Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Aku Sah Memilikinya


__ADS_3

Sore itu keluarga Indra pun pulang kerumah mereka setelah sebelumnya mereka melakukan jiarah ke makamnya Pak Dahlan


"Sebenarnya kami malu nak Dini atas sambutan Bu Astri untuk kedatangan kita kesana tadi siang,kami disini bahkan tidak melakukan hal apapun untuk rasa syukur setelah pernikahan kalian kemarin"ucap Pak Ipan disela-sela perjalanan mereka


"Sebelumnya Dini minta maaf pak,Ibu juga tidak ada memberitahukan hal ini kepada Dini,tapi memang selama ini hal itu sudah menjadi tradisi di keluarga kami pak,sekali lagi Dini mewakili keluarga untuk meminta maaf pak,tujuannya bukan maksud untuk merendahkan siapapun pak,bu"ucap Dini


"Lupakan itu,toh juga sudah berlalu,kedepan kita hanya bisa mencontoh yang baik untuk kita lakukan di keluarga kita"ucap Indra mencoba mengakhiri obrolan semuanya


"Oh yah kak Din,kita beli oleh-oleh di yang di depan yah"ucap Leni berusaha mencairkan suasana


"Boleh juga Len,sepertinya nenas itu sangat manis"ujar Dini


Setelah tiba dirumah,Leni langsung bergegas ke kamarnya untuk beristirahat,sementara Pak Ipan dan Bu Neni harus pergi kerumah saudaranya karena ada acara syukuran atas kelahiran anak dari saudaranya itu


Indra dan Dini menuju ke kamar mereka karena badan mereka memang sudah terlalu lelah sejak pesta pernikahan selesai,mereka belum sempat untuk beristirahat sama sekali


"Dek...."


"Mohon maaf yah bang,jika abang tidak keberatan,sebaiknya jangan sekarang,selain aku masih sangat lelah,aku juga rasanya masih takut untuk hal itu"pinta Dini yang sudah membaca jalan pikiran suaminya


"Tapi abng sudah tidak tahan lagi dek,dari kemarin abang sudah bersabar"sahut Indra sedikit kesal."Percuma tadi aku meminta Leni untuk mengunci kamarnya supaya Dini tidak kesana,jika aku tahu akan seperti ini lebih baik Dini kekamarnya Leni saja, karena jika dia berada ditempat ini,aku bahkan semakin tersiksa melihatnya"batin Indra dan berlalu kekamar mandi


Indra memilih mandi dan merokok di kamar mandi dan menghabiskan waktu hampir sejam disana


Setelah merasa tenang,Indra kembali masuk ke kamarnya untuk ikut merebahkan tubuhnya disamping istrinya itu


"Astaga ini sudah malam"terik Dini saat melihat jam di kamar itu telah menunjukkan angka jam delapan malam.


Indra yang tidur di sampingn Dini langsung terbangun karena teriakan istrinya itu


"Ada apa dek,kok teriak sekencang itu"tanya Indra merasa terganggu


"Ini loh bang,sekarang sudah jam delapan malam tetapi aku bahkan belum melihat kebawah apakah Ibu dan Bapak sudah makan atau belum"sahut Dini sambil mengikat rambutnya asal-asalan dan turun dari tempat tidur mereka

__ADS_1


"Ibu dan Bapak akan menginap disana dek,tadi Ibu yang menghubungi abang"ucap Indra


"Syukurlah bang"ucap Dini dan langsung memeluk tubuh suaminya itu


"Maksudnya apa dek"tanya Indra merasa heran


"Syukurlah Bapak dan Ibu menginap disana,kalau tidak aku pasti menjadi menantu egois karena melupakan mereka dan memilih istirahat disini"sahut Dini


"Kirain ada hal lain tadi"omel Indra


"Oh yah bang,kita makan kebawah yah,Leni juga pasti belum makan saat ini"ucap Dini


"Aku akan bangunkan Leni terlebih dahulu bang"ucap Dini


Belum sempat Dini melangkahkan kakinya,Ponselnya tiba-tiba berdering."Astaga banyak sekali panggilan tidak terjawab,apa aku tidur sepulas itu sehingga panggilan di polsel ini pun tidak lagi terdengar olehku"gumam Dini sambil melihat siapa yang menghubunginya malam itu


"Hallo Len...ada apa kamu menghubungi kakak sampai berulang kali,bukankah kamu sekarang sedang berada di kamarmu"tanya Dini mulai khawatir dan mencoba berlari menuju kamarnya Leni


"Kak Din, Leni sedang di luar dan akan menginap disini untuk malam ini,sahabatku dari kecil ini akan menikah satu minggu lagi"sahut Leni dan mengarahkan ponselnya ke arah sahabatnya itu


"Semuanya berhasil,tinggal matikan lampu saja nanti,jika itu tidak berhasil,maka misi yang ke sekian yang akan dilaksankan"batin Indra sambil tersenyum sendiri


Setelah keduanya selesai makan malam,mereka pun memilih untuk langsung naik kelantai dua rumah itu untuk masuk ke dalam kamar


Belum setengah jam mereka merebahkan badan,tiba-tiba hujan sangat lebat datang dan lampu pun padam saat itu


"Bahkan semesta pun mendukung kita untuk melakukannya malam ini sayang"batin Indra


Sementar Dini yang merasa takut langsung mendekat dan menempelkan badannya pada Indra


"Bang tolong jangan tidur dulu yah,aku sangat takut karena petir ini"ucap Dini


"Baiklah,adek bisa tidur sekarang"ucap Indra sambil me****m b***r ranumnya Dini

__ADS_1


Dini yang saat itu merasa ketakukan hanya pasrah akan tindakan suaminya"aku sudah sah menjadi istrinya,aku bahkan sangat berdosa jika aku tidak memenuhi kewajibanku sebagai seorang istri.Tenang Din,itu tidak akan sakit"batin Dini


"Maaf dek,abang membuatmu takut"ucap Indra ketika menyadari istrinya itu sedang gemetaran dan langsung membawanya kedalam pelukannya


Setelah merasa tenang,Dini mencoba melonggarkan pelukan Indra dari tubuhnya


"Maaf yah bang,aku bukan bermaksud menolakmu,aku hanya takut saja.Jujur ini adalah pengalaman pertama bagiku,bahkan untuk berduaan dengan lelaki di dalam satu kamar pun aku belum pernah melakukannya.Selama ini aku hanya menjaga diriku supaya tidak melakukan hubungan apapun karena menurutku itu adalah haknya suamiku.Sekarang aku sudah siap jika abang meminta hakmu sebagai seorang suami "ucap Dini sambil memegang tangan Indra


Mendengar penuturan istrinya itu,Indra merasa malu akan dirinya sendiri mengingat ulahnya dulu, bahkan dia telah melakukan hubungan b***n dengan perempuan lain sebelum ada ikatan pernikahan


"Aku malu dek,aku tak pantas bersanding denganmu"ucap Indra dengan mengambil jarak diantara keduanya


"Kita bukan membahas pantas tidak pantasnya bang,kita sudah menikah dan ingat apa yang sudah kita ucapkan akan janji pernikahan kita itu bang.Jika aku menyinggung perasaanmu,aku minta maaf,tapi percayalah tujuan dari pembicaraan ku tadi bukan untuk membuatmu terluka"ucap Dini dan mencoba mendekati Indra


"Sudahlah bang,kita tak perlu membahas itu lagi,sebaiknya tolong temani aku ke kamar mandi karena aku mau mandi dan sikat gigi"pinta Dini


"Baiklah"sahut Indra dan bergegas menuju kamar mandi


"Apa tidak sebaiknya abang menunggu diluar pintu kamar mandi saja"tanya Dini merasa malu saat Indra juga masuk kedalam kamar mandi itu


"Abang juga mau mandi dek"sahut Indra mencoba tidak melepaskan kesempatan saat itu


"Sudalah dek,kamu sudah menjadi istriku,jadi tidak perlu malu untuk hal ini"ucap Indra dan langsung menanggalkan seluruh pakaiannya tanpa menyisakan sehelai benang di tubuhnya


"Astaga"teriak Dini dan mencoba menutupi wajahnya dengan kedua tangannya saat itu


Indra yang melihat tingkah istrinya itu langsung mendekat dan memeluknya dari belakang"sudahlah dek,sebaiknya kita mandi sekarang sebelum kita kedinginan"ucap Indra sambil mencoba membantu istrinya itu untuk melepaskan baju dan menuntunnya untuk mandi bersama


Dengan telaten Indra membantu menggosok seluruh tubuh istrinya itu dan sebaliknya Indra juga meminta hal yang sama untuk dilakukan Dini kepadanya.


"Bagaimanapun aku harus pandai membimbing istriku ini karena dia masih terlalu polos"batin Indra


Setelah selesai mandi,Dini langsung menuju lemari pakaian yang ada di dalam kamar itu,akan tetapi dengan cepat Indra malah mengangkat tubuh mungilnya Dini dan membawanya ke atas tempat tidur tempat dimana mereka tadi beristirahat

__ADS_1


*****


"Malam ini aku sudah sah memilikinya seutuhnya,kedepan aku akan berusaha menjaganya seperti dia menjaga hal berharga dalam dirinya untuk diserahkan kepadaku.Aku akan menyayanginya sepenuh hatiku"batin Indra merasa senang karena malam itu semua yang diinginkannya telah terpenuhi


__ADS_2