Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Bab 39 ( Arya dalam Dilema )


__ADS_3

Arya yang mendapat perlakuan manis dari Cinta yang hilang ingatan pun kini merasa berat untuk berkata jujur.


Haruskah aku jujur kepada Cinta tentang jati diri dia yang sebenarnya bahwa dia bukanlah Istriku?" tanya Arya dalam hati.


Mas kenapa kok diem aja? yuk sebaiknya kita sarapan dulu !" ajak Cinta dengan menarik lembut tangan Arya.


Jantung Arya kini berdetak lebih kencang,


Ya Alloh aku tau bahwa aku telah berdosa, bolehkah aku egois karena menginginkan Cinta selalu berada di sampingku walau pun hanya sampai ingatannya pulih, ujar Arya dalam hati.


"Mas mau makan sama apa? aku sudah masak banyak nih, karena aku lupa tentang semuanya, jadi aku memasak semua bahan makanan yang ada saja," ujar Cinta dengan tersenyum.


"Mas menyukai semua masakan kamu kok," ujar Arya dengan membalas senyuman Cinta.


"Mas maaf ya jika aku belum mengingat semua kenangan tentang kita," ujar Cinta kepada Arya.


"Iya gak apa-apa sayang, yang penting sekarang kondisi kamu baik-baik saja, dan jangan terlalu banyak yang di pikirkan ya," ujar Arya kepada Cinta.


Apa-apaan sih ni mulut, kok gak ada rem nya pake bilang sayang-sayang segala, ujar Arya dengan memukul pelan mulutnya.


"Mas kenapa? makanannya kepedesan ya, ini minum dulu airnya," ujar Cinta dengan memberikan segelas air putih kepada Arya.


" Terimakasih ya sa..yang.." ujar Dika dengan gugup.


"Kenapa sih bilang sayangnya gak iklhas gitu," ujar Cinta berpura-pura marah.


"Maaf sayang mas gak maksud, cuma mas masih canggung saja," ujar Arya dengan menggenggam tangan Cinta.


"Memangnya kita baru saja Menikah ya sampai mas canggung begitu?" tanya Cinta, dan Arya pun dengan berat hati menganggukan kepalanya.


Maafin aku Cinta karena telah membohongimu, ujar Arya dalam hati.


"Apa mas bisa ceritain tentang masalalu kita, aku penasaran banget," ujar Cinta.


"Maaf ya Cinta, tapi mas sekarang harus berangkat kerja dulu," ujar Arya dengan mengelus lembut kepala Cinta.


"Ya sudah deh kalau begitu, eh kalau aku boleh tau mas kerja dimana? maaf ya aku bener-bener lupa tentang semuanya," ujar Cinta.

__ADS_1


"Iya gak apa-apa sayang, Mas kerja di Rumah Sakit, sebagai Dokter umum," ujar Arya dengan tersenyum.


"Pantas saja aku sampai jatuh Cinta sama mas Arya, karena profesi mas Arya begitu mulia, mungkin kita juga bertemu waktu aku ke Rumah Sakit ya," ujar Cinta dengan tersenyum.


"Iya..iya..Istri mas ini memang pinter nebak, makanya mas jadi semakin jatuh cinta," ujar Arya dengan membalas senyuman Cinta. Lalu tanpa sadar Arya memeluk erat tubuh Cinta.


"Astagfirulloh.." ujar Arya dengan mengurai pelukannya.


"Mas kenapa? kok pelukannya di lepasin? aku bau ya?" ujar Cinta.


"Enggak kok, mas cuma ingat jadwal praktek hari ini aja, ya udah mas berangkat sekarang ya, mas takut telat, soalnya mas bagian praktek pagi," ujar Arya kepada Cinta.


"Ya udah, mas hati-hati ya, ini aku juga udah siapin bekal buat mas makan siang," ujar Cinta dengan memberikan kotak makan kepada Arya.


"Oh iya mas sampai lupa, ini kamu pegang dulu ya buat nanti belanja keperluan di rumah, kalau masih kurang kamu pake kartu ini aja," ujar Arya dengan memberikan sejumlah uang dan ATM kepada Cinta.


"Makasih ya mas, nanti aku mau belanja sayuran buat kita makan malam," ujar Cinta dengan mencium punggung tangan Arya. Lalu kemudian Arya pun dengan berat hati mencoba melangkahkan kaki untuk meninggalkan Cinta pergi bekerja.


"Mas gak ada yang lupa?" tanya Cinta kepada Arya sehingga menghentikan langkahnya.


"Ini ketinggalan," ujar Cinta dengan menunjuk keningnya, sehingga Arya pun berbalik mencium kening Cinta sebelum ia berangkat kerja.


"Semangat ya sayang," ujar Cinta kepada Arya yang dibalas senyuman dan anggukan kepala oleh Arya lalu kemudian melajukan mobilnya setelah sebelumnya mengucapkan Salam.


Aku pasti akan lebih semangat Cinta, karena kehadiranmu saat ini dalam hidupku. Ampuni hamba Ya Alloh, karena sudah menjadi seorang pendusta. ujar Arya dalam hati.


......................


Setibanya di Rumah Sakit Arya berpapasan dengan Kirana saat di Parkiran, tapi Arya bersikap cuek terhadapnya, kemudian berlalu dengan tertawa bahagia.


Apa yang terjadi dengan Arya? kenapa hari ini dia terlihat begitu bahagia? gumam Kirana yang kemudian menyusul Arya.


"Arya tunggu !" ujar Kirana.


"Maaf aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi," ujar Arya.


"Tapi aku cuma mau tanya, kenapa hari ini kamu terlihat begitu bahagia?" tanya Kirana.

__ADS_1


"Gak usah KEPO, bukan urusanmu !" ujar Arya dengan berlalu masuk ke dalam ruangannya, sehingga Kirana pun kini terlihat kesal.


Awas saja Arya, akan ku pastikan kamu bertekuk lutut di hadapanku !! ucap Kirana dalam hati.


Sesaat kemudian Mbok Nah kini mengetuk pintu ruangan Arya.


"Silahkan masuk," ujar Arya.


"Maaf Nak Arya, Si Mbok sudah mengganggu," ujar Mbok Nah.


"Gak apa-apa kok Mbok, saya juga lagi gak sibuk," jawab Arya.


"Begini Nak Arya, masalah Tes DNA itu apa sudah keluar?" tanya Mbok Nah.


"Oh iya Mbok, maaf saya sampai lupa, kemarin sebenarnya hasilnya sudah keluar, dan saya juga belum sempat membacanya," ujar Arya.


"Kalau begitu, apa Nak Arya bisa membacakan hasilnya untuk Si Mbok?" ujar Mbok Nah. Lalu sesaat kemudian Arya membuka amplop hasil Tes DNA dengan tangan gemetaran.


Hasilnya 100% cocok Mbok, jadi Artinya Cinta dan Tuan Dika memang saudara kembar, ujar Arya, lalu tanpa sadar dia kemudian mengucap syukur.


"Alhamdulillah Ya Alloh.." ucap Arya sehingga membuat Mbok Nah terlihat kebingungan.


"Kenapa Nak Arya terlihat begitu bahagia?" tanya Mbok Nah dengan heran.


"Enggak Mbok, saya cuma teringat sesuatu saja," ujar Arya dengan salah tingkah.


"Ternyata benar dugaan Si Mbok selama ini, kalau mereka berdua memang saudara kembar," ujar Mbok Nah.


"Lalu apa Mbok Nah mau memberitahukan tentang semua ini kepada Tuan Dika sekarang?" tanya Arya.


"Mungkin Si Mbok mau nunggu waktu yang tepat, setelah Nak Dika benar-benar pulih, karena Si Mbok takut terjadi apa-apa dengan Nak Dika, sebab dia begitu mencintai Nak Cinta," jawab Mbok Nah.


Begitu pun denganku Mbok, aku juga sangat mencintai Cinta, dan menginginkan dia selalu berada di sampingku, tapi kalau aku terus-terusan berpura-pura, berarti aku sudah melakukan dosa besar, karena bisa saja aku khilaf dan melewati batas seperti tadi, ujar Arya dalam hati.


"Kalau begitu Si Mbok permisi dulu ya Nak Arya, terimakasih atas semua bantuan Nak Arya, sebenarnya Nak Cinta sekarang hilang tanpa jejak, kalau Nak Arya sempat bertemu dengannya, Mbok mohon bantuannya ya," ujar Mbok Nah dan Arya pun hanya menjawabnya dengan anggukan kepala. Lalu sesaat kemudian Mbok Nah keluar dari ruangan Arya setelah sebelumnya mengucapkan Salam.


Maafkan aku Mbok karena tidak bisa memberitahukan kepada kalian tentang keberadaan Cinta saat ini, karena aku tidak ingin berpisah dengannya.

__ADS_1


__ADS_2