
Cinta kini mulai sadar dari pingsannya dan ia membuka matanya secara perlahan. Saat ini semua ingatan Cinta telah kembali sehingga dia langsung berteriak menyebut nama Ilham ketika dia tersadar dari pingsannya.
"Mas Ilham," teriak Cinta dengan langsung terbangun. Sehingga membuat Arya yang kini tidur di kursi samping Cinta pun kaget lalu ikut terbangun.
"Alhamdulillah, sayang akhirnya kamu sadar juga, aku sangat mengkhawatirkan keadaanmu," ujar Arya yang kini berusaha untuk mendekati Cinta.
"Stop mas jangan dekati aku ! aku benci sama mas Arya, mas Arya adalah seorang pembohong," ujar Cinta, dan Arya pun kini terlihat heran.
"Kamu kenapa sayang? apa yang sudah terjadi denganmu, kamu baik-baik saja kan?" tanya Arya yang terlihat cemas.
"Mas, tolong hentikan semua sandiwara mas Arya, karena aku sudah mengingat semuanya !" teriak Cinta yang kini masih terlihat ketakutan terhadap Arya.
Deg
Jantung Arya rasanya berhenti berdetak mendengar semua perkataan Cinta sehingga Arya pun diam mematung.
Tiba-tiba Arya merasa lemas, lalu kemudian tubuhnya terjatuh ke atas lantai.
Arya kini menangis dengan terus meminta maaf kepada Cinta atas semua kesalahannya.
"Cinta aku mohon maafkan aku, aku tau bahwa aku sudah bersalah karena telah berbohong, tapi aku melakukan semua ini karena aku sangat mencintaimu," ujar Arya dengan airmata yang bercucuran.
"Kenapa mas Arya tega membohongiku?" tanya Cinta yang kini juga meneteskan airmata.
"Aku tidak pernah sedikit pun berniat untuk membohongimu, aku melakukan semua itu karena aku takut kehilanganmu sayang," ujar Arya yang kini duduk bersimpuh di samping ranjang Cinta.
__ADS_1
"Itu bukan cinta mas tapi itu adalah sebuah ambisi, mas egois karena mas sudah memisahkan aku dengan orang-orang yang aku sayangi, aku tidak tau bagaimana kabar keluargaku selama aku pergi, bahkan aku tidak tau keadaan mas Dika saat ini setelah dia melakukan operasi, dia pasti sangat mengkhawatirkan keadaanku karena selama satu tahun aku menghilang tanpa kabar," ujar Cinta.
"Kamu harus tau kebenaran tentang Dika Cinta, bahwa Dika itu adalah...," belum sempat Arya melanjutkan perkataannya Cinta sudah memotongnya serta menyuruh Arya untuk keluar dari kamarnya.
"Maaf mas sekarang aku tidak mau mendengar penjelasan apa pun dari mulut mas Arya, karena aku tidak akan pernah mempercayai mas lagi. Dan tolong tinggalkan aku sendiri mas, aku juga butuh waktu untuk berpikir," ujar Cinta dengan lirih. Dan Arya pun kini terpaksa keluar dari kamar Cinta.
Setelah Arya keluar kini Cinta pun memikirkan semuanya, dia mengingat kembali semua kejadian yang pernah ia alami semasa hidupnya.
Pantas saja ketika pertama kali aku datang ke rumah ini aku merasa tidak asing karena ini adalah rumah mas Ilham, tempat dulu aku bekerja selama lima tahun. Sebaiknya sekarang aku harus segera kembali ke Jakarta, aku harus segera menemui mas Dika, aku takut selama aku pergi ada sesuatu hal yang terjadi kepada keluargaku, ujar Cinta dalam hati.
Cinta pun kini bersiap dengan hanya membawa tas selempang berisi handphone dan dompet saja.
Aku sebenarnya tidak berhak membawa semua barang ini, tapi nanti ketika aku sampai Jakarta aku akan mengembalikan semuanya kepada mas Arya. Aku belum tau kejadian yang sebenarnya menimpaku sehingga aku bisa bersama mas Arya dan mengira jika dia adalah Suamiku. Meski pun dia selama ini bersikap baik tapi aku masih kecewa dengan semua kebohongan yang telah dia perbuat, batin Cinta.
Akhirnya hal yang paling aku takutkan kini terjadi juga, maafkan aku Cinta karena telah menorehkan luka di hatimu, ujar Arya dalam hati.
Arya melamun hingga berjam-jam sampai akhirnya dia melihat Cinta menuruni tangga dengan membawa tas selempang.
"Sayang kamu mau kemana malam-malam begini?" tanya Arya dengan menghampiri Cinta.
"Maaf mas, aku akan pergi dari rumah ini," jawab Cinta.
"Ini sudah malam, aku tidak mau kalau sampai kamu kenapa-napa," ujar Arya.
"Mas tidak usah memperdulikan aku karena aku bukan siapa-siapa mas Arya," ujar Cinta tanpa mau melihat wajah Arya.
__ADS_1
"Aku tau Cinta jika kesalahanku kepadamu sangat fatal dan kamu pasti membenciku, kamu boleh melampiaskan semuanya dengan memukulku, tapi untuk yang terakhir kalinya aku mohon ijinkan aku mengantarkan kamu kepada keluargamu," ujar Arya.
"Kalau memang mas tetap ingin mengantarkanku, baiklah aku akan mengijinkannya, mas tenang saja aku tidak akan membawa apa pun barang pemberian mas Arya, aku hanya akan meminta keridhoan mas atas pakaian yang aku pakai saat ini," ujar Cinta dengan memberikan tas selempang yang ia bawa kepada Arya.
"Kenapa harus seperti itu Cinta? mas ikhlas memberikan semua itu untukmu," ujar Arya.
"Maaf mas tapi semua itu bukan hak ku karena kita tidak ada hubungan apa pun, dan harus mas Arya ingat bahwa aku adalah calon Istrinya mas Dika," ujar Cinta dengan menyerahkan tas nya.
Kenapa sekarang hatiku terasa sakit ketika aku menegaskan kepada mas Arya tentang statusku yang akan menjadi Istri mas Dika, apa mungkin aku memang sudah jatuh Cinta kepada mas Arya? tapi aku tidak mau menyakiti hati mas Dika, batin Cinta.
Arya tadinya akan menceritakan tentang semua kebenaran tentang Dika bahwa sebenarnya Cinta dan Dika adalah saudara kembar, tapi dia mengurungkan niatnya karena melihat sikap Cinta yang bahkan tidak mau menatap wajahnya.
Kamu pasti tidak akan percaya dengan perkataanku jika aku bilang yang sebenarnya bahwa Dika adalah Kakak kembar kamu Cinta, dan kalian pastinya tidak akan bisa Menikah. Akan tetapi, meski pun kamu dan Dika tidak akan pernah bisa bersatu, kamu pasti tidak akan memilihku karena kamu pasti sangat mencintai lelaki yang bernama Ilham sehingga dia selalu masuk kedalam mimpi serta pikiranmu, batin Arya.
Baiklah Cinta jika memang kamu ingin segera pergi dari rumah ini aku akan mengantarkanmu sekarang juga," ujar Arya yang kini mempersilahkan Cinta untuk jalan terlebih dahulu dan ia pun membukakan pintu mobil untuk Cinta meski pun Cinta masih tidak mau melirik Arya sama sekali.
Diperjalanan hanya ada keheningan, mereka berdua kini menjadi canggung sehingga tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka.
Kenapa semuanya menjadi seperti ini Cinta? biasanya kita selalu bercanda dan tertawa, aku sangat merindukan semua itu sayang, batin Arya.
Cinta yang kini mengantuk pun terlihat tertidur lelap dengan kepala yang bersandar kepada bahu Arya yang sedang menyetir.
Arya kini mengelus lembut kepala Cinta serta mencuri ciuman pada keningnya.
Terimakasih sayang atas semua kebahagiaan yang telah kamu berikan selama satu tahun kita hidup bersama, maafkan aku yang telah membohongimu, tapi rasa cintaku padamu sangat tulus, dan aku berharap kamu akan bahagia dengan lelaki yang kamu cintai, batin Arya.
__ADS_1