Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Bab 46 ( Tia Depresi )


__ADS_3

Dika dan Mbok Nah kini sudah membawa Tia ke Rumah Sakit dan Tia pun langsung ditangani oleh Dokter.


"Apa yang sebenarnya terjadi pada Tia ya Nak Dika? kenapa rambutnya sampai botak seperti itu?" tanya Mbok Nah.


"Mungkin itu karma Mbok karena selama ini Tia sudah banyak berbuat dosa kepada Cinta," jawab Dika.


"Iya juga ya, selama ini Tia kan selalu mendzolimi Nak Cinta, Si Mbok jadi serem, ternyata meskipun masih di dunia tapi azab sudah di berikan buat manusia yang suka mendzolimi oranglain ya," ujar Mbok Nah dengan bergidik ngeri.


"Iya Mbok, itu sudah hukuman yang pantas bagi orang jahat, di dunia aja sudah dikasih azab yang sangat pedih, Bagaimana nanti di akhirat ya?" ujar Dika.


"Nak Dika, Bagaimana perkembangan pencarian Nak Cinta saat ini? apakah sudah menemukan titik terang?" tanya Mbok Nah.


"Belum ada hasilnya Mbok, kedua preman yang membantu Clara memang sudah berhasil di tangkap, tapi mereka juga mengaku tidak mengetahui keberadaan Cinta saat ini, karena ketika preman tersebut berusaha untuk menodai Cinta, ada seorang lelaki yang menolongnya dan mengaku sebagai calon suami Cinta, padahal jelas-jelas saat itu Dika masih dirawat di Rumah Sakit," ujar Dika dengan menghembuskan nafas kasar.


"Alhamdulillah, mungkin karena Nak Cinta orang baik jadi selalu saja ada orang yang menolongnya," ujar Mbok Nah.


"Tapi Mbok Dika takut kalau orang yang menolong Cinta juga orang jahat dan orang tersebut memanfaatkan Cinta," ujar Dika yang kini tertunduk sedih.


"Nak Dika harus yakin, kalau orang baik pasti akan selalu mendapatkan pertolongan," ujar Mbok Nah.


"Tapi kenapa sampai sekarang Cinta belum juga pulang Mbok?" tanya Dika.


"Mungkin ada sesuatu yang Nak Cinta alami saat ini, dan yang bisa kita lakukan hanyalah mendo'akan kesehatan serta keselamatan untuk Nak Cinta dimana pun dia berada," ujar Mbok Nah.


"Iya Mbok, aku selalu mendo'akan yang terbaik untuk Cinta," ujar Dika.


Sesaat kemudian Dokter yang menangani Tia kini terlihat keluar dari ruang pemeriksaan.


"Dok bagaimana keadaan Tia sekarang?" tanya Mbok Nah.


"Alhamdulillah kondisi pasien baik-baik saja, tapi pasien sepertinya syok dengan kejadian yang menimpanya, dan sepertinya pasien juga sedang hamil muda," ujar Dokter sehingga membuat Mbok Nah dan Dika terkejut.

__ADS_1


"Terimakasih Dok atas bantuannya," ujar Dika.


"Tuan Dika kalau begitu saya pamit dulu," ujar Dokter dengan berlalu dari hadapan Dika dan Mbok Nah.


"Apa Si Mbok gak salah denger Nak Dika, kalau sekarang Tia hamil?" tanya Mbok Nah yang kini merasa heran.


"Mbok gak salah denger kok, karena Dika dan Cinta dulu pernah memergoki Tia sedang berkencan dengan Om-Om senang, tapi Dika gak nyangka aja kalau Tia bisa sampai serendah itu," ujar Dika.


"Tia memang beda banget ya kalau dibandingin sama Nak Cinta, padahal kan mereka berdua dibesarkan oleh orangtua yang sama," ujar Mbok Nah.


"Semua kebaikan Tia gak ada seujung kuku pun jika dibandingkan dengan Cinta Mbok, dan kalau Cinta sampai tau tentang semua ini dia pasti kecewa dan merasa sedih karena sudah gagal menjaga serta mendidik Tia Mbok," ujar Dika.


"Iya, kasihan sekali Nak Cinta. oiya Nak Dika apa pernah bermimpi tentang Nak Cinta?" tanya Mbok Nah.


"Memangnya kenapa Mbok?" tanya Dika.


"Kalian kan anak kembar, biasanya anak kembar itu mempunyai ikatan bathin yang kuat, jika yang satu merasa sedih, maka yang lainnya pun akan merasakannya juga," ujar Mbok Nah.


"Kok Nak Dika bisa bermimpi seperti itu ya? apa kita coba saja menanyakan Nak Cinta kepada Dokter Arya?" tanya Mbok Nah.


"Dokter Arya bulan kemarin sudah pindah tugas ke daerah Cianjur Mbok," ujar Dika.


"Bukannya Cianjur itu tempat Nak Cinta dibesarkan ya?" tanya Mbok Nah.


"Iya Mbok, Cinta di besarkan disana. Dika saat ini jadi kepikiran, apa mungkin ya Cinta kembali ke kampung halamannya? tapi buat apa juga dia pergi ke sana, karena disana Cinta juga tidak mempunyai sanak saudara," ujar Dika.


Tapi kenapa aku jadi curiga kalau mimpi Nak Dika itu benar, waktu pertama kali Dokter Arya bertemu Nak Cinta di Rumah Sakit sepertinya Nak Arya sudah memiliki perasaan kepada Nak Cinta, tapi kalau aku bilang yang sebenarnya kepada Nak Dika tentang Nak Arya yang mengagumi Nak Cinta, nanti Nak Dika malah jadi kepikiran, kalau menurut peribahasa anak jaman sekarang itu Nak Dika kan belum bisa move on, Bathin Mbok Nah.


"Mbok kenapa melamun terus?" tanya Dika.


"Si Mbok gak kenapa-napa, cuma kepikiran sesuatu aja," jawab Mbok Nah.

__ADS_1


Setelah Tia sadar dari pingsannya, dia saat ini berteriak seperti orang gila ketika melihat Dika dan Mbok Nah.


"Kembalikan rumah dan mobilku, kalian semua jahat, kenapa mengambilnya dariku? Dewo, kamu juga harus bertanggung jawab dengan bayi yang berada dalam perutku !" teriak Tia yang menangis lalu sesaat kemudian tertawa.


"Sadar kamu Nak, ikhlaskan semuanya," ujar Mbok Nah, dan Dika pun kini menekan tombol untuk memanggil Dokter.


Dokter yang kini melihat kelakuan Tia pun akhirnya menyuntikan obat penenang kepadanya.


"Tuan Dika, sepertinya pasien mengalami depresi, dan sebaiknya pasien dibawa ke ahli jiwa supaya mendapatkan penanganan yang tepat," ujar Dokter.


"Iya Dok, nanti saya akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Dokter ahli jiwa," ujar Dika.


Setelah kepergian Dokter kini Dika kembali mengobrol dengan Mbok Nah.


"Kalau bukan karena Cinta, sudah aku buang Tia ke jalanan Mbok, dari dulu Tia itu selalu saja merepotkan oranglain," ujar Dika.


"Iya Nak Dika Si Mbok mengerti dengan perasaan Nak Dika, kalau begitu sebaiknya sekarang Nak Dika konsultasikan dulu masalah Tia ke Ahli Jiwa biar bisa cepat ditangani," ujar Mbok Nah, sehingga Dika pun melangkahkan kakinya ke ruangan Dokter Spesialis Jiwa.


Dika kini mengetuk pintu ruangan Dokter spesialis jiwa dan akhirnya setelah dipersilahkan masuk Dika pun langsung masuk ke dalam ruangan Dokter Soni pacarnya Dokter Kirana.


"Selamat sore Tuan Dika, apa ada yang bisa saya bantu? kenapa Anda sampai repot-repot datang ke ruangan saya, padahal Anda bisa menyuruh saya langsung ke ruangan Anda," ujar Soni yang merasa tidak enak dengan pemilik Rumah Sakit tempatnya bekerja.


"Maaf Dokter Soni, saya mau berkonsultasi tentang penyakit depresi yang saat ini sedang di alami oleh adik ipar saya," ujar Dika.


"Memangnya apa yang terjadi dengan Adik ipar Anda Tuan?" tanya Soni.


"Entah apa yang telah terjadi pada dia sebelum tertabrak mobil, karena ketika sadar dia langsung berteriak-teriak gak jelas, dan karena keadaannya yang sedang hamil muda jadi saya khawatir dia akan melukai diri sendiri," ujar Dika.


"Kalau Tuan Dika berkenan, sebaiknya Adik ipar Anda lebih baik di rawat di Klinik pribadi saya yang memang khusus untuk menangani pasien depresi," ujar Soni.


"Baiklah kalau begitu nanti anda bisa membawanya ke Klinik pribadi Anda Dokter, terimakasih atas bantuannya," ujar Dika kemudian berlalu dari ruangan Soni.

__ADS_1


__ADS_2