Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
penggemar


__ADS_3

disaat bersamaan dari luar rumah terdengar langkah kaki masuk Kedalam rumah ternyata kedua orang tua Henry sudah pulang dari perginya dilihat nya ada mbok pijit duduk diruang tamu


ehhh ada simbok habis mijit sapa mbok?


mijit calon pengantin


oalah ternyata anak ibu suka dipijit y, pandangan ibu kearah Riesta, gimana nak sudah enakan?


Sudah bu jawab Riesta sambil mencium tangan ibu henry


kamu sudah pada makan belum? ibu tadi mampir beli ayam bakar ibu duduk disamping Riesta dengan lebih maju badannya meraih pipi Riesta untuk menciumnya'ibu kangen kamu nak ibu pikir langsung pulang masmu tadi ibu telp suruh main dulu nunggu ibu dan ayah pulang


Riesta juga kangen sama ibu


Henry menyambung omongan ibu dan kekasih hatinya aku dikangenin ndk? wajah Riesta melihat kearah Henry dan menjawab SELALU


nak minggu depan mbak rieska nikah ibu kok dikirimi baju kembaran sama bapak ya? kembar sama Henry juga


Riesta menjawab iya kita kembaran kok


ibu berbisik kamu nyusulnya kapan? suara ibu tetap terdengar ditelinga Henry karena memang posisi duduk Henry disebelah kanan Riesta ibu disebelah kiri Riesta


tahun depan bu tegas henry


beneran mas jawab ibu


Iya buu suara Henry terdengar


bapak ikut nimbrung diantara pembicaraan Henry Riesta dan ibu, trus rencana habis nikah kamu mo tinggal dimana hen?


ya bolak balik pak tapi Henry pengen tinggal di villa atas


kasian Riesta hen kalau kamu tinggal disana Riesta nggk punya temen malah


kamu tempatin rumah deket kota itu biar gampang akses kemana mana itu rumah jatah kamu hen untuk adik adikmu sudah ada


Henry kebisingan pak kalau disitu


tapi kan aksesnya gampang lagian perumahannya juga aman, kamu ke villa bisa akhir pekan hen nggk bs bayangin kalo cucu bapak ada kamu tinggal keatas trus mainnya sama siapa nggk punya temen


Henry lebih seneng disana pak Riesta juga suka sejuk disana, tapi sambil jalan diputuskan pk Henry sambil melirik Riesta


Riesta masih asyik membantu ibu membuka sayur dan buah yang ia bawa dari villa Henry, perjalanan nya hampir 2jam tapi terbayarkan dengan suasana nya, ibu menceritakan kemarin pada waktu Henry mengajak keluarga menginap disana tidak ada yang boleh tidur di kamar utama karena yang boleh tidur cuma Riesta sama Henry. Riesta mendengar cerita ibu mertuanya tertawa karena sangat tau sifat Henry itu suka perintah ngatur dan memaksakan kehendak karena memang dia atasan jadi semua seakan bawahannya beda dengan Riesta memang untuk mencintai Henry butuh waktu bagi Riesta dan tidak dipungkiri Riesta mulai sayang dan terbiasa dengan sifat memaksanya dan Riesta merasa sangat dicintai oleh Henry karena memang untuk materi Riesta tidak bakal kekurangan tapi bukan sifat Riesta untuk menghabiskan uang Henry semua uang yang ditrasfer Henry ke rekening Riesta jarang sekali digunakan walaupun masih status tunangan tapi Henry setia memberi jatah belanja buat Riesta, dengan perbincangan ibu dan Riesta setelah menata sayur dan buah ibu Henry menunjukkan salah satu hantaran yang mo dibawa waktu acara lamaran Riesta belum tau wajahnya tapi keluarga ini sudah menyiapkan Riesta begitu terharu dengan disambutnya dia dikeluarga barunya ini semua mendukung dan setuju berharap segera diresmikan hubungan nya dan dihalalkan


suara Henry terdengar dek mo pulang jam berapa? kamu belum istirahat dari tadi


bentar lagi mas, ibu lagi mo buatin salad buah


Henry sambil menyuapi Riesta dengan makanan ditangannya


drrtttt hp Henry bunyi


Iya, sudah dikirim trimaksh sblmny Henry mengakhiri telpon nya


dek temenin q yuuk kerja, sambil melangkah mengambil laptop dan peralatan nya dibantu Riesta membuka laptop Riesta kaget karena walkpaper laptop Henry terpapang foto Riesta waktu liburan bersama Henry dimana Henry diam diam mengambil gambar tanpa sepengetahuan Riesta "ihhh cantik banget aku mas" iya dong istri siapa dulu dengan bangga nya Henry menyebut Riesta


Riesta melihat rincian laporan keuangan yang dikirim asisten nya Riesta terbelalak gila penghasilan calon suami nya tertera dilayar, Henry tidak mengetahui kalau Riesta terbelalak laporan keuangan perusahaan nya, terdengar telpon Henry berdering Riesta mendengar sayup sayup suara cewek yang menelepon dan sorot mata Henry yang melihat kearah Riesta seakan takut Riesta tanya siapa yang telpon, Riesta bergegas bangun dari dudukny untuk keluar menuju ruang tamu seakan Henry menyembunyikan sesuatu dari Riesta karena Riesta tidak ingin punya pikiran macem macem ke Henry karena sangat Riesta sadari banyak cewek yang akan jatuh hati ke Henry karena uangnya, Riesta mengambil hp didalam tanya ternyata banyak Chat yang masuk dan Email Riesta mencoba membaca Chat dari temen temennya ada dari rico yang menanyakan soal gatering kantor tanpa banyak mikir Riesta menghubungi rico tidak lama berbincang dengan rico sepasang mata mengawasi Riesta sedang menelepon dengan seseorang Henry duduk disamping Riesta dengan memakan buah yang sudah dipotong diatas meja tidak lupa Henry menyuapi Riesta pertanda harus disudahi telpinnya tidak lama Riesta mengakhiri pembicaraan nya dengan rico


*siapa sayang? Riesta terbelalak dengan panggilan Henry


Rico mas tanya soal gatering kantor karena memang yang ngurus aku n rico dengan dibantu staf laen penjelasan Riesta sangat jelas karena tidak mau ada perdebatan dengan Henry walaupun Riesta y tidak pernah menuntut Henry untuk crita siapa yang telpon dia tadi karena memang sifat Riesta cuek

__ADS_1


adek nggk tanya yang telpon mas sapa?


Mas nggk crita y sudah adek nggk mau bikin mas nggk nyaman


kok gitu pdhl mas berharap adek tanya ke mas


y udah siapa cewek yang sudah telpon mas tadi? kok mesra banget*. diraut muka Riesta mmng datar ekspresi nya tidak cemburu ato pun mau tanya hanya ingin lebih menghargai hubungannya dengan Henry


Riesta percaya banget dengan mas Henry karena mas Henry seorang pimpinan tau apa yang boleh dan tidak pesan Riesta ke Henry


Trimaksh y sayang ucapan dari mulut Henry


pulang yuuk ajakan Riesta


tidak lama Riesta pamitan dengan kedua calon mertuanya pesan dari ibu calon mertua didengar baek baek bahkan kedekatan kedua orang tua Henry ke Riesta serasa tidak ada jarak seperti orang tua sendiri tidak lama Henry meninggalkan halaman rumahnya untuk mengantar Riesta, pandangan Riesta melihat keluar jendela dilihat nya dipinggir jalan ada abang penjual keripik Riesta meminta Henry berhenti untuk bisa beli keripik setelah berhenti Henry meminta Riesta nggk usah turun biar Henry yang turun tapi Riesta menolak Henry pasrah karena permintaan nya tidak disetujui Henry melihat punggung Riesta keluar dari mobilnya, Henry memperhatikan dari dalam mobilnya tidak lama ada seseorang yang juga ikut membeli seakan pernah kenal orang lelaki itu Henry masih termenung memikirkan lelaki yang sudah berbincang dengan kekasihnya Henry mengawasi dari dalam mobil dengan wajah penuh cemburu karena mereka berdua tertawa bersama tidak lama Riesta balik kemobil dilihat nya Henry dengan wajah datar tidak lama Riesta menjelaskan kalau itu temen sekolah nya Henry jawab mas tau kok


Mas kenal?


Iya sayang jawab henry


axcel kn namanya? dia suka kamu lho dek


mmmmm gitu sambil ngunyah kripik Riesta mas Henry cemburu kan? sambil nyuapin kripik kemulut henry


terlalu over Henry ke Riesta kadang Riesta bisa ngimbangi overprotektifnya Henry tapi Riesta hanya manusia biasa ada kalanya batas kesabaran nya akan habis untuk ngikutin mau Henry perasaan Riesta sudah terbiasa dengan kejutan kecil yang Henry selalu kasih buat Riesta terkadang Riesta merasa penat dengan sikap Henry yang over keriesta mereka seharian melalui waktunya bersama karena jarang banget mereka bisa jalan berdua karena kesibukan mereka, Henry selalu menuntut lebih dari Riesta karena jarang diperhatikan itu yg selalu bikin mereka bertengkar apa lagi kalau sudah cemburu wahhhh bisa kayak perang dunia tapi setiap bertengkar karena cemburu Riesta selalu mengalah, keesokan harinya mereka kembali dengan aktivitas mereka masing masing Henry kembali ke luar kota Riesta dengan pekerjaan dan kuliahnya pagi pagi Riesta buru buru kekampus ternyata ada kuliah awal dia lupa manasin mobil karena joko yang setiap pagi yang selalu menyiapkan mobil ato motor milik anak majikannya Riesta dengan cepat memesan ojek online untuk berangkat kekampus, ibu menyiapkan sarapan untuk anak anak nya tapi Riesta memutuskan untuk tidak sarapan


Riesta pamit dulu bu


naek apa kamu? trus ntr pulangnya gimana?


gampang bu pamit dulu ya bu, dicium nya pipi kanan dan kiri ibunya, sejak dari rumah tadi dijemput ojek Riesta merasa ada yang buntuti jalan nya tapi Riesta menepis perasaannya nyampek dikampus Riesta cuek masuk ke gedung kampus tanpa menghiraukan yang dibelakang nya, sesampainya didepan kelas Riesta ketemu temen temen nya mengajak Riesta segera masuk kelas setelah pergantian kelas Riesta kekantin untuk membeli minum ternyata ada dewi karena memang beda fakultas mereka cuma ketemu waktu istrht saja Riesta dan dewi melepas rindu dengan bercerita tentang mereka, waktu sudah menunjukkan waktu nya makan siang Riesta masih asyik untuk melihat Email dari pekerjaannya tak disadari ada cowok duduk didepan meja Riesta dikantin dengan menyerahkan sebotol air mineral mata Riesta melihat kesisi dimana cowok itu duduk Riesta sering liat orang ini tapi tidak tau namanya


sambil mengulurkan tangan aku aldo


Riesta menyambut uluran tangan nya "Riesta"


q anak fakultas teknik say seneng bisa berkenalan dengan kamu


Riesta cuma seyum, tak lama hp Riesta bunyi


drrtttt


👩halo


👨kamu datang jam brp riest?


👩habis ini saya kekantor


👨q tunggu dikantor, habis ini mo meeting soal gatering lg


saya tinggal dulu y al, pamit Riesta ke aldo


saya antar ya


trimaksh tidak usah


Riesta bergegas pergi meninggalkan kantin dan aldo yang duduk dikantin sambil memperhatikan kepergian Riesta, tidak lama ojek datang menjemput Riesta karena dari kantin tadi Riesta sudah pesan ojek tidak lama Riesta sudah sampai didepan kantor jasa pengiriman dia turun dari ojek ternyata ada sepasang mata memperhatikan Riesta datang dari turun dari ojek sampai masuk kekantor ada suara dari belakang menyapa Riesta, dengan membalikkan badan kebelakang pengen tau suara siapa?


kok naik ojek ries?


Mobil ngambek pk

__ADS_1


mereka jalan beriringan menuju ruangan, rico yang sedari tadi memperhatikan Riesta datang ikut berjalan dibelakang nya mereka


eh ada mas rico sapa Riesta


hmmm jawab rico


mereka sudah duduk bersama bosnya mulai membicarakan gatering hari jumat besok selama meeting pandangan rico tak lepas dari Riesta begitu mengagumi Riesta tapi Riesta tidak mengetahui nya selama beberapa menit meeting berakhir bos jimmy berpamitan diruangan itu tinggal Riesta dan sita yang lagi membereskan kertas kertas yang berada dimana, sita berpamitan karena Riesta ada telpon untuk meminta sita tidak menunggu nya


Iya mas, habis meeting jawab Riesta


sudah makan kamu sayang suara Henry bertanya


belom mas habis ini mo cari makan kedepan kantor


sudah lewat dua jam lho, pagi sudah sarapan?


hihihi belom mas adek janji habis ini makan


Riesta mulai bosan dengan ceramah Henry tidak henti henti nya untuk mengomel sampai sampai mata Riesta berkaca kaca karena omongan Henry tangan kanan Riesta sambil memijit pelipisnya karena tidak henti henti nya dimarahin


sudah y mas adek mo cari makan bye


Riesta menutup hp sambil mengusap matanya yang sudah mengeluarkan butiran air, tidak sengaja rico masuk keruangan dilihatnya Riesta sedari tadi sampai sampai menghapus air mata yang keluar rico tau


Ries cari makan yuuk? ajak rico


ayo mas, tidak pake lama Riesta berdiri berjalan menuju pintu keluar disusul dengan rico sesampainya dipintu utama mereka berjalan beriringan menuju tempat makan persis didepan kantor hanya saja mereka harus menyeberang jalan raya karena dua arah dan siang itu jalanan ramai untuk menyeberang super sabar dari arah kiri melaju motor dengan sigap tangan rico memegang tangan Riesta agar langkah Riesta terhenti tidak sampai tertabrak motor, Riesta kaget sampai sampai memegang dadanya sesampainya ditempat makan Riesta masih syokkk rico buru buru mengambil air mineral dideket meja kasir disodorkan ke Riesta


diminum dulu biar tenang


trimaksh mas


diminumnya air mineral yang disodorkan dari rico buat Riesta tak lama makanan dateng karena sudah memesan sebelum mereka sampai ditempat itu bunyi hp Riesta terdengar Riesta tampak lesu melihat nama dilayar hpnya


dijawab dulu Ries suara rico


Riesta menjawab telp yang sedari tadi berbunyi


Iya mas, ini lagi makan adek makan dulu yaa byr ceklek


-makan kok sambil mikir tow, mikir apa? tanya rico


-Riesta cuma menggeleng


-tadi kenapa kamu nangis Ries, maaf ya tidak sengaja aku liat


-lagi sebel aja mas, kalo ibarat q tandon air isinya sudah penuh mas


-cerita aja mas mo dengerin kok


-bingung mo crita dari mana, sudahlah mas makan dulu


-janji crita ya habis ini pinta rico


-Riesta tersenyum sedikit Diujung bibir nya


Setelah menghabiskan makan siang rico dan Riesta santai sejenak sambil berbincang bincang rico berdiri berjalan menuju kasir dengan sigap Riesta berjalan dibelakang rico mereka berebut membayar orang dikasir sampai bingung tapi siang itu dimenangkan oleh rico tapi Riesta bilang next time aku yang traktir y mas, rico menjawab dengan anggukan ringan mereka keluar dari tempat makan untuk kembali ke kantor dengan berjalan kaki dan menyeberangi jalan raya dengan sigap tangan rico langsung menggapai tangan Riesta karena masih takut Riesta tidak menolak tangan nya digandeng rico diseberang jalan pak satpam dikantor mereka melihat kemesraan dua orang ini sambil senyum senyum ekspresi pk satpam, sesampainya dikantor pk satpam menyapa" mas rico dan mbak Riesta sudah jadian ya? "


#flashback


Rico seorang cowok yang menurut orang kantor ramah, pekerja keras sampai sampai seluruh orang kantor menjodohkan Riesta dengan rico terdengar lucu karena memang rico dan Riesta merupakan asisten pk bos walaupun semua kerjaan dihandle rico karena memang rico sangat tahu sifat cemburunya Henry kalau kerjaan Riesta berat dengan gampang Riesta disuruhnya risen dari kantor rico rela berkorban demi Riesta karena Riesta tidak ingin apa apa semua ngandalin Henry rico tahu cerita itu semua dari pk jimmy karena pk jimmy awal membuka kantor cabang ini dibantu Riesta, Riesta sangat dekat dengan pk jimmy karena temen semasa sekolah kakak Riesta bahkan rico tahu sendiri sikap Henry ke Riesta. setiap mereka jalan berdua menemui klien ato sekedar jalan berdua orang kantor bahagia banget melihatnya mereka berharap segera jadian padahal mereka pada tahu kalau Riesta sudah punya tunangan

__ADS_1


__ADS_2