
Setelah selesai makan dan mengobrol dengan keluarga besarnya,Indra beranjak dari tempat itu menuju kamarnya untuk merebahkan tubuhnya yang sudah sangat lelah saat itu
"Sebaiknya kamu juga tidur Din,bang Indra juga sudah duluan kekamar"bisik Bu Neni pada menantunya itu
"Baiklah Bu"ucap Dini dan berlalu dari tempat itu menuju kamarnya Leni
"Astaga..."teriak Leni saat melihat Dini sedang duduk di meja riasnya malam itu
"Maaf Len membuatmu kaget,tadi kakak sudah mengetuk pintu kamarmu ini berulang-ulang,tetapi karena kamu berada di kamar mandi,jadinya kamu mungkin tak mendengarnya"ucap Dini merasa bersalah saat melihat wajah kaget dari adek iparnya itu
"Lupakan itu kak, ada hal apa yang membawa kakak ke kamar ini"tanya Dini sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil
"Jika kamu tidak merasa keberatan,bolehkah kakak tidur disini malam ini"pinta Dini
"Kenapa kak,apa bang Indra menyakiti kakak"tanya Leni
"Tidak Len,kakak hanya belum terbiasa untuk tidur berdua"
"Apa kata Ibu nanti kak,pasti Ibu akan merepet sepanjang rel kereta api.Begini saja kak,kita tidur di kamarnya bang Indra saja,kalau Ibu bertanya nanti,biarkan Leni yang menjawabnya"saran Leni dan mereka pun berlalu menuju kamarnya Indra
"Kenapa kamu tidur dikamar ini"tanya Indra melihat adeknya itu membawa bantal dan selimutnya ke kamarnya Indra
"Pilih mana,kami tidur disini atau kamu mau tidur sendiri di kamar ini"ucap Leni
"Baiklah terserah kalian saja,segeralah tutup pintunya sebelum Ibu memaksa masuk nanti"ucap Indra dan kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur
Leni langsung ikut tidur di tempat tidurnya Indra,sementara Dini langsung mencari tombol lampu diruangan itu dan mematikannya
__ADS_1
"Lampunya kenapa di matikan dek"tanya Indra dan kembali duduk di tempat tidurnya
"Maaf yah bang,aku tidak akan bisa tidur selama lampu masih hidup"ucap Dini sedikit berbisik karena takut mengganggu tidurnya Leni
"Bukannya kamu takut akan suasana gelap"tanya Indra merasa heran karena mengingat kejadian beberapa bulan lalu saat terjadi mati lampu di cafe dulu
"Sebenarnya aku bukan takut gelap bang,aku hanya tidak bisa memahan diriku untuk tidak tidur saat keadaan di dalam satu ruangan gelap,saat itu aku hanya takut abang akan berbuat sesuatu terhadapku karena melihat gelagat abang yang saat itu sangat membuatku takut.Baiklah bang,kita akhiri obrolan ini karena aku sudah sangat ngantuk,satu lagi tolong jangan macam-macam malam ini,karena ada Leni yang ikut tidur dengan kita sekarang,selamat malam my husband"ucap Dini dan mencium pipinya Indra
"Astaga...bisa tidak tidur-tidur malam ini,nasibku malam ini sangat tidak beruntung,biasanya orang yang sudah sah menikah akan menikmati waktu berduaan dan menghabiskan malam hingga pagi dengan begadang,ini kita malah dipaksa untuk bersabar dulu tong"gumam Indra sambil melirik kearah barang pusakanya itu
Jam telah menunjukkan pukul tiga dini hari,tetapi Indra masih memilih untuk merokok di teras kamarnya itu,entah sudah bungkus keberapa yang di habiskan Indra saat itu,pikirannya melayang entah kemana hingga menemukan kesimpulan atas tindakan istrinya saat itu"mungkin dia belum yakin terhadapku dan mungkin dia masih butuh waktu untuk mempercayaiku"batin Indra
Setelah merasa bosan duduk di teras itu,Indra
pun memilih kembali kedalam kamarnya dan merebahkan diri di samping istrinya yang tertidur sangat pulas karena kelelahan satu harian tadi
Setelah selesai melakukan aktivitasnya dari kamar mandi,Dini langsung turun ke lantai bawah untuk membantu membuatkan sarapan buat keluarga besar yang kebetulan masih menginap dirumah itu
"Din...kamu kok sudah bangun sepagi ini nak"tanya Bu Neni yang baru datang kedapur
"Ia Bu,Dini hanya mau membantu menyiapkan sarapan saja"ucap Dini
"Baiklah kebetulan Bibi yang biasa membantu kita disini sedang pulang ke daerahnya karena anaknya mau menikah,jadi mau tidak mau kita harus menyiapkan semuanya"ucap Bu Neni
"Tidak masalah Bu,sebaiknya kita buat nasi goreng saja"saran Dini
"Mana yang terbaik saja nak"ucap Bu Neni
__ADS_1
Setelah selesai sarapan,semua keluarga besar bergegas merapikan barang-barang mereka karena mereka akan pulang ke tempat masing-masing pagi itu
"Baik lah Nenek,kakek,Bibi,Paman dan kakak serta abang semua,terimakasih yang tak terhingga kami ucapkan atas kehadiran semuanya di acara bahagia kami,semoga kedepan kita bisa bertemu kembali dalam suasana bahagia" ucap Indra sambil menyalami satu persatu keluarga yang akan berangkat pagi itu
Dini juga langsung menyalamkan amplop yang berisi uang yang sudah disepakati oleh keduanya
"Astaga nak,amplop ini tidak perlu kalian bagikan,kami datang ke acara pernikahan kalian ini tulus dan itu sudah menjadi kewajiban kami"ucap keluarga besar saat itu
"Mohon di terima Nek,Kek,Bibi,Paman,kaka dan Abang semua,jauh-jauh hari kami sudah niatkan hal ini,walau mungkin nilainya tidak seberapa,tetapi mohon jangan melihat dari nilainya"ucap Dini sambil mengatupkan tangan di dadanya
"Baiklah nak,semoga keluarga kalian cepat di beri momongan dan menjadi keluarga panutan untuk semuanya terlebih buat keluarga besar kita.Semoga rejeki kalian juga semakin berlimpah"ucap Si Kakek mewakili semuanya yang ada disana
"Amin kek"sahut Indra dan Dini bersamaan
Setelah kepulangan keluarga pagi itu,Dini dan Indra pun langsung pamit kepada Pak Ipan dan Bu Neni untuk menemui semua karyawan mereka yang menginap di salah satu penginapan di kota itu
"Bapak sangat senang Bu melihat kedua anak kita itu,mereka memikirkan sampai ke hal yang bahkan kita tidak kepikiran sampai kesana,mereka tidak mau melihat keluarga yang datang ke acara pernikahan mereka kesusahan,bahkan sebaliknya semua yang hadir saat pesta semalam sangat bersukacita.Kedepan kita harus lebih menyayangi mereka Bu,apalagi sifat Ibu yang kurang baik itu,sebaiknya Ibu rubah dan belajar lah menjadi mertua sekaligus ibu buat menantu kita Bu,Bapak sangat senang mereka bahkan mengundang semua karyawan yang bekerja dengan mereka untuk ikut bersuka cita dalam hari bersejarah mereka.Jika orang lain mungkin mereka akan berpikir rugi karena menutup usaha mereka selama satu minggu,tetapi mereka beda Bu.Kita belum lupa seperti apa sifat anak kita sebelumnya,tetapi setelah nak Dini hadir dan mengisi hari-harinya,lihat lah dia bisa mengimbangi dan mengikuti sifat baiknya Dini"ucap Pak Ipan memuji sifat menantunya itu
"Baik pak"sahut Bu Neni sedikit sewot
"Bukan cuman itu Bu,Pak semua karyawan yang datang itu di tanggung oleh kak Dini,uang yang diisi di amplop itu juga uang kak Dini,bahkan biaya untuk pesta ini semuanya dari kak Dini,jadi tolong kedepan jangan bahas masalah uang dengan kak Dini Bu,setiap bang Indra ada kesulitan dana,kak Dini selalu pasang badan untuk mengatasi itu.Jujur jika aku berada di posisinya kak Dini,aku pasti sudah sombong Bu,tapi lihatlah kak Dini,dia memilih tidur di kamarnya Bang Indra dan tidak memilih menginap di hotel besar yang di tempat ini bu"ucap Leni
Bu Neni yang mendengar penuturan anak bungsunya itu langsung tercengang mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi saat itu
"Kamu tahu dari mana Len,Apa Dini yang memberitahukan ini semua kepadamu"tanya Bu Neni
"Tenang Bu,Kak Dini itu tidak mau mebicarakan masalah uang didepan siapapun,aku hanya selalu menguping setiap mereka berdua membicarakan sesuatu.Kak Dini sangat menghormati bang Indra,kak Dini juga selalu meminta pendapat dari bang Indra untuk setiap keputusan yang akan diambilnya untuk acara pernikahan mereka itu.Kedepan aku juga akan belajar tentang hidup yang sebenarnya dari kak Dini,tidak sombong,baik hati dan sangat suka menolong,satu lagi tegas dan sangat disegani oleh orang-orang"ucap Leni memuji kebaikan kakak Iparnya itu
__ADS_1