Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Aku Punya Harga Diri


__ADS_3

Dua bulan berlalu,hubungan Dini dan Indra sudah semakin menjauh


Indra bahkan sudah beberapa kali tidak pulang kerumah dan memilih tidur di luar.


Dini sudah mencoba beberapa kali untuk membahas hubungan mereka supaya ada keterbukaan diantara mereka,tetapi bukannya mendapat sambutan baik,Indra malah pergi tanpa berbicara kepada Dini


Sore itu,setelah pulang kerja,Dini menemukan Leni sedang menangis dirumahnya Dini.


"Ada apa Len,apa terjadi sesuatu"tanya Dini sambil mencoba menenangkan adek iparnya itu


Bukannya menjawab,Leni malah semakin menangis dan histeris


"Baiklah Len,saat ini tenangkan dirimu dulu,sekarang ikuti kakak tarik napas dalam-dalam dan keluarkan perlahan"pinta Dini


"Sekarang sudah lumayan tenang kan,jika memungkinkan bagimu untuk menceritakan kepada kakak,maka dengan senang hati kakak akan mendengarkannya.Tetapi jika itu memang sesuatu yang tidak perlu kakak ketahui,sebaiknya kamu simpan saja rahasianya.Len...untuk saat ini atau untuk masa depan,ingatlah kakak akan selalu menjadi sahabat untukmu"ucap Dini sambil membantu Leni duduk di sova ruang tamu rumah itu


"Kak...kedepan apapun perkataan bang Indra kepada kakak,tolong jangan dengarkan lagi.Kak bercerailah dengan bang Indra,dia bukan suami yang baik buat kakak.Saat Leni pulang kerumah,Leni memergoki bang Indra sedang berhubungan badan di ruangan ini.Selama ini Leni sudah curiga kak,Leni juga sudah melakukan pengintaian beberapa kali terhadap mereka saat mereka cek in di hotel.Tadi Leni sudah menghubungi Bapak dan Ibu,mereka sudah berangkat langsung menunuju kota ini kak.Kak...lepaskan laki-laki brengsek yang tidak tahu malu itu.Tadi saat Leni melihat mereka,Leni sangat jijik dan marah sehingga memukul si wanita murahan itu menggunakan vas bunga kak,mungkin saat ini mereka sedang di rumah sakit,karena si Indra bajingan itu juga ikut terkena pukulah vas bunga di meja itu"ucap Leni masih dengan emosi yang tidak stabil


"Len...tenangkan pikiranmu,jika kamu marah-marah seperti sekarang ini,kamu pasti membuang-membuang waktu untuk hal yang tidak berguna"ucap Dini begitu tenang

__ADS_1


"Bagaimana bisa kakak setenang seperti sekarang ini kak,kenapa kakak tidak kaget mendengar berita ini,apa selama ini kakak sudah mengetahuinya"tanya Leni dengan wajah herannya


"Sebelumnya kakak minta maaf karena tidak memberitahukan hal ini kepadamu,aku hanya tidak menyangka saja dia bisa mengotori rumahku ini dengan ulah binatangnya itu.Dua hari lagi ulang tahun pernikahan kami yang pertama,tetapi yakinlah surat cerailah yang akan menjadi kado untuknya dariku.Len...aku sudah lelah mengingatkannya,aku sudah mencoba mengalah tetapi aku malah di pijak dan tak dianggap.Baiklah Len,saat ini tidak ada gunanya untuk membahas itu lagi,lebih baik kita tunggu Bapak dan Ibu saja untuk menyelesaikan semuanya.Sebaiknya kita beristirahat saja di kamarmu"ucap Dini sambil membatu Leni menuju kamar yang selama ini ditempati Dela


Malam itu Indra bahkan tidak pulang kerumah.Indra lebih memilih tidur di rumah sakit untuk menemani Cindi yang sedang dirawat akibat pukulan di kepalanya yang dilakukan oleh Leni siang tadi


Jam menunjukkan pukul 10:00 pagi,Bu Neni dan Pak Ipan sudah tiba di rumahnya Dini


"Dimana Indra saat ini"tanya pak Ipan saat melihat kondisi Dini dan Leni yang kurang sehat


"Sibajingan itu tidak pulang kerumah malam ini pak,dia lebih memilih menemani selingkuhannya itu di rumah sakit.Sebentar lagi juga aku pasti akan di panggil oleh polisi dan mungkin akan di penjara karena telah menghantam dan melukai dua orang berengsek itu.Aku lebih senang jika aku di penjara dari pada melihat semua perbuatan buruknya yang telah melukai seorang wanita yang disebutnya sebagai istri"sahut Leni


Mendengar semua omongan anak perempuannya itu,pak Ipan langsung menghubungi Indra


"Sedang dirumah sakit Pak,sebentar lagi akan pulang...."


"Pulanglah kerumah dan bawa wanita itu juga,aku tidak mau menunggu lama"sahut Pak Ipan langsung mematikan ponselnya


"Bagaimana ini Cin,orang tuaku sudah di rumah dan mereka mau kita harus kerumah sekarang"ucap Indra dengan begitu cemas

__ADS_1


"Bang...apa orang tuamu akan memaafkan kita"tanya Cindi begitu takut


"Sebaiknya kita kerumah saja,kita akan hadapi semuanya,berani berbuat maka kita harus berani bertangging jawab"sahut Indra sambil berlalu meninggalkan rumah sakit itu


"Pak,Bu apa kabar"tanya Indra sat setelah tiba dirumah Dini


Pak Ipan yang melihat kedatangan putranya itu langsung melayangkan pukulannya bertubi-tubi kepada Indra


"Pak,Dini mohon jangan lukai tangan Bapak untuk laki-laki pengecut seperti dia itu"ucap Dini sambil mencoba menghalangi tubuhnya Indra dari pukulan pak mertuanya itu


"Minggirlah Dini,aku akan melenyapkan lelaki brengsek ini,aku bahkan jijik melihat wajahnya itu"ucap Pak Ipan mencoba melayangkan pukulannya dan di tahan oleh Dini


"Tolong tenang dulu pak,semuanya sudah terjadi dan itu tidak akan bisa di rubah lagi.Jika bapak menyakiti dengan memukul atau melukai mereka sekarang,maka mereka akan mudah melupakan semuanya Pak.Kita tidak perlu menghukum mereka,biarkan sifat mereka menghukum mereka sendiri.Saat ini Dini yakin mereka berdua sedang merasa bersalah dan berdosa telah berbahagia diatas jeritan hati seorang istri"ucap Dini begitu tenang


"Sejak kapan kamu melakukan semuanya Indra Ardiansyah"tanya pak Ioan dengan begitu murka


"Sudah delapan bulan belakangan ini pak"sahut Indra dengan menundukkan kepalanya


"Apa kesalahan putriku sehingga kau melakukan hal sehina itu di belakangnya"tanya pak Ipan dengan sangat dingin

__ADS_1


"Saat aku mengantarkan Dini kontrol kerumah sakit,tanpa sengaja aku mendengar perkataan dokter tentang Dini yang sedang mengalami trauma berat akibat ulahku malam itu.Sejak saat itu aku merasa bersalah kepada Dini dan mencoba mencari pelarian di luar sana.Suatu hari,aku pernah memergoki Dini sedang melihat foto bayi dan menangisinya.Mulai saat itulah aku merasa aku tidak pantas lagi untuk bersama dengan Dini .Aku sudah menodai pernikahan kami,aku sudah melanggar janji kami,aku sering mengabaikan dia,tetapi entah kenapa Dini selalu sabar untuk tetap mengingatkan aku hingga akupun melakukan hal menjijikkan dengan membawa Cindi kerumahnya Dini dan menidurinya di rumah ini.Saat melakukan semuanya aku selalu terus terang kepada Cindi,tetapi entah kenapa Cindi tetap mau menerima aku.Aku juga tahu kamu pernah mengikuti kami beberapa kali ke hotel ketika kami sedang cek in.Bukannya kamu marah atau melabrakky,kamu bahkan selalu membuatku terlihat sempurna di keluarga besarmu Din.Aku terluka,aku sakit atas sifatmu yng tidak menampar,memaki bahkan meminta cerai dari aku" ucap Indra begitu tenang


"Sudah cukup bagiku dengan melihatmu seperti sekarang ini,aku memang tidak bersekolah tinggi,tetapi aku punya harga diri dan martabat"sahut Dini setenang mungkin


__ADS_2