sedang bersantai sambil menonton Drakor..
''Kemarin yang mana?'' memang Airin ini lelet
''kemarin yang tempat Lo bekerja saat malam itu loh Rin'' Mira mengingat kan Airin
dan setelah tahu yang di tanyakan Mira itu, soal pekerjaan itu. wajah Airin kembali murung sedih dan kembali teringat tempat menyeramkan itu
''Eh. Lo kenapa? gue.. gue salah bicara ya rin?'' Tanya Mira dengan nada panik
__ADS_1
Tapi Airin hanya menggeleng...!