Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Kedepan Kamu Harus Lebih Bijak Lagi


__ADS_3

Setelah Dini kembali tertidur,Indra langsung menghubungi Pak Ipan untuk memberitahukan kabar Dini saat itu


"Pak... kondisi Dini sekarang sedang tidak baik,Dini baru pulang dari rumah sakit Pak.Indra tidak bisa pulang kerumah pak,tetapi Indra mohon supaya Leni bisa datang kerumah ini Pak,setiap Dini melihat Indra,dia langsung ketakutan dan menangis pak.Saat Indra menerima panggilan dari dokter yang merawat Dini saat ini,dokter telah memberitahukan penyebab Dini sampai seperti sekarang ini"ucap Indra kepada Pak Ipan


"Baiklah bang Leni akan segera kesana"sahut pak Ipan sambil mengakhiri panggilan di ponselnya


"Semoga kamu puas saat mendengar berita buruk ini Bu,semoga Indra secepatnya menghubungi Adi untuk datang menjemput Dini dan menuntut kita karena telah membuat keluarga mereka mengalami penderitaan karena ulah Ibu mertuanya"ucap Pak Ipan kepada Bu Neni


"Apa yang terjadi Pak"tanya Leni saat mendengar suara ribut diruang keluarga rumah itu


"Abangmu telah mengirimkan lokasi dimana Dini berada,kamu bawalah pakaianmu kesana,karena Dini baru pulang dari rumah sakit.Dia takut melihat Indra dan dia hanya meminta kamu untuk menemaninya.Dini masih memikirkan jika dia meminta kakaknya yang datang kesana,mungkin semuanya akan berdampak buruk buat kedua keluarga kita.Segeralah pergi Len,tolong jaga Dini untuk kita semua"ucap Pak Ipan sambil menghapus air mata yang tiba-tiba jatuh dari pelupuk matanya


"Baiklah pak,Bapak juga harus tenang dirumah,tolong bapak doakan supaya kak Dini segera pulih dan mampu melewati semua cobaan ini.Bu...tolong jangan bertingkah yang aneh-aneh lagi.Aku bahkan tidak percaya,kak Dini mengalami masalah seberat ini akibat ulah seorang Ibu mertua"pinta Leni sambil berlalu dari rumah itu


Setelah selesai menghubungi Leni,Indra langsung menghubungi Ari suaminya Meli


"Bang...maaf jika merepotkanmu"ucap Indra dan langsung menceritakan semuanya kepada Ari


"Baiklah...aku akan kesana sekarang,sebaiknya kamu jangan hubungi siapapun In,kita akan membahas semuanya nanti disana"ucap Ari


"Baik bang"sahut Indra


"Bagaimana keadaan kak Dini bang"tanya Leni setelah tiba dirumahnya Dela


"Dini ada di dalam Len,sebaiknya kamu masuk dan melihatnya sekarang.Aku akan menunggu di luar saja karena sebentar lagi bang Ari akan ketempat ini juga"ucap Indra menjelaskan kepada Leni


"Tenangkan dirimu bang,sebaiknya abang makan sekarang sebelum kalian berdua sakit secara bersamaan"ucap Leni sambil menyodorkan makanan yang sengaja di belinya saat diperjalanan menuju rumahnya Dela


"Terimakasih Len,aku mau kedepan dulu,tolong jaga Dini yah"ucap Indra sambil berlalu menuju ke warung di depan rumahnya Dela

__ADS_1


Sementara Leni yang sudah melihat keadaan Dini saat itu merasa sangat sedih."Kak Din....bagaimana keadaanmu"tanya Leni saat melihat Dini sudah terbangun dan berusaha untuk duduk


"Sudah membaik Len,terimakasih sudah mau repot untuk datang kesini.Oh yah Len bang Indra masih di rumah ini kan"tanya Dini memastikan


"Masih kak,sepertinya bang Indra sedang kewarung depan kak"ucap Leni sambil membantu untuk memapah Dini kekamar mandi


"Len...kita pulang sekarang yah,aku merasa tidak enak hati kepada Dela.Tetapi kakak mohon tolong bantu kakak untuk membicarakan hal ini kepada bang Indra dan tolong bantu beri pengertian untuk Bapak supaya Ibu tidak akan menggangu kakak dulu yah Len"pinta Dini kepada Leni dengan sangat hati-hati


"Baiklah kak,jika kakak sudah merasa kuat,sebaiknya kakak berbaring sebentar di kursi depan saja,Leni akan merapikan tempat tidur ini dulu kak"saran Leni


"Baiklah Len"sahut Dini sambil berjalan dengan sangat hati-hati menuju teras depan rumah itu


"Bee....kamu sudah kuat untuk berdiri"tanya Indra sambil bergegas membantu Dini


"Sudah bang,tolong sebaiknya rokoknya dimatikan dulu"ucap Dini sambil mendudukkan tubuhnya


"Baiklah bee"sahut Indra sambil mematikan rokok yang sengaja di gunakan Indra tadi untuk mengusir rasa bosannya untuk menunggu Ari tiba di tempat itu


Indra pun langsung menceritakan awal dari permasalahan yang sedang mereka hadapi


Indra dan Ari sedang fokus berbicara,tiba-tiba Dini merasakan pusing yang sangat luar biasa disertai perut yang terasa sakit dan mules


"Bang...tolong aku"teriak Dini sambil memegangi perutnya


"Bang Ari....itu darah bang"teriak Indra saat melihat darah segar keluar dari pahanya Dini


"Apa yang terjadi kak"teriak Leni saat melihat darah itu


"Bantu aku membawa Dini kerumah sakit,kamu bantu pangku Dini In"teriak Ari sambil menghidupkan mobilnya

__ADS_1


"Baik bang"sahut Indra sambil menggendong Dini kedalam mobilnya Ari


"Tolong tenangkan dirimu In,aku jadi tidak fokus menyetirnya"ucap Ari saat melihat Indra histeris sambil mencoba menyadarkan Dini yang sudah pingsan


"Bee....bangun bee,bertahanlah bee"ucap Indra berulang-ulang


.....


"Pak...Leni dan bang Indra akan tidur dirumah sakit,kak Dini mengalami pendarahan Pak,kak Dini juga pingsan tadi saat dilarikan kerumah sakit oleh bang Ari dan bang Indra"ucap Leni sambil menangis


"Astaga nak....semoga nak Dini baik-baik saja,kabari bapak jika ada hal apapun yang terjadi yah nak"pinta Pak Ipan dengan suara serak karena menahan tangis saat itu


"Baik pak,tapi kak Dini meminta untuk saat ini supaya tidak bertemu dulu dengan Ibu"


"Tenanglah nak,Bapak akan memastikan itu"sahut pak Ipan


Sementara Indra dan Ari masih menunggu di ruang tunggu rumah sakit itu


"Apa yang terjadi dengan istri saya dok"tanya Indra saat melihat dokter yang menangani Dini keluar dari ruangan dimana Dini berada


"Saat ini pasien sudah siuman,tetapi janin yang dikandungnya tidak bisa diselamatkan karena sebelum tiba di rumah sakit ini pasien sudah mengalami keguguran"terang sang dokter


"Terimakasih atas penjelasanya pak,apa boleh kami melihat kondisi pasien sekarang"tanya Ari sambil menopang tubuh Indra yang tiba-tiba ambruk


"Sebaiknya nanti saja pak,pasien masih membutuhkan istirahat total"sahut sang dokter sambil berlalu dari tempat itu


"Bang Ari....aku pembunuh bang...akulah yang menyebabkan anakku itu pergi untuk selamanya..."ucap Indra sambil mendudukkan tubuhnya di lantai


Sementara Leni yang baru tiba di tempat itu langsung terjatuh saatmendengar perkataan abang kandungnya itu

__ADS_1


"Tolong kalian berdua tenang,sebaikny kalian duduk di tempat duduk ini,kita akan menghubungi keluarga tetapi tolong jangan ada yang menyampaikan hal memalukan itu.Aku yang akan menghubungi keluarga nanti dan dek Len tolong kamu kabari paman dan bibi,bagaimana pun mereka wajib mengetahui hal ini.Indra...saat ini kamu harus kuat dan kedepan kamu harus lebih bijak lagi untuk mengambil setiap keputusan"ucap Ari sambil menepuk pundak adek iparnya itu


__ADS_2