
Keesokan harinya
Pagi-pagi sekali Dini sudah memasak sarapan untuk mereka ber empat,kebetulan hari ini Deli kerajanya masuk siang,sementara Leni hari ini ingin pergi jalan-jalan dengan temannya dan Dini serta Indra akan pergi berbelanja untuk kebutuhan yang akan mereka gunakan nanti saat pulang kampung
"Harum sekali kak,apa kakak sudah selesai masak"tanya Leni mengucek matanya yang masih ngantuk
"Sudah Len,jika masih ngantuk sebaiknya kamu tidur saja lagi,bang Indra juga belum tiba disini.Nanti setelah bang Indra tiba,kakak akan membangunkan kalian"ucap Dini
"Baiklah kak,untuk menyapu rumah dan mengepel biar saja Leni nanti yah kak"ucap Leni dan berlalu dari tempat itu dan masuk kekamarnya untuk tidur kembali
Jam menunjukkan pukul tujuh pagi,Dini sudah selesai mandi dan sedang merapikan kamarnya sambil menunggu kedatangan Indra
Suara motornya Indra sudah kedengaran dan Dini segera keluar untuk membuka pagar rumah itu untuk Indra
"Mana yang lainnya dek"tanya Indra karena tidak melihat Dela dan Leni diruangan itu
"Mereka masih tidur bang,Dela jadwal kerjanya masuk siang hari ini sementara Leni akan pergi bersama teman-temannya siang nanti,jadi biarkan saja mereka tidur,nanti jika kita sudah mau sarapan baru aku bangunkan"ucap Dini
"Oh yah dek,ada air panas tidak,abang mau buat kopi dulu"ucap Indra dan berlalu kedapur rumh itu
"Sebentar dimasakkan dulu bang,apa ngak sebaiknya kita makan dulu baru minum kopi"tanya Dini
"Sebaiknya kita sarapan diluar saja,kalau kita masak lagi baru pergi,takutnya kita kesiangan untuk ke percetakan dek"
"Aku sudah masak bang,tunggu sebentar biar aku bangunkan Dela dan Leni"ucap Dini dan langsung berlalu menuju kamarnya Dela dan Leni
Setelah selesai sarapan,Dini dan Indra pun berpamitan untuk pergi
"Len...jika kamu nanti pergi jalan-jalan,hati-hati dan jaga diri baik-baik"ucap Indra
"Baik bang"sahut Leni
....
"Baiklah bang,kami pamit dulu,jika ada yang kurang pas dan jika ada nanti yang mau abang tanyakan,hubungi saja ke nomor ku tadi bang"ucap Indra
"Sepertinya sudah pas semuanya In,akan ku usahakan secepatnya supaya bisa segera kalian sebarkan berita bahagia ini"sahut si pemilik percetakan itu
__ADS_1
"Baiklah bang,aku tunggu kabar baiknya"ucap Indra
....
"Bang sepertinya mall masih baru buka,apa sebaiknya kita singgah dulu di toko depan itu"ucap Dini menunjukkan toko swalayan yang ada di depan mereka."Swalayan ini sekarang sudah miliknya bang Ari dan kak Meli,mereka baru membeli karena sebelumnya swalayan ini juga hampir bangkrut.Setelah di telusuri karyawan disini katanya sangat tidak ramah terhadap custumer yang datang berbelanja kesana,kebetulan karyawan yang lama masih belum semua di keluarkan karena masih ada yang belum di siapkan oleh pemilik sebelumnya, tetapi menurutku pasti ada faktor lain bang"Dini menjelaskan panjang lebar tentang masalah yang sedang dialami oleh toko swalayan itu
"Baiklah"ucap Indra yang memahami maksud dan tujuan dari ucapan Dini tadi
Setelah mereka masuk kedalam,memang terasa sekali ketidak pedulian karyawan yang berdinas pagi itu.Orang yang masuk lalu lalang pun tidak di pedulikan sama sekali,hanya ada empat orang karyawan yang betul-betul kerja sesuai dengan SOP yang di berikan oleh Ari dan Meli yang sebelumnya sudah di rembukkan bersama Dini.
"Lihatlah bang,karyawan yang tiga orang itulah yang masih bawaan karyawan lama dari pemilik sebelumnya,tetapi kalau tidak salah senin besok mereka akan di berhentikan,sebelumnya ke tiga orang ini adalah dibagian kasir dan mereka di turunkan ke stand biasa"ucap Dini sedikit berbisik
"Baiklah dek,kita sudah mengetahui penyebabnya,mungkin nanti kita akan membahas hal ini dengan bang Ari dan Kak Meli,jika di butuhkan kita bisa memberikan karyawan kita kesini dulu untuk sementara waktu menunggu situasinya kembali kondusif"sahut Indra
Setelah merasa cukup untuk mengetahui kondisi di toko itu,Dini pun langsung membayar makanan yang sengaja di belinya tadi
"Kita berangkat sekarang dek"ucap Indra sambil menggandeng tangannya Dini
Setelah tiba di mall yang di tuju,Indra dan Dini langsung bergerak ke arah pakaian laki-laki
"Baik bang,tapi mulai sekarang,setiap sore abang harus berolahraga walau hanya jalan kaki saja,jangan sampai baju yang sudah di buat bagus untuk hari bahagia kita nanti tidak muat karena badan abang yang semakin subur"ucap Dini
"Baiklah"ucap Indra sedikit sewot
Dini memilih pakaian dan perlengkapan untuk Indra yang menurutnya sangat di butuhkan oleh Indra
"Kira-kira ada lagi ngak bang yang harus kita beli dari tempat ini,kalau tidak ada lagi sebaiknya kita bergerak kearah sepatu"ucap Dini
"Sepertinya sudah semua dek"ucap Indra dan mengikuti langkah Dini menuju tempat perlengkapan sepatu
Setelah selesai membeli perlengkapan untuk Indra,Dini pamit mau ke stand perempuan
"Bang sebaiknya tunggu disini dulu yah,aku mau beli sesuatu "ucap Dini
"Tunggu aku ikut saja"sahut Indra sambil berdiri untuk mengikuti langkah Dini
"Ini bagian perempuan bang"
__ADS_1
"Jika saja kamu tadi bisa memilihkan perlengkapanku,kenapa tidak bisa untuk sekedar melihatmu berbelanja,tenang saja nanti juga aku akan melihat semuanya,aku hanya butuh bersabar karena tidak kurang dari sebulan lagi,aku bahkan bisa memilikimu seutuhnya"ucap Indra dengan gamblang
"Bang...."
"Maaf dek,sebaiknya kita kesana sekarang"ucap Indra
Setelah selesai membeli apa yang mereka inginkan,pasangan sejoli ini pun memutuskan untuk pulang kerumahnya Dini
"Din...ini siapa"tanya Romi saat bertemu Dini dan Indra di parkiran
"Hai bang Rom,kenalin ini bang Indra calon suaminya Dini,bang Indra ini bang Romi"ucap Dini memperkenalkan keduanya
"Indra bang"ucap Indra mencoba menenangkan hatinya melihat kedekatan antara Dini dan Romi saat itu
"Hai Ind,namaku Romi"sahut Romi menerima uluran tangan Indra
"Dimana kakak bang"tanya Dini mencoba mencairkan suasana saat itu
Romi langsung menceritakan tentang keadaan rumah tangganya yang saat itu sedang bermasalah akibat ulah dari masalalunya dulu yang datang mengganggu rumah tangga mereka
"Dia bahkan sudah memilih menyerah Din,saat ini aku juga sudah pasrah"ucap Romi
"Aku yakin bang Romi pasti bisa mengatasinya,saranku temui keluarga dari kakak itu dan bawalah kedua orang tua abang.Jika saat ini kakak itu merasa terluka,maka sebaiknya abang bukan malah ikut marah,dekati dia,tenangkan dia dan lindungi dia bang.Tidak semua wanita bisa berdamai dengan masalalu dari pasangannya,satu lagi bang jika sudah melangkah kedepan,maka lupakan masalalumu dan jangan abang tanggapi lagi walau pun dia datang setiap saat.Ingat bang,tak mungkin ada asap jika tak ada api.Seorang wanita akan terluka jika suami yang dianggapnya dewa pelindung baginya malah mebuatnya terluka,ingat bang ada anak yang harus kalian jaga mental dan tumbuh kembangnya.Turunkan sedikit rasa egoismu maka abang akan memenangkan hati dari kakak itu.Telepon lah sekarang,aku akan mencoba membantu untuk berbicara dengannya"ucap Dini menasehati Romi
Benar saja,setelah Dini berbicara dengan istrinya Romi,dia akan pulang kerumah mereka karena ternyata dia tidak pulang kerumah orang tuanya melainkan menginap di hotel dalam dua minggu terakhir ini
"Terimakasih Din...semoga rumah tanggamu nanti akan bahagia karena selama aku mengenalmu kamu selalu berusaha membuat orang disekelilingmu bahagi"ucap Roni tulus
"Baiklah bang,jemputlah mereka dan bawa pulang kerumah,satu lagi jangan marahi kakak itu,tapi lebih baik bang Romi intropeksi diri saja"ucap Dini
....
"Sebegitu dekatnya kalian dek,sehingga dengan menasehati mereka hubungan yang sudah renggang bisa kembali baik"ucap Indra sedikit cemburu
"Bagiku bang Romi hanyalah masalalu,masa depanku adalah bersamamu bang,jadi tolong jangan bahas itu lagi"ucap Dini sambil memegang tangan Indra
"Gombal"sahut Indra tersenyum
__ADS_1