
Pagi itu,Dini langsung berangkat ke hotel untuk menemui Pak Ipan dan Bu Neni
"Sebaiknya kita sarapan dulu Bu,Pak"ucap Dini setelah tiba di kamar mertuanya itu
"Baiklah nak"ucap Pak Ipan sambil mengikuti Dini dari belakang
"Pak,Bu apa kah Bapak dan Ibu jadi pulang hari ini ke kampung"tanya Dini disela-sela sarapan mereka
"Sebaiknya kami menunda kepulangan kami dulu nak,tadi pagi Leni menghubungi Bapak dan ingin membahas sesuatu dengan Indra dan Cindi.Walau Bapak tahu ini akan menyakitimu,tetapi Bapak mohon tolong mengerti posisi kami saat ini nak.Dari cara bicaranya Leni tadi,sepertinya ada hal besar yang disembunyikannya saat ini.Jika kamu tidak merasa keberatan,maka Bapak mohon tolong ikutlah bersama kamu.Kesalahan Indra sangat besar dan bahkan tidak bisa dimaafkan nak,tetapi sampai kapan kita memendam kebencian diantara dua keluarga yang sebelumnya baik-baik saja.Bapak hanya berharap setelah membahas hal ini nanti,semua kebencian dan kesalahan ini bisa kamu maafkan nak.Kedepan saat kamu akan melanjutkan kembali kehidupanmu,maka kebaikan dan keberuntunganlah yang akan menghampiri mu nak"ucap Pak Ipan
"Baiklah Pak,Dini akan ikut bersama dengan Bapak dan Ibu "sahut Dini
Sore itu,setelah pulang kerja,Indra langsung menemui Cindi dan membawanya ke tempat yang telah di sepakati untuk mereka membahas semua masalah yang telah terjadi di keluarganya Indra dam Dini
"Maaf semuanya kami terlambat datang"ucap Indra merasa tidak enak hati saat melihat keluarganya telah tiba duluan di tempat itu
__ADS_1
"Tenang saja,kami juga baru tiba bang"sahut Dini
"Baiklah Len,berhubung kita semua sudah ada di tempat ini,sebaiknya kamu sampaikanapa yang menjadi topik untuk pembicaraan sore ini"pinta Dini
"Baiklah kak,sebenarnya Leni tidak yakin akan semua yang telah terjadi saat ini, Leni juga tidak tahu dan tidak yakin siapa yang harus dipercayai nanti"ucap Leni sambil mengambil napas.
"Baiklah kak Cindi untuk menghemat waktu,sebaiknya kamu sampaikan apa yang telah kamu bicarakan semalam denganku saat di hotel X"ucap Leni dengan sinis
"Apa maksudmu Leni"teriak Bu Neni kepada putrinya itu
"Tidak perlu berteriak seperti ini Bu,jika Ibu tidak terlibat di dalamnya,lalu untuk apa Ibu memberi respon yang berlebihan"tanya Leni sedikit mengejek
Cindi pun langsung menceritakan persekongkolan antara Bu Neni dengannya untuk menghancurkan rumah tangga Indra saat itu
"Lalu setelah kejadian seperti saat ini,apa yang harus kamu lakukan.Bukankah selama ini aku sudah memberimu peringatan supaya tidak mengganggu hubungan Indra dan Dini Bu Neni?Sekarang aku tanya kepadamu,apa maumu saat ini,apa tujuanmu melakukan itu semua.Jika kamu memang tidak senang melihat Inda dan Dini bahagia,lalu untuk apa kamu menyatukan Indra dan Cindi.Saat ini kamu memiliki seorang putri yang sudah beranjak dewasa,bagaimana perasaanmu saat mertuanya nanti bertingkah b***h seperti yang kamu lakukan saat ini.Apa kamu diam saja atau kamu akan bereaksi nanti"tanya Pak Ipan dengan begitu emosi saat mengetahui bahwa dalang dari kehancuran rumah tangga anaknya itu adalah istrinya sendiri
__ADS_1
"Pak..Ibu meminta maaf atas semua ini,ibu tahu Ibu salah dan tolong maafkan Ibu.Nak Dini tolong maafkan semua hal buruk yang sudah Ibu lakukan ini kepada kalian berdua"ucap Bu Neni dengan menangis
"Bu....jujur saat mendengar semuanya dari Cindi tadi,aku merasa bahwa akulah anak yang bernasip paling buruk di dunia ini karena telah memiliki seorang Ibu yang telah tega menghancurkan masa depan anaknya.Bu...apa yang terjadi dengan Ibu,apa setelah melihat aku dan Dini berpisah,hati dan perasaan Ibu senang,jika memang seperti itu,maka selamat buatmu Ibu.Untukmu Din,aku meminta maaf untuk semua hal buruk yang telah aku lakukan selama ini kepadamu.Saat ini aku tidak menyalahkan semuanya karena akulah yang bodoh yang tidak bisa mengontrol emosi dan perasaanku saat itu.Jika memungkinkan tolong beri aku maaf dan pengampunanmu Din"pinta Indra dengan bersujud di kakinya Dini
"Berhentilah berbuat seperti ini bang Indra,bukan aku yang l pantas kamu perlakuka. Soerti saat ini,tetapi Ibumulah yang pantas kau cium kakinya ,saat aku mengetahui bahwa kamu telah melakukan semua hal buruk selama beberapa bulan,maka saat itu juga aku selalu memafkanmu dan selalu menghukum dan merutuki diriku karena selalu berusaha untuk menyadarkanmu.Kamu sudah mengenal aku kurang lebih selama tiga tahun ini,seharusnya kamu paham seperti apa sifat aku yang sesungguhnya.Bagiku yang sudah terjadi maka terjadilah,bagiku kesalahan yang lalu biarlah berlalu dan aku pasti akan memaafkan semuanya.Tetapi satu hal yang aku tekankan yang perlu kamu ketahui,aku tidak pernah menarik semua ucapanku karena sebelum aku mengambil sebuah keputusan,maka aku sudah mempertimbangkan resiko yang akan terjadi nantinya.Memaafkan sangat mudah tetapi tidak untuk melupakan"ucap Dini begitu tenang
"Aku juga setuju dengan mu kak Dini,seorang lelaki yang sudah diingatkan dan dinasehati berulang-ulang,tetapi lebih memilih mengabaikan semuanya demi kepuasan dia semata,maka lelaki itu tidak pantas untuk di beri kesempatan"ucap Leni begitu marah dan memandang kearah Indra dengan tatapan merendahkan
"Baiklah Pak,Bu,jika tidak ada lagi hal yang ingin dibahas,maka Dini pamit untuk pulang kerumah karena aku juga mau menyelesaikan pekerjaanku
....
"Dini sudah pergi,maka sebaiknya aku juga akan memulangkanmu kepada keluargamu besok.Walau malu aku harus tetap melakukannya untuk membuatmu mengerti apa itu kehidupan sebenarnya.Jika nanti kamu telah memahaminya,maka kamu bisa kembali kerumah yang walau aku tahu didalam keluarga kita nanti mungkin sudah tidak ada rasa saling mempercayai"ucap Pak Ipan sambil beranjak meninggalkan tempat itu
"Baiklah kak Dini,aku juga meminta maaf untuk yang semua telah terjadi,aku tahu salah dan perbuatan kami itu sangat tidak pantas"ucap Cindi
__ADS_1
"Lupakan itu dan perbaikilah diri kalian,satu yang aku minta untukmu,tolong jangan sia-siakan anak yang sedang kamu kandung itu Cin.Ingat seekor binatang pun akan rela kehilangan nyawanya demi membela dan mempertahankan anaknya"Ucap Dini sambil berlalu dari tempat itu
"Apa memang Bu Neni begitu membenci kehadiranku selama ini dalam kehidupan Indra,apa memang Bu Neni setega itu sehingga merencanakan kematian calon cucuny demi memenuhi ambisinya untuk mengusir aku.Baiklah...saat ini aku sudah memutuskan untuk kembali melanjutkan kehidupanku,mungkin pengorbanan cinta yang selama ini aku lakukan tidak berguna bagi mereka"gumam Dini sambil berusaha menahan air matanya