
Biar gak bosan kita kasih konflik.. tapi entah kapan 😁
"Bagaimana para saksi Sah ?" tanya penghulu
Sah Serentak semua berucap sah
Alhamdulillah....
''Ayo sekarang wanitanya menyalami tangan pada suami mu'' Titah pak penghulu Kepada mempelai wanita yang terdiam saja dari tadi
tapi ya Airin hanya bergeming. enggan menyalami tangan Erik juga Airin sangat kesal padanya. masa harus salam pada dia. pikirnya Airin
''Rin ayo salam pada nak Erik'' Ucap ibu berbisik
''Aku gak mau Bu'' jawab Airin berbisik juga dan sangat tajam menatap Erik
''Menurut saja Rin. malu sama mereka yang melihat tuh, yang sedang menunggu'' kata ibu lagi
Huftt ''Ya deh'' dengan terpaksa Airin membawa tangan Erik dan mencium nya tanda dia sudah menyalami sang suami
Semuanya bertepuk tangan..!
Dan tanpa disuruh Erik menahan Kepalanya Airin lalu Erik tiba-tiba mencium keningnya Airin dan saat Erik berniat ingin mencium bibirnya Airin juga.. tapi Airin lebih dulu kepalanya mundur kebelakang. menolak untuk Erik mencium nya lebih lagi .
''Ih apa-apaan sih malu tahu'' Ujar Airin dengan berbisik lirih tapi Erik tidak menanggapi nya dan tersenyum manis pada semua orang yang menjadi saksi di pernikahan nya ini yang kedua tapi ini membuatku bahagia....
"kenapa harus malu. kita sudah resmi menikah. kamu sekarang adalah istriku untuk apa aku malu" Erik berucap dengan sangat datar
"Terserah kau saja aku pusing" Ucap Airin dan berlalu meninggalkan Erik
"hei istriku. kau mau kemana?" teriak Erik ingin menggoda Airin dengan memanggilnya istriku
"Dih apa sih. lebay banget gak sih dia pakai teriak memanggil ku seperti itu. benar-benar memalukan" Airin mengumpat sambil terus melanjutkan langkahnya Airin pun menghampiri Salsa
"Mama sini" ajak Salsa Begitu Airin menghampiri nya
__ADS_1
"Sa sedang apa?" Tanya Airin
"Nih ma Calca cedang melihat foto Mama cama Daddy tadi. nih ma ada yang sangat lucu nih lihat" Tunjuknya Salsa pada salah satu foto di ponselnya
Airin pun melihat foto yang ditunjukkan Salsa
"Hah ya ampun" pekik Airin
"kenapa ma?" tanya Salsa bingung dan menatap Airin
Ini bukan lucu. ini benar-benar memalukan awas ya kau. tunggu pembalasan ku Kata hati Airin mengumpat pada Erik
foto yang Salsa tunjukan ini yaitu saat Erik tadi mencium keningnya Airin..
"Sudah ah jangan lihat ini terus. yu ikut Mama kita kesana," ajak Airin lalu menggendong Salsa
Airin menghampiri ibunya dan Mama Laras
"Eh sini ayo gabung. sini duduk'' ajak Mama kepada Airin dan Salsa
"Kok mukanya di tekuk Begitu sih Rin" tegur ibu Ros pelan
"ko gitu sih Rin jawabnya. bukannya kamu sudah menerima pernikahan ini?" tanya ibu bingung
"Ya iya sih. tapi ya pokoknya aku masih belum sepenuhnya Nerima. ya kalau bukan karena Salsa aku pasti tidak akan menerimanya" Ucap Airin pelan takut ada seseorang yang mendengar
"Sudah jangan tunjukan nya pada tamu. jangan merengut lagi. ayo tersenyum" titah ibu
"hm iya'' Jawab Airin dan mencoba untuk tersenyum
"Nah itu baru bagus. ini namanya anak ibu'' ujar ibu senang karena Airin setidaknya sudah berusaha untuk tersenyum
"Selamat ya kalian sudah sah menjadi suami istri, semoga rumah tangganya rukun bahagia dan sampai maut memisahkan" Ucap pada saksi tadi
"Iya terima kasih ibu bapak sudah menjadi saksi di pernikahan kami ini'' Ucap Erik Airin hanya tersenyum saja
__ADS_1
Dan setelah itu mereka para tamu tadi pun satu persatu pamit pulang kerumahnya masing-masing...
*
*
"Nek Calca mau tidul Cama Daddy juga Mama ya" ujar Salsa yang sedang digendong oleh Mama
Mama Laras dan ibu Ros saling menatap saat mendengar keinginan cucu mereka. lalu keduanya tersenyum dengan maksud penuh arti
"Jangan dulu dong. biarkan Mama tidur nya sama Daddy dulu ya'' bujuk Mama
"Kenapa Jangan nek. kan Daddy yang bilang kalau cekalang ini Mama akan tudul dengan Calca. kok Nenek bilang jangan?" tanya Salsa bingung
"Besok lagi saja ya. dengar Mama nya pasti sangat capek . jadi biarkan tidur nya sama Daddy dulu.. sudah ya menurut sama nenek ayo kita tidur" ajaknya Mama Laras
Akhirnya Salsa mengangguk patuh
"Bu ayo masuk kamar" ajaknya Mama pada ibu Ros yang sekarang sudah menjadi besannya di waktu yang singkat itu
"Baik Bu ayo''
❤️
Di dalam kamar sang pengantin..
"maaf ya kamarnya Begini" Ucap Erik memulai percakapan
"memang harusnya gimana?" kata Airin ketus
"Galak bener sih sama suami. ya maksudku kan kalau kamar pengantin itu penuh dengan bunga. juga di hias indah. tapi berhubung ini pernikahan dadakan jadi ya seperti ini. ya aku takut saja kamu ingin yang romantis gitu" ujar Erik
Airin langsung menatap Erik dia jadi geli sendiri mendengar ucapan Erik tadi "Dih siapa juga yang meminta untuk menikah hari ini dan juga siapa yang mau berdiam di kamar pengantin bersama mu. tidak ada ya. jadi jangan ke pedean lagi Ok" Sahut Airin dengan nada kesal
"Semakin judes semakin terlihat cantik'' puji Erik Menatap Airin dengan dalam
__ADS_1
Pipi Airin tampak kemerahan saat dipuji seperti itu. tapi buru-buru dia tersadar "Sudah lah bisa tidak jangan bicara yang omong kosong. sekarang aku ingin beristirahat tapi tidak dikamar ini'' Ucap Airin ingin berdiri dan melangkah keluar
Tapi Erik Kembali menahan Airin agar tetap berdiam ditempatnya tadi.. "Mau Kemana sudah tidur disini dengan ku'' paksa Erik lagi