
Arya kini melajukan mobilnya ke rumahnya yang masih berada di daerah Jakarta. Sepanjang perjalanan airmatanya tidak berhenti menetes mengingat kepergian Cinta dalam hidupnya.
Kenapa hatiku sekarang terasa hampa? kenapa rasanya sakit sekali kehilangan orang yang kita cintai, batin Arya dengan memukul-mukul dadanya berharap rasa sesak di hatinya akan sedikit berkurang.
Satu jam kemudian dia pun sampai di rumah yang sudah ia tinggalkan selama satu tahun. Meski pun rumah itu kosong tapi selalu terawat dengan baik karena Arya mempekerjakan seseorang untuk membersihkannya seminggu sekali.
Dengan langkah gontai dia masuk ke dalam rumah tersebut.
Bayangan Cinta kini masih menari-nari dalam pikirannya, masih teringat jelas ketika Cinta membukakan pintu rumah untuk menyambut kedatangan Arya ketika pulang kerja.
Apa aku bisa menjalani hidup tanpamu Cinta? apa aku akan sanggup untuk bertahan? sebaiknya aku segera berangkat ke luar negeri menerima tawaran kerja di sana karena aku tidak akan sanggup melupakan Cinta jika masih terus berada di sini, batin Arya.
Sebelumnya Arya beberapa kali mendapatkan tawaran pekerjaan dari Rumah Sakit di luar negeri, tapi dia selalu menolaknya karena dia sudah mempunyai Cinta di dalam hidupnya, dan itu membuat Arya merasa lebih dari cukup sehingga dia berhenti mengembangkan kariernya.
Akhirnya dengan berat hati Arya pun memutuskan untuk berangkat keluar negri untuk berusaha melupakan kekasih hatinya.
......................
Dika dan Mbok Nah kini memutuskan untuk kembali ke ruang keluarga. Di sana Cinta dan Ahmad sedang asyik mengajak Dita bermain.
"Sayang kamu kelihatannya bahagia sekali," ujar Dika.
"Iya donk mas, meski pun aku sangat sedih karena sudah kehilangan Tia, tapi aku harus kuat demi menjaga Dita amanah yang dititipkan kepada kita," ujar Cinta.
"Oh iya mas, Bu Clara dan Stella dimana? kok daritadi aku tidak melihat mereka?" tanya Cinta.
"Sebenarnya Mami Clara di penjara," jawab Dika, sehingga membuat Cinta terkejut.
"Kenapa bisa di penjara mas, apa karena dia terbukti sudah melakukan percobaan pembunuhan pada mas Dika waktu di Rumah Sakit?" tanya Cinta.
__ADS_1
"Bukan hanya itu Cinta, karena sebenarnya penyebab kematian Ibuku adalah karena dia yang telah menculik adik kembarku sehingga membuat Ibu syok lalu kemudian meninggal dunia, dan penyebab kematian Ayah juga karena dia yang mencoba untuk meracuniku, tapi malah Ayah yang menenggak minumannya," jelas Dika.
"Astagfirulloh, aku gak nyangka mas kalau Bu Clara sekejam itu, tapi aku tidak heran sih karena yang dulu menculik aku juga dia, kalau Stella sekarang dimana mas?" tanya Cinta.
"Stella pergi Kuliah ke luar Negri, sebab kalau dia tetap melanjutkan Sekolah di sini, kasihan dia selalu dibully oleh teman-temannya karena Maminya seorang Narapidana," ujar Dika.
"Lalu kamu kemana selama satu tahun ini sayang? kenapa kamu sampai menghilang tanpa jejak?" tanya Dika.
"Sebenarnya sebelum aku menghilang, Bu Clara juga mencoba untuk membunuhku, tapi aku gak tau apa yang sebenarnya terjadi karena waktu itu aku sudah pingsan, dan saat aku sadar, aku sudah berada di rumah orang yang menolongku," ujar Cinta.
"Kedua Preman yang nyulik kamu juga sudah di tangkap oleh Polisi, dan mereka bilang ketika mereka di suruh oleh Clara untuk menghabisi kamu, mereka berniat untuk menodai kamu terlebih dahulu, tapi aksi mereka digagalkan oleh seorang lelaki yang mengaku sebagai calon Suamimu, padahal jelas-jelas waktu itu aku sedang di rawat di Rumah Sakit pasca operasi," cerita Dika. Sehingga membuat Cinta kini membulatkan matanya dan merasa terkejut karena mendengar cerita sebenarnya.
Jadi ternyata selama ini mas Arya yang sudah menyelamatkanku? mas Arya maafkan aku karena aku sudah marah kepada mas Arya tentang kebohongan yang selama ini mas Arya perbuat, tapi ternyata aku telah banyak berhutang budi kepada mas Arya karena seandainya mas Arya tidak menolongku mungkin Preman itu sudah berhasil menodaiku, dan mungkin juga sekarang aku telah tiada, batin Cinta.
"Mas Dika, aku sekarang harus segera pergi untuk menemui seseorang yang telah menolongku selama ini," ujar Cinta yang kini terlihat panik.
"Kamu mau kemana sayang? aku tidak akan membiarkanmu pergi dari kehidupanku lagi," ujar Dika.
"Baiklah kalau begitu aku akan mengantarmu, aku tidak mau jika sampai terjadi hal buruk lagi menimpamu," ujar Dika, dan Cinta pun menganggukan kepalanya.
"Mbok kami titip Dita ya, Ahmad tolong bantu Si Mbok jagain Dita ya," ujar Cinta dan Dika kemudian mereka bergegas pergi setelah mengucapkan Salam.
Ketika mereka melewati Pos, Satpam yang menjaga rumah Dika pun memberikan tas selempang yang tadi dititipkan oleh Arya.
"Non Cinta, maaf ini ada titipan tas dari mas yang tadi nganterin Non Cinta," ujar Satpam.
"Iya makasih Pak," ucap Cinta, sehingga Dika pun kembali melajukan mobilnya.
"Sayang sebenarnya kita mau kemana?" tanya Dika.
__ADS_1
"Kita harus menemui orang yang sudah menyelamatkanku mas, karena aku sudah berpikiran buruk kepadanya," ujar Cinta dengan menangis.
"Lalu kenapa kamu bisa tinggal dengan dia selama satu tahun ini?" tanya Dika yang masih heran.
"Sebenarnya selama satu tahun ini aku hilang ingatan mas, dan aku sudah menganggap orang yang menolongku sebagai Suamiku," ujar Cinta, sehingga Dika yang mendengarnya pun kini mengerem mobilnya secara mendadak.
"Hati-hati mas bawa mobilnya," ujar Cinta.
"Jadi kamu dan dia selama ini hidup sebagai pasangan Suami_Istri?" tanya Dika yang kini terlihat syok.
"Semua ini tidak seperti yang mas Dika bayangkan karena meski pun kita tidur satu kamar, tapi kita tidur di ranjang yang berbeda, dan dia sama sekali tidak pernah menyentuhku," jelas Cinta sehingga membuat hati Dika merasa lega.
"Syukurlah kalau seperti itu," ujar Dika dengan tersenyum.
Aku tidak akan rela jika sampai ada lelaki lain yang berani menyentuhmu sayang, batin Dika.
"Apa aku mengenal lelaki itu sayang?" tanya Dika.
"Mungkin mas mengenal dia karena dia adalah salah satu Dokter yang bekerja di Rumah Sakit milik mas Dika, dan namanya adalah Arya," ujar Cinta.
Entah kenapa aku sangat merindukan mas Arya, padahal kita baru berpisah beberapa jam saja, batin Cinta.
"Apa? jadi selama ini kamu tinggal dengan Dokter Arya?" tanya Dika yang kini terlihat kaget.
"Iya mas, selama ini mas Arya yang telah menjaga serta melindungiku," ujar Cinta yang kini meneteskan airmata karena teringat dengan Arya.
Kenapa Cinta terlihat meneteskan airmata ketika menyebutkan nama Arya? Apakah dia sudah jatuh Cinta kepada Arya? tanya Dika dalam hati.
"Jadi selama ini kalian tinggal di Cianjur? karena pada waktu itu dia meminta pindah Dinas ke Cianjur," ujar Dika.
__ADS_1
"Iya mas, dan selama di Cianjur kami tinggal di rumah mas Ilham yang sudah dia jual kepada mas Arya," ujar Cinta dengan sedih sehingga Dika pun merasa khawatir jika Cinta akan berpaling kepada Arya atau kembali lagi kepada Ilham.