Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Dini Tidak Sempat Memikirkan Hal Buruk


__ADS_3

"Semangat kerjanya dan hati-hati di jalan yah bee"ucap Indra sebelum masuk kedalam tempat kerjanya


"Kamu juga semangat kerjanya by"sahut Dini sambil mencium tangan suaminya itu


"Baiklah...sampai bertemu nanti bee"ucap Indra sambil melambaikan tangannya kearah Dini


.....


Setelah pulang kerja,Indra dan Dini berencana langsung pergi ke tokonya Dini karena ada hal yang mau dibicarakan dengan suaminya Mia dan suaminya Mila


"Sebaiknya kita hubungi Ibu dan Bapak dulu by,supaya mereka tidak menunggu kepulangan kita nanti"ucap Dini sambil masuk ke dalam mobil


"Baiklah bee"ucap Indra sambil menghubungi Ibunya,tidak menunggu lama ponselnya langsung terhubung dengan ponselnya Bu Neni


"Hallo bu,kami mungkin akan lama pulang,kami ada kerjaan sebentar ke toko,jadi jangan menunggu kami untuk makan malam nanti Bu"ucap Indra


"Jika kalian tidak keberatan,boleh kah kami ikut bersama kalian,kami juga di rumah lumayan bosan bang"pinta Bu Neni


"Boleh Bu,kalau begitu kami akan segera tiba di rumah,sebaiknya Ibu dan Bapak bersiap yah Bu"sahut Dini


"Baiklah"ucap Bu Neni kegirangan sambil bergegas mencari suaminya keteras depan rumah itu


"Pak,Dini dan Indra akan mengajak kita untuk pergi menemani mereka ke toko,sebaiknya kita segera bersiap karena sebentar lagi mereka akan menjemput kita pak"ucap Bu Neni dengan bersemangat

__ADS_1


"Baiklah Bu"sahut pak Ipan dan langsung bergegas masuk kekamar mereka untuk bersiap-siap


......


Setelah tiba di rumah,Bu Neni dan Pak Indra langsung masuk kedalam mobil yang dikemudikan oleh Indra


"Apa tempatnya jauh dari sini bang"tanya Pak Ipan


"Tidak jauh kok Pak,sebentar lagi kita juga sampai"sahut Dini


Setelah tiba di toko,mereka langsung masuk ke dalam toko dan menunggu di dalam ruangan yang khusus tersedia disana


"Bu,Pak silahkan diminum dulu,Dini dan bang Indra masuk dulu kedalam sebentar"ucap Dini


"Baiklah nak"sahut pak Ipan


"Baiklah by,aku masuk kedalam dulu" sahut Dini


Setelah Dini masuk kedalam ruangan itu,Indra mengajak kedua orangtuanya untuk melihat-lihat isi toko itu


"Apa memang betul tempat ini miliknya Dini,jika memang benar kenapa dia harus bekerja di luar lagi,kenapa dia tidak di rumah dan sesekali ke tempat ini untuk memantau saja,kenapa di harus mengejar semuanya bang,toh selama ini juga kalian tidak kekurangan uang kan"tanya Bu Neni kepada Indra


"Bu...sebelum kami menikah,toko ini sudah di beli oleh Dini dan yang mengurusnya adalah bang Teo suaminya Kak Mia.Saat kami sudah berencana mau menikah,Dini sempat mau berhenti dari pekerjaannya dan akan fokus ke toko ini,tetapi saat itu perusahaan dimana Dini bekerja menawarkan gaji yang lumayan besar dari sebelumnya.Setelah menikah Indra tidak berusaha untuk mengekanggnya Bu,selagi Dini senang dan semuanya balance,maka Indra akan mendukungnya Bu.Kemarin Dini sudah membahas bahwa Dini,kak Mila dan kak Mia akan membeli satu toko yang bergerak di bidang oleh-oleh.Saat ini bisa jadi hal itulah yang mereka bahas diruangan itu Bu"ucap Indra menjelaskan

__ADS_1


"Kalau begitu kenapa kamu tidak ikut masuk kedalam saja,kalian sudah menikah yang otomatis semuanya juga harus kamu ketahui kan"sahut bu Neni merasa tidak puas akan jawaban yang di berikan anaknya sulungnya itu


"Bu bisnis yang mereka jalani nanti di rencanakan sebelum kami menikah,selama ini Dini juga tidak pernah mau memncampuri saat Indra mengambil keputusan untuk cafe.Kami saling mendukung bu,tetapi ada hal yang harus di putuskan sendiri yang walau sebelumnya memang harus didiskusikan terlebih dahulu.Tetapi percayalah Bu,selama ini Dini tidak pernah mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan aku Bu"ujar Indra menjelaskan kepada Ibunya itu


"Sudalah Bu,bang,sebaiknya kita tidak perlu membahas itu lagi,sebaiknya kita kembali ketempat tadi,siapa tahu nak Dini membutuhkanmu disana bang"ucap Pak Ipan menengahi perdebatan antara anak dan istrinya itu


Benar saja,setelah tiba ditempat mereka duduk tadi,Dini sudah menunggu kehadiran Indra disana,sebelumnya Dini sudah ketempat itu untuk mencari suaminya itu supaya ikut memutuskan sesuatu tentang bisnis yang akan mereka jalani nanti.


"By sebaiknya kita kedalam dulu,bang Teo dan bang Ari menunggu didalam"ucap Dini


"Baiklah,Bu,Pak, Indra kedalam dulu"pamit Indra dan mengikuti istrinya itu dari belakang


"Bu,sebaiknya jangan terlalu ikut campur dengan urusan mereka berdua,jika mereka meminta saran kepada kita,sebagai orang tua maka kita wajib membantu mereka,tetapi jika mereka tidak meminta,maka sebaiknya jangan mencoba masuk dan mencari celah untuk mengetahui kehidupan mereka.Lihatlah Indra juga masuk kedalam sekarang,apa Ibu tidak merasa malu saat menuduhkan kata-kata yang tak baik tadi terhadap Dini.Bu tolong posisikan Dini berada diposisi Ibu saat pertama baru menikah,Ibu bahkan selalu mendesak Bapak untuk selalu menjauh dan tidak ikut campur saat kedua adik ipar datang kerumah"ucap Pak Ipan menasehati istrinya itu


"Itu dua hal yang berbeda pak,kalau sekarang jangan sampai Dini yang memimpin keluarga mereka,jangan sampai Indra bisa dikuasai oleh Dini pak"sahut Bu Neni


"Dini bukan Ibu,Dini itu mempunyai karakter dan pendirian yang baik,Dini tidak akan sempat memikirkan hal buruk untuk suaminya Bu.Mulai saat ini,Bapak tidak mau mendengar hal buruk yang terlontar dari Ibu untuk Dini.Sayangi menantu kita itu sepenuh hatimu,jangan balaskan sakit hati dan dendam yang kamu miliki dulu terhadap Ibuku kepada Dini sekarang.Jika kamu sampai melewati batasanmu,maka jangan salahkan Bapak akan bertindak Bu"pesan pak Ipan dan berlalu dari tempat itu dan memilih meninggalkan Bu Neni sendirian disana


"Baiklah...mulai sekarang aku akan bermain cantik dengan menghasut Dini kepada Indra dan sebaliknya aku akan memburukkan Indra kepada Dini supaya mereka saling salah paham dan aku pasti akan merasa puas karena aku tidak akan diabaikan oleh Indra lagi"gumam Bu Neni sambil meminum minuman yang dihidangkan Dini tadi


Sementara Ari,Teo,Dini dan Indra telah selesai membahas tentang toko yang akan mereka beli nanti.


"Sebaiknya kita pulang sekarang bang karena Ibu dan Bapak mertua juga sedang menunggu diluar"ucap Dini

__ADS_1


"Sebaiknya kita temui Bibi dan Paman sekarang karena mereka juga pasti sudah lelah menunggu kita dari tadi.Sebaiknya kita juga mengajak mereka makan karena Paman dan Bibi juga pasti sudah lapar, kebetulan kita semua juga belum makan kan"ucap Ari


"Ide yang bagus bang"sahut Indra


__ADS_2