
Ilham pun kini mengikuti Arya dan Dika untuk menemui Cinta karena Arya bersikeras supaya Ilham menceritakan kejadian yang sebenarnya terlebih dahulu kepada Cinta, walau pun berkali-kali Ilham menolaknya.
"Kenapa sih Ya kamu bersikeras menyuruhku untuk membicarakan semua kebenarannya kepada Cinta? padahal itu semua sudah tidak penting lagi, sekarang kalian akan Menikah dan artinya Cinta sudah memilihmu untuk menjadi Suaminya," ujar Ilham.
"Tapi itu semua penting untukku Ilham, aku tidak mau jika Cinta mengetahui semua kebenarannya setelah kami berdua Menikah, karena aku tidak ingin ada keraguan di hati Cinta," ujar Arya.
"Sudahlah Ham, lebih baik kamu ikutin saja kemauan Arya, itu juga untuk kebaikan kita semua," ujar Dika mencoba menengahi. Sehingga akhirnya Dika yang masuk ke kamar Cinta untuk memanggilnya.
"Sayang apa kamu sudah siap?" tanya Dika kepada Cinta yang terlihat masih di dandani.
"Bentar lagi Kak, memangnya ada apa?" tanya Cinta.
"Ada yang ingin berbicara kepada kamu, dan Kakak harap kamu bersedia mendengar semua penjelasan darinya sebelum kamu melangkah ke pelaminan dengan Arya," ujar Dika.
"Memangnya siapa yang mau ketemu sama aku Kak?" tanya Cinta.
"Sebaiknya sekarang kamu ikut Kakak dulu sebentar," ujar Dika dengan menggandeng tangan Cinta keluar dari kamar.
Ketika Dika membuka pintu, Cinta dibuat kaget dengan kehadiran dua lelaki yang kini berada di depan pintu kamarnya, sehingga Cinta berniat untuk masuk kembali ke dalam kamar.
"Tunggu dulu sayang, ini semua adalah usul dari mas, kamu harus mengetahui yang sebenarnya tentang kesalahpahaman yang telah terjadi antara Ilham dan kamu," ujar Arya.
"Tapi aku rasa sudah tidak ada lagi yang perlu kami bicarakan mas Arya, karena mas Ilham hanyalah masalalu untukku, dan masalalu hanya akan menjadi sejarah yang tidak akan terulang kembali," ujar Cinta.
Cinta berkata seperti itu dengan membelakangi Ilham dan Arya, karena dia ingin menutupi airmata yang saat ini telah menetes.
"Meskipun kamu tahu kebenarannya jika Ilham dan Bella sudah bercerai lima tahun yang lalu, bahkan anak yang kamu anggap anak Ilham dan Bella sebenarnya bukanlah anak Ilham, tapi anak itu adalah anak dari hasil perselingkuhan Bella dengan mendiang Pak Broto, karena pada kenyataannya Ilham tidak pernah menyentuh Bella sedikit pun !" jelas Arya sehingga membuat Cinta tercengang dengan penuturan Arya.
__ADS_1
Kenapa aku baru mengetahui kebenarannya sekarang? jika saja aku tahu hal itu dari dulu mungkin aku dan mas Ilham sudah lama bersatu, tapi sekarang aku tidak mungkin mengubah keputusanku, karena aku tidak mau membuat mas Arya kecewa dan patah hati, batin Cinta.
"Mas tau kalau kamu masih mencintai Ilham, jika memang kamu ingin hidup bersama dengan Ilham kamu boleh memilih dia Cinta, sebelum semuanya terlambat," ujar Arya.
Cinta pun kini terlihat berpikir.
"Maaf mas Arya, mas Ilham memang cinta pertamaku, tapi mas Arya adalah cinta terakhirku," ujar Cinta dengan berlinang airmata sehingga membuat jantung Ilham rasanya berhenti berdetak mendengar jawaban yang telah dilontarkan oleh Cinta.
"Apa kamu sudah yakin dengan pilihanmu sayang? karena aku tidak akan pernah melepaskanmu setelah kita menikah nanti, dan hanya mautlah yang dapat memisahkan kita," ujar Arya.
"Iya mas aku sudah yakin," ujar Cinta dengan segera menutup pintu kamarnya untuk menutupi perasaannya saat ini.
Kenapa dadaku terasa sesak? kenapa hatiku terasa sakit? mas Ilham maafkan aku, aku memang mencintai mas Ilham, tapi aku juga tidak mungkin mengkhianati cinta mas Arya, seandainya waktu bisa terulang kembali dan aku mengetahui kebenaran ini lebih awal, aku pasti tidak akan pernah ragu untuk kembali kepada mas Ilham, tapi sekarang semuanya sudah terlambat karena sudah ada mas Arya diantara kita, aku hanya bisa berdo'a semoga mas Ilham menemukan perempuan yang lebih baik segala-galanya dibandingkan denganku, ucap Cinta dalam hati dengan berlinang airmata.
Ilham terlihat meneteskan airmatanya, lalu ia menjatuhkan tubuhnya di lantai, Dika yang melihat Ilham pun langsung bergegas menghampirinya.
"Kamu yang sabar ya Ham, kita berdua bernasib sama, karena aku juga sangat mencintai Cinta, tapi kita tidak akan pernah bisa bersama, aku minta kamu ikhlas ya, dan do'akan Cinta dan Arya semoga mereka berdua bahagia," ujar Dika dengan memeluk tubuh Ilham.
"Maaf Ilham, semua itu sudah menjadi keputusan Cinta, dan aku tidak akan mungkin membatalkan Pernikahan kami, aku minta do'a restunya ya," ujar Arya dengan memeluk tubuh Ilham, tapi Ilham tidak dapat mengucapkan satu patah kata pun.
......................
Akhirnya Arya dan Cinta kini telah berada di depan penghulu dengan Dika yang menjadi Wali Nikah untuk Cinta.
"Apakah semuanya sudah siap?" tanya Pak penghulu.
"Insyaallah saya sudah siap," ujar Arya.
__ADS_1
"Kalau begitu Nak Arya, silahkan jabat tangan Nak Dika sebagai Wali Nikah dari Nak Cinta," ujar Pak Penghulu.
Setelah Arya menjabat tangan Dika kini Dika yang merasakan sesak dalam dadanya.
Seandainya aku bukan saudara kembar Cinta, pasti sekarang aku yang akan menjadi Suami Cinta, tapi aku harus ikhlas karena ini semua demi kebahagiaan Cinta, batin Dika.
"Bismillah...Saudara Arya Alfarizky saya Nikahkan dan Kawinkan engkau dengan Adik kandung saya yang bernama Cinta Pratama bin Almarhum Anjas Pratama dengan mas kawin seperangkat alat solat serta uang tunai sebanyak dua puluh dua milyar delapan ratus dua puluh dua juta dibayar Tunai."
"Saya terima Nikah dan Kawinnya Cinta Pratama Bin Anjas Pratama dengan mas kawin tersebut dibayar Tunai," ujar Arya.
"Bagaimana para saksi, Sah?" tanya Pak Penghulu.
"Sah..sah.." ujar para saksi.
"Alhamdulillah..." ujar semua yang ada di sana.
Arya pun kini mencium kening Istrinya, kemudian Cinta dan Arya juga saling bertukar cincin Pernikahan.
Sekarang aku sudah resmi menjadi Istri mas Arya, semoga ini menjadi awal baru untuk kehidupanku tanpa bayang-bayang mas Ilham lagi, Selamat tinggal Cinta Pertamaku, batin Cinta. Kemudian Cinta terlihat meneteskan airmata, begitu juga dengan Ilham yang langsung pingsan menyaksikan Pernikahan Cinta dan Arya, sehingga Ilham kini di bawa ke kamar tamu lalu diperiksa oleh Arya.
Maafin aku Ilham, ini semua karena aku, tapi aku sangat mencintai Cinta dan sekarang dia sudah menjadi Istriku, semoga nanti kamu bisa ikhlas menerima semua kenyataan ini, batin Arya yang kini tengah mengobati Ilham.
Cinta dan Dika pun merasa cemas melihat keadaan Ilham saat ini.
"Mas bagaimana kondisi mas Ilham?" tanya Cinta yang terlihat khawatir.
"Ilham sepertinya syok melihat kita Menikah, sehingga dia akhirnya pingsan," ujar Arya.
__ADS_1
"Kalau begitu kalian beristirahatlah terlebih dahulu sebelum acara resepsi yang akan diselenggarakan nanti malam supaya kalian berdua tidak kecapean. Ilham harus belajar menghadapi semua kenyataan ini dan biar Kak Dika saja yang menjaganya di sini," ujar Dika.
Akhirnya Cinta dan Arya pun kini masuk ke dalam kamar Pengantin mereka untuk beristirahat.