Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Bab 14 ( Pernikahan Ilham dan Bella )


__ADS_3

Pov Cinta


Setelah acara pemakaman Ibu dan Bapak selesai, kami pun memutuskan untuk mampir ke rumah Bi Surti terlebih dahulu, sebelum akhirnya kembali lagi ke Jakarta ke rumahnya mas Dika.


"Bi maafin Cinta ya, karena gak bisa tinggal untuk mengikuti acara tahlilan Bapak dan Ibu," ucapku pada Bi Surti.


"Siapa juga yang ngarepin anak pungut seperti kamu berada disini, kalau emang kamu mau bantu, kamu harusnya ngasih uang dong buat acara tahlilan orangtua angkat kamu," sindir Bi Surti.


"Tapi sekarang aku belum bekerja Bi, jadi belum bisa bantu," ucapku.


"Ya sudah kalau kamu memang gak bisa bantu apa-apa, sana pergi jauh-jauh dari sini !" usir Bi Surti.


"Maaf Bi, saya rasa anda tidak seharusnya berkata kasar seperti itu kepada Cinta. Dan saya rasa ini cukup untuk acara tahlilan Ibu dan Bapaknya Cinta bahkan sampai seratus hari pun," tambah mas Dika dengan memberikan Amplop tebal kepada Bi Surti.


"Gitu dong dari tadi," ucap Bi Surti yang kemudian segera mengambil amplop itu dengan mata yang berbinar.


"Mas Dika, maaf ya saya selalu merepotkan, saya janji nanti saya akan bekerja dengan giat untuk menyicil semua hutang-hutang saya," ucapku yang kini merasa tidak enak dengan mas Dika.


"Sudahlah kamu tidak perlu memikirkan semua itu, aku ikhlas kok membantu kamu," jawab mas Dika.


"Tapi mas?" ucapku yang langsung dipotong oleh mas Dika.


"Pokoknya gak ada tapi-tapian, TITIK gak pake koma," ucap mas Dika sambil tersenyum padaku.


"Oh ya Cinta, sebaiknya kita pulang ke Jakarta sekarang aja ya biar gak kemalaman, lagian aku juga harus mampir ke rumah Pak Broto terlebih dahulu untuk menghadiri acara Pernikahan Ilham dan Bella," ucap mas Dika secara tidak sadar memberitahukan semuanya padaku.

__ADS_1


Mungkin mas Dika lupa kalau baru saja kemarin aku dan mas Ilham gagal menikah, aku yang mendengar perkataan mas Dika pun hanya diam mematung menahan rasa sakit di dalam dadaku.


"Kamu kenapa? kok diem aja saat aku bilang Ilham mau Ni...., Astagfirulloh maaf Cinta aku bener-bener lupa, kalau kamu memang gak bisa ikut lebih baik kamu tunggu saja disini, nanti aku akan kembali lagi menjemputmu setelah acaranya selesai," ujar mas Dika yang terlihat tak enak hati kepadaku.


"Aku gak apa-apa kok mas Dika, mungkin sebaiknya aku juga menghadiri acaranya untuk memberikan do'a restu bagi kedua mempelai, dan mungkin sekarang sudah saatnya aku berusaha untuk melupakan tentang kisah cintaku bersama mas Ilham yang sudah kandas di tengah jalan," ucapku mencoba menghibur diri sendiri.


Akhirnya, kami berempat pun memulai perjalanan kami dengan menuju ke rumah Juragan Broto terlebih dahulu.


Sesampainya di halaman rumah, sudah nampak banyak tamu Undangan yang hadir, jantungku pun mulai berdetak kencang, dan nafasku kini terasa sesak, seakan tidak percaya dengan semua ini.


"Kamu baik-baik saja kan Cinta?" tanya mas Dika yang hanya aku balas dengan anggukan kepala saja.


Disaat kami melangkahkan kaki ke tempat acara dilangsungkan, aku melihat mas Ilham sedang duduk di hadapan penghulu. Akan tetapi, mas Ilham terlihat murung tanpa sedikit pun senyuman menghiasi wajahnya. Namun, tidak sedikit pun mengurangi ketampanannya.


Tiba-tiba, Bu Salma yang melihat kedatangan kami pun kini langsung memeluk tubuhku dengan erat disertai tangisannya yang menyayat hati.


"Sudahlah Bu, Ibu tidak usah merasa bersalah, mungkin kami memang tidak berjodoh, dan aku harap mas Ilham akan selalu bahagia dengan pendamping hidupnya kelak," jawabku dengan menahan sakit yang teramat dalam.


Mas Ilham yang sadar dengan kedatanganku pun berusaha untuk menghampiriku, Namun, Juragan Broto nampak memberi ancaman kepadanya menggunakan Isyarat, sehingga mas Ilham mengurungkan niatnya untuk menemuiku. kini mas Ilham nampak tertunduk sedih dan dari ujung matanya terlihat meneteskan airmata.


Acara ijab kobul pun akan segera dimulai, kini nampak Bella sudah berada di samping mas Ilham dengan dandanan yang cantik serta kebayanya yang terlihat seksi.


Mas Ilham akhirnya dengan ragu menjabat tangan Pak penghulu.


"Saudara Muhammad Ilham, saya Nikahkan dan Kawinkan engkau dengan Saudari Bella Anastasya binti James dengan mas kawin satu kilogram emas dibayar tunai.."

__ADS_1


"Saya terima Nikah dan kawinnya Cinta Khairunnisa Binti Parto dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," Ucap mas Ilham dengan lantang.


"Maaf Nak Ilham Anda sudah salah mengucap nama mempelai wanita," sehingga mas Ilham pun mengulanginya sampai dua kali dan tetap saja mempelai wanita yang mas Ilham sebut adalah namaku sehingga Bella dan Juragan Broto kini terlihat geram.


"Bagaimana Nak Ilham, Anda sudah dua kali salah, apabila sampai salah mengucap Ijab kobul yang ketiga kalinya maka Pernikahan pun akan ditunda, dan tidak dilaksanakan hari ini," ucap Pak Penghulu.


Juragan Broto pun sampai menghampiri mas Ilham dan nampak berbicara kepadanya, dan akhirnya pak penghulu pun menulis nama Bella di kertas supaya mas Ilham tidak salah lagi.


Akhirnya, setelah tiga kali melakukan ijab kobul mas Ilham pun kini resmi menjadi suami orang lain. Saat ini, nampak senyuman penuh kemenangan terlihat dari wajah Juragan Broto dan juga Bella.


Bu Salma yang berada di sampingku pun kini terlihat menangis dengan memeluk erat tubuhku, rasanya aku sudah tidak kuat menahan rasa sesak di dada ini, sehingga aku pun pamit lalu kemudian berlari keluar.


Setelah jauh dari kediaman mas Ilham, aku pun menjatuhkan tubuhku di atas rumput, karena kaki ku sekarang sudah merasa sangat lemas, hujan disertai petir kini nampak turun secara tiba-tiba seakan ikut mengiringi kesedihan yang aku rasakan.


Di bawah derasnya hujan ku tumpahkan tangisan ini. Akhirnya kini tangisku pun pecah, karena selama ini orang yang aku cintai harus rela ku lepaskan demi kebahagiannya.


Selamat tinggal mas Ilham, semoga kamu selalu bahagia, teriakku dalam hati, rasanya kini hatiku serasa tertusuk ribuan duri, sampai akhirnya mas Dika datang dengan memayungi tubuhku yang sudah terguyur hujan.


"Aku mengerti rasa sakit yang kamu rasakan Cinta, entah mengapa aku juga merasakan semua itu," ucap mas Dika.


"Kenapa cinta pertamaku harus berakhir seperti ini mas Dika? apakah aku tidak pantas merasakan kebahagiaan dalam hidupku?" tanyaku pada mas dika.


"Mungkin semua ini yang terbaik buat kalian Cinta, kamu tau kan kalau akan muncul pelangi setelah hujan, begitu pun dengan kisah Cintamu, mungkin Alloh SWT akan mengirimkan seseorang yang lebih baik dibandingkan dengan Ilham untuk menjadi pendamping hidupmu kelak," hibur mas Dika.


"Ya sudah, sekarang lebih baik kita melanjutkan perjalanan kita ke Jakarta ya, kasian Tia dan Ahmad sudah lama menunggu, kamu juga harus segera ganti baju biar gak masuk angin, kebetulan aku selalu bawa baju ganti di mobil, siapa tau muat denganmu," ujar mas Dika.

__ADS_1


Aku pun lagi-lagi hanya menjawab ucapan mas Dika dengan anggukan kepala, rasanya bibir ini seakan susah untuk berucap, rasa sakit yang teramat sangat masih terasa dalam sanubariku.


Ya Alloh ampunilah hamba yang belum bisa menerima atas semua takdir yang sudah Engkau tuliskan, berikanlah keikhlasan dan kesabaran kepada hambaMU ini, sesungguhnya Engkau maha pengasih lagi maha mengetahui, do'aku dalam hati.


__ADS_2