
keesokan harinya karna hari sabtu Riesta tidak ada kuliah dan dia malas berangkat kerja karena mood dari sejak kejadian kemarin bikin nggak enak ngerjain apa apa rico berinisiatif untuk kerumah mengantar file tidak lama rico pamitan Riesta keluar mengantar kedepan ternyata dihalaman sudah ada Henry, pandangan Henry melihat rico sangatlah berbeda. Riesta memperkenalkan Henry ke rico biar suasana nggk begitu tegang karena dari ekspresi wajah Henry sangatlah tidak bersahabat, rico sudah naek kemobilnya dan jauh dari rumah Riesta
masuk mas ajak Riesta
itu temen kerjamu y dek?
Iya mas
ganteng juga ya
maksudnya mas Henry?
kayaknya dia suka sama kamu dehh dek
Jangan mulai lagi deh mas, hari ini q libur karena q lagi males mikir macem macem
pergi yuk dek
kemana?
ayuk ikut
q siap siap dulu y
Riesta bergegas masuk berganti baju dipilih t-shirt putih dengan celana jeans panjang warna biru tua dengan sepatu cat warna putih dengan tas santai Riesta keluar sudah siap untuk pergi tidak lupa mereka pamit ke ibu n ayah, sudah hampir 45menit mobil Henry melaju kearah tempat yang Riesta jarang dilewati Henry berhenti ke minimarket untuk membeli minum n cemilan karena Henry nggk mau pujaan hatinya sakit maagnya kambuh gara gara telat makan, selesai dari minimarket Henry melanjutkan perjalanan nya tidak terasa pemandangan begitu menyejukkan masih asri banyak perbukitan
Ini dimana mas?
q mo nunjukin sesuatu kekamu
Mobil Henry memasuki villa yang asri tidak begitu besar didepan nya banyak bunga bunga, begitu kagum dengan suasananya sejuk banget mas Henry turun dari mobil disambut dengan lelaki parubaya menghampiri mas Henry, q keluar dari mobil melihat sekeliling lelaki itu menyapa q sangat ramah sekali ternyata orang lelaki ini yang menunggu villa ini disekitar rumah vila ini banyak ditumbuhi dari bunga, buah sampai sayur q juga dikenalkan dengan istri lelaki parubaya itu mereka tinggal berdua ditambah ada satu orang keamanan yang menjaga keamanan disekitar suami istri itu bernama pak yanto dan bu yanto, aku masih asyik melihat sayuran yang tumbuh dihalaman samping kiri vila ada pekerja yang sibuk memanen hasil sayuran istri pak yanto mempersilahkan aku untuk masuk dan menyediakan minum dan cemilan tapi aku masih asyik melihat hasil panen yang sudah bertumpuk untuk dijual
*nona cantik calonnya mas Henry ya tanya ibu yanto
aku mengangguk
bu yanto bilang ke suami nya ramah nona Riesta ya pak mau panas panasan beda sama.... belum dilanjutkan pk yanto langsung ssstt ibu nggk usah crita apa apa
aku bertanya apa mas Henry pernah bawa cewek selain saya bu?
mereka menjawab ** tidak mbk dengan rasa takut*
aneh kayak ada yang disembunyikan dengan mereka berdua, q coba acuh tapi seakan ada yang mengganggu dalam pikiran, terdengar suara ms Henry memanggil mengajak aku untuk masuk dan beristirahat aku masuk menuju vila sebelum masuk rumah aku cuci tangan dan kaki di kran yang tidak jauh dari kebun
kamu nggak capek tow dek?
sayang kalau tidak dinikmati mas
kamu mau tinggal disini?
boleh mas jawab q datar
Q melihat ada 3 kamar ada ruang tamu ada dapur ruang makan ada ruang keluarga ada tangga diatas ternyata berjajar kamar lumayan juga penataannya, rumah ini dibeli mas Henry tanpa sepengetahuanq mo kasih kejutan ke aku tapi malah buat aku dan mas Henry berselisih tapi semua itu bisa teratasi dengan Riesta mengalah untuk berfikir dia beli untuk siapa kenapa malah berfikir macam macam Riesta awal nya mikir kenapa harus beli rumah jauh dari kota tapi ya sudahlah
"dek itu kamar utama untuk kita", Henry menunjuk pintu kamar diantara ruang keluarga dan ruang makan Riesta berjalan menuju kamar utama dibuka pintu kamar Riesta melihat ada tempat tidur berukuran King ada meja rias, Riesta masuk membuka pintu didalam kamar ternyata kamar mandi lumayan luas ruangan ini kayaknya sangat spesial buat mas Henry penataannya lebih istimewa dibanding yang diluar, Henry menyusul kedalam kamar Henry sangat antusias menjelaskan kalau ini ruangan istimewa q untuk istriq kita habiskan malam kita diruangan ini kamar mandi nya nyaman kan dek? q mau kita ena ena disini, Riesta keluar dari kamar karena merasa risih belum waktunya Riesta berlama lama dikamar itu, Riesta masuk dikamar yang deket ruang tamu Henry masih sibuk dengan telponnya Riesta merasa tertarik untuk merebahkan dikasur yang berukuran sedang taksengaja Riesta memegang sesuatu yang tipis diambil dibuka ternyata cd (celana dalam seksi) punya siapa ini dalam hati Riesta tanpa berfikir panjang ditaruh lagi barang itu buru buru dia keluar menutup pintu kamar. Riesta menuju kedapur ingin tau siapa saja yang sudah datang kesini
bu Riesta mo tanya, ibu tau sapa aja yg sudah pernah datang kesini?
orang tua ms Henry adiknya, temen nya juga ada mbak tapi mas Henry melarang tidak boleh yang masuk dikamar utama bilangnya itu kamar khusus untuk orang istimewa
Mas Henry pernah nginep disini bu?
pernah mbak sama temennya waktu kejebak hujan dan mobil temennya mogok
berapa orang bu?
3 orang mbak cewek 2 cowok 1, tapi bibi nggk suka sama temen mas Henry agresif banget mbk cewek kok ngejar ngejar cowok ehhh mbk maaf bibi crita bibi kepanjangan
nggk papa bi trimaksh sblmny besok besok kalau cewek nya dateng lagi hubungi saya y bi?
__ADS_1
beres non
Riesta masih mikir siapa y cewek itu q coba tanya mas Henry ahh Riesta clingak clinguk kemana orang itu pergi? paling dikamar Riesta nyusul kekamar dilihatnya Henry tiduran di tempat tidur nya dengan asyik telpon, Henry sadar ada Riesta trus melambaikan tangan, aneh batin Riesta sebahagianya kamu mas telpon ama siapa batin Riesta . Riesta berjalan menuju ruang keluarga ada sofa santai direbahkan tubuhnya diatas sofa karena merasa lelah tata terasa mata nya terpejam tiba-tiba Riesta merasa didepan dia ada yang asyik memperhatikan dia membuka mata Henry berjongkok asyik memperhatikan
*kenapa bangun dek? jari Henry mengusap kening Riesta ada pancaran sedih dimata henry
ada apa mas? Riesta bangun dari tidur nya posisi Riesta duduk, Henry ikut duduk disebelah Riesta tiba-tiba Henry memeluk erat banget ke Riesta
boleh aku sebentar saja posisi seperti ini? pinta Henry Riesta diam menandakan tidak keberatan
kamu ada apa mas? karena terdengar berat sekali nafas Henry, kira kira 5menit Henry mendekap tubuh Riesta Henry sangat menikmati aroma tubuh Riesta yang harum parfum yang bikin adem
dek kamu nggak keberatan kan kalau nikah sama aku? mata Henry tidak lepas dari pandangan nya ke mata Riesta
Riesta mengangguk tanda setuju
Henry mengecup pucuk kepala Riesta turun kehidung dan terakhir ke bibir mungil Riesta, Henry berbisik mas pengen nyicipin bibir ini dek boleh tidak?
Belum sah mas sabar ya, jawab Riesta
Dengan wajah kecewa Henry mundur
dek makan dulu yuuk bu yanto dah masakin
bentar lagi mas
Mas siapa saja yang pernah datang kesini? pertanyaan Riesta
Kluarga q sdh pernah kesini dek waktu pertama kali dibangun semua desain ada tim yang buat ini juga mau aku dek untuk diluar memang tak maximalkan untuk berkebun lumayan lah hasilnya tiap hari ada aja hasilnya dan bisa mempekerjakan warga sekitar
Riesta cuma mengangguk mendengar penjelasan Henry, kagum rasanya ada aja hasil dari kerjamu batin Riesta kantor yang dipusat dimana Henry stay disana belum kantor cabang yang ada di dua kota belum lagi orderan toko elektronik beserta servisnya belom lagi banyak yang dihasilkan Henry makanya Henry melarang Riesta untuk kerja karena berfikir uangnya buat sapa tidak dipungkiri setiap bulan Riesta selalu dapat trasferan dari Henry walaupun masih status tunangan Riesta selalu melarang Henry untuk mengirim uang ke rekening pribadi nya karena menurut Riesta gaji Riesta lebih dari cukup untuk kuliah dan menghidupi kebutuhan nya, Riesta menyadari dia punya calon suami yang dibilang tajir tapi salutny Riesta Henry brrpenampilan biasa tapi memang kalau dilihat dari yang dia pake rata-rata bermerk banyak cewek yang sangat sangat mau punya pacar bahkan suami seperti Henry.
Riesta berjalan menuju kebun bunga yang berada disamping sebelah kiri dia berdiri didepan pintu dilihat nya bunga berwarna warni bikin hati sejuk Henry menyusul Riesta yang masih asyik menikmati hamparan bunga, dipeluknya Riesta dari belakang tinggi Henry 176 begitu mudah nya tubuh Riesta dipeluk tidak sengaja bapak ibu yanto melihat kemesraan dua insan yang masih menikmati sejukny udara ditempat itu "pak pak ibu lebih suka mas Henry sama mbk Riesta daripada sama ongkir sisca pak" huus jangan macem macem bu mas Henry kan yang jalani bukan ibu, iya pak tapi ibu cuma menilai aja xixixi
Henry mengeluarkan hpnya Henry menfoto kemesraan diantara mereka, bahkan pk yanto juga mengambil foto dari tempatnya dia berdiri dengan kamera hp pk yanto beberapa kali pk yanto mengambil gambar tuan dan calon nyonya rumah nya pak yanto dan bu yanto cekikikan merasa puas dengan hasil nya
Henry memperlihatkan hasil jepretan nya ke Riesta
Riesta mengangguk senang, suara Riesta terdengar tumben kamu mas suka foto
lagi pengen mesra mesra an sama kamu dek boleh kan dek?
pulang yukk mas nggk enak kelamaan disini
kenapa nggak enak dek, ini kan rumah kita khusus buat kamu dek jari Henry menyentil ujung hidung Riesta
Mas Henry pengen banget ya kita tinggal disini? nggk kejauhan mas sama kantor mas juga kantor adek dan kampus adek mas
cuma satu jam dek kita bisa pekerjakan sopir dek kira nggk usah nyetir sendiri, lagi an kalau kita nikah kamu risen ya dari kerja mas nggk mau kamu diperintah perintah pk bosmu biar mas mempekerjakan kamu melayani mas setiap mas pengen dek
Riesta melihat Henry lha jadi apa mas?
jadi istri mas dong tugasmu itu dek nemenin mas tidur, ena ena sama kamu tiap hari
adek nggk boleh kemana mana berarti mas?
adek pergi sama mas kemana mana nggk boleh sendiri
Mas kalo kita nikah 2 tahun lagi nunggu adek lulus bisa ndak?
Henry melihat Riesta melotot, mbak rieska minggu depan sudah nikah lho dek dulu kamu bilang nunggu mbak nikah sekarang mosok mo diundur lagi usia mas tambah lagi dong
Riesta terkekeh geli liat Henry kayak anak kecil kamu kok buru buru kenapa sih mas Riesta bertanya?
Henry memegang jari tangan Riesta yang melingkar cincin pertunangannya mas mau cincin ini pindah dijari tangan sebelah kanan dek dan mas nggk mau khawatirin adek terus jujur y dek kalo mas stay diluar kota mas punya pikiran jelek ke adik lho, kan bisa adik jalan sama deren deren yang lain yang mas nggk tau apalagi sekarang rico jadi patner kerja kamu bisa setiap waktu deket sama adek n cinta
mereka siap siap mo pulang tidak lupa Henry menyuruh pak yanto untuk mengambil buah dan sayur yang tadi Riesta mau untuk dibawa pulang untuk ibu dan ibu mertuanya karena memang Riesta dikeluarga Henry sangat sangat diterima bahkan sangat menyayangi keluarga itu, Riesta berpamitan dengan ibu dan bapak yanto "Riesta nitip rumah dan perkebunan ya bu pak Riesta juga mo pamit pulang", "iya mbk cantik jaga kesehatan ya mbk yang akur sama mas Henry "pesan ibu yanto
Riesta masuk mobil beserta henry bergegas mobil melaju meninggalkan villa milik Henry, Riesta sibuk dengan hp nya untuk membalas Email yang dari tadi memang tidak dibuka sampai sampai Henry dicuekin Riesta tidak menyadari kalau Henry tidak senang didiami seperti itu Henry mencari cara untuk membuat Riesta memperhatikan dia
__ADS_1
dek tolong bukain tutup botol air mineral
Riesta meletakkan hp dan membukakan botol air mineral disodorin ke Henry
*tolong dong dek rengek Henry
menepi dulu kenapa mas Mobilny
nggk mau tolong minumin
huuuh manja banget sihh*
tidak terasa mobil Henry sudah masuk halaman rumah Henry, diliat dari jauh ayah dan ibu mertua Riesta mau pergi keluar rumah, Riesta turun untuk menyalami kedua orang tua dicium tangan ayah Henry dan tangan ibu Henry begitu juga ibu membalas mencium pipi kanan dan kiri calon mantunya"ibu kangen kamu Ries, kamu sehat kan? sehat ibu jawab Riesta
masuk ayah sama ibu tinggal dulu sebentar ya mo keluar sebentar
Iya bu jawab Riesta
kedua orang tua itu meninggal kan mereka berdua, Henry dan Riesta masuk kedalam rumah tak lupa Henry mengambil buah dan sayur yang dibawa dari tempat villanya
Riesta duduk disofa keluarga depan tv dia merebahkan badannya sambil memegang hp miliknya yang dari tadi membalas balasan Email, Henry masuk rumah dilihat nya Riesta masih asyik memainkan hp Henry mendekat dipeluknya dengan sigap dan diciumnya pipi Riesta dengan gemas nya "dari tadi aku dicuekin terus aku nggak trima sambil tetap mencium dari pipi kanan kiri hidung bibir"
jerit Riesta karena terkaget dengan posisi dia yang tidak bisa gerak mmmas ssudah aku nggak tahann mas malu diliat nanti, Henry menghentikan kegiatan menciumny diliat sapa dek? kluarga mu mas
Henry melepaskan pelukan nya dan duduk disebelah Riesta, Riesta duduk glendotan ditubuh Henry "adek capek mas"
mo mas pijitin?
Mas juga capek pulang pergi nyetirin adik
panggil tukang pijit y dek? Henry meraih hpnya dari kantong celana
trus ntar adek dimana pijitnya?
dikamar mas dek, yang mijit mbok mbok kok tak lama "mbok datang kerumah ya nyonya besar pengen dipijit sekarang ya"
Mas mau pijit juga?
Mas pengennya yang mijit kamu dek
nggk mau mas ntar ada yang minta lebih
huuuh kecewa Henry
tak lama mbok mbok dateng orangnya periang bahkan sangat akrab dengan mas Henry mas Henry bertelanjang dada minta dipijit sebentar, q didalam kamar mas Henry yang terletak tidak jauh dari ruang tv untuk bersiap siap untuk dipijit mboknya meminta untuk meninggalkan semua pakaianq tapi dengan dililit dengan selimut tipis milik mas Henry sayup sayup didalam kamar terdengar candaan mas Henry dan mbok pijit itu dengan tertawa bersama, tak lama mbok pijit masuk kekamar disusul Henry pintu kamar dibuka Henry duduk didepan pintu kamar mengawasi Riesta dipijit mbok pijit tanya
mbaknya yang cantik ini calon mas Henry ya?
Iya mbok jawab Riesta sambil menikmati pijitan
nggak sakit kan dek? sahut Henry, mbok habis ini aku y mbok
Iya mas beres jawab mbok pijit
Setelah beberapa menit Riesta sampai tertidur tidak sadar karena lelahnya dan merasakan keenakan dipijit, Henry menyuruh mbok jangan dibangunin untuk melanjutkan memijit Henry dengan sigap Henry telungkup dilantai dengan beralaskan karpet yang ada dikamar Henry mulai dipijit. tidak lama Riesta bangun untuk berganti baju masuk kekamar mandi yang berada didalam kamar Henry
dek mandi sekalian ambil handuk dilemari mas biar nyampek rumah langsung bobok, suara Henry menyuruh Riesta
tidak lama Riesta keluar dengan segar habis mandi, Riesta melihat Henry masih dipijit sampai ketiduran Riesta keluar dari kamar menuju ruang makan untuk mengambil minum karena terasa kering kerongkongannya setelah meneguk minum Riesta kembali keruangan tv belum sampai keruang tv pandangan Riesta tertuju diruangan kerja Henry Riesta tertuju dengan figura yang terletak diatas meja dilihat itu foto siapa ya? mata Riesta melotot itu foto Riesta waktu sekolah kenapa ada foto aku batin Riesta. terdengar dari luar nama 'dek riesta' dipanggil, pintu diruangan itu memang tidak ditutup Henry masuk
ngapain dek disini?
Mas ini dapat foto dari mana? tanya Riesta
Ada dehh sambil telunjuk Henry menoel hidung Riesta
mmas dari mana? kenapa juga dipasang disini kan banyak yang liat malu mas
Henry ketawa ngakak
__ADS_1
Riesta tidak trima dengan ketawanya Henry Riesta nglitikin perut Henry, Henry lari keluar sampai sampai mbok pijit yang masih minum diruang tamu melihat gelagat dua orang yang sudah dewasa tapi berlari an seperti bocah