
''Mama.... Daddy,, Mama . Daddy'' panggil Salsa menggedor-gedor pintu
''Mas mas itu Salsa'' Ucap Airin panik pasalnya Erik belum juga menuntaskan aktivitasnya
''Sudah biarkan saja, ini masih nanggung yank'' Erik tak menghiraukan panggilan Salsa
''Ma,, Dad. kalian cedang apa, masa belum bangun sih. ma, buka Calca mau masuk'' teriaknya lagi
''Ah mass'' Ucap Airin antara menikmati juga kasihan dengan Salsa
''Bentar yank. ini bentar lagi kok''
''Ihhh mas, kasihan itu Salsa''
''Iya iya'' tapi Erik malah melakukannya dengan sedikit Cepat
''Aw mass pelan.pelan'' Airin kaget juga sedikit merintih
''iya ah.. selesai juga'' setelah itu Erik mengecup kening Airin, juga mengecup perut Airin, ''Maaf ya tadi Daddy sedikit Cepat. habisnya itu kakak mu, bawel'' Ucap Erik pada anaknya yang di dalam perut Airin.
Lalu Airin bangun dan berjalan ke kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya lagi. padahal tadi dirinya itu sudah mandi,
''Awas hati-hati jalannya''
''iya ini sudah hati-hati kok''
Erik Kembali memakai celananya, tapi ia masih bertelanjang dada. Erik pun membuka kan pintu, setelah pintu terbuka, Salsa buru-buru masuk dan menatap Erik dengan tajam sambil menyilangkan dada , Salsa marah pada Erik yang lama membuka pintu.
''Eh kenapa muka nya kok cemberut, seperti itu?'' Tanya Erik pura-pura tidak mengerti
__ADS_1
Salsa terus menatap Daddy-nya lebih tepatnya mendelik kesal, ''Ya kalena Daddy kenapa buka pintunya itu lama'' Ucap Salsa
''Sorry. tadi Daddy sedang mandi' oh Erik alasan mu itu terlalu di buat-buat
''Telus Mama mana?'' sambil celingukan mencari Airin
Dan tepat saat itu Airin keluar dari kamar mandi yang baru selesai mandinya,
''Eh sayang, ada kamu rupanya?'' Ucap Airin langsung menggendong Salsa
''Iya ma, Calca itu udah Dali tadi loh ma, ketuk ketuk pintu. tapi gak ada yang buka telus Daddy juga bukanya lama'' adu Salsa, padahal kan Airin juga ada didalam, tapi sepertinya Salsa hanya menyalahkan Daddy nya
''Oh gitu, aduh Salsa pasti kesal ya, karena Daddy lama bukain pintunya iya'' sambil tersenyum penuh arti Kepada Erik
''Eh eh kok pada salahi Daddy sih, kenapa''
''Ya memang Daddy yang salah''
''Oh iya Calca lupa ma, kan Calca kecini mau bilang. kalau kemarin itu Bu gulu belpesan,, kalau hali ini katanya anak anak harus datang bersama orang tuanya, gitu ma''
''Oh yasudah ayo bersiap, biar sama Mama ya berangkat nya, Daddy harus ke kantor'' Ucap Erik
''Tapi Dad, Calca ingin sama Daddy juga''
''Nanti kalau masih keburu, Daddy ke sekolah mu. ya setelah urusan pekerjaan Daddy selesai'' Erik mencoba memberi pengertian kepada anaknya ini
''iya, gak apa-apa dong sama Mama juga. tuh Daddy bilang nanti nyusulin kita'' sahut Airin
''Yaudah deh, tadinya Calca mau tunjukin ke teman temannya Calca, kalo Daddy nya Calca ini keren'' celetuk Salsa sambil tertawa
__ADS_1
Airin dan Erik saling menatap lalu ikut tersenyum, ''Iya betul. Daddy kamu emang keren, sampai banyak yang ingin merebutnya dari Mama Sa,'' Airin setengah berbisik mengucapkan kata yang terakhirnya.
''Oh ya. tapi tidak boleh, gak boleh ada yang lebut Daddy'' Ucap Salsa tegas
''Tentu gak boleh dong ya, kan Daddy hanya milik kalian berdua''
Salsa dan Airin mengangguk bareng...
Disekolah nya Kak Salsa,
Airin juga Salsa berjalan menuju ruangan yang telah di sediakan para guru.. untuk kelas Salsa yang sedang mengadakan perempuan orang tua itu,, tapi disepanjang jalan itu juga rupanya hampir semua guru menunduk hormat juga menyapa Airin, dan mereka mengenal Airin, sebagai istri Bos yaitu Bos Erik yang selaku menjadi donatur juga untuk sekolah ini..
Airin sampai juga di ruangan itu, rupanya sudah ada beberapa orang tua murid, yang telah datang. lalu Airin ikut juga berbaur dengan mereka, dan Airin tidak ingin duduk di tempat yang bisa di bilang sedikit spesial karena suaminya seorang donatur, Airin memilih duduk bersama para orang tua dan yang lainnya..
Dan saat acara sudah hampir selesai, Erik baru bisa datang, tapi untung Erik masih keburu, sehingga temannya Salsa bisa melihat langsung ayah dari Salsa ini,
Salsa memberikan kode Kepada teman temannya, dengan arti mengatakan benar kan Daddy aku keren, dan ya temannya pun mengangguk membenarkan, iya keren
'Huh dasar bocah
*
*
Lima bulan kemudian
Airin sedang memasak, untuk sarapan pagi tapi tiba-tiba Airin merasa aneh dengan perutnya, lalu dia merasakan kontraksi,
''Ahh mas tolong'' teriaknya pada Erik
__ADS_1
''Ma... ibu...''