
"Maaf jika abang menyakitimu dek"ucap Indra dan langsung membantu mengangkat Dini kemar mandi untuk membersihkan tubuh mereka
Setelah selesai mandi,Indra kembali mengangkat Dini dari kamar mandi dan mendudukkannya di sova kamar itu
"Tenang saja bang, tidak ada masalah kok,semua orang akan mengalami hal yang sama saat melakukan hal itu untuk pertama kalianya,besok juga semuanya akan membaik"ucap Dini tidak tega melihat wajah paniknya Indra saat melihat d***h di bed cover yang mereka gunakan tadi
Indra langsung bergegas mengganti Bed cover yang sudah bernoda itu dengan yang baru
"Berbaring lah dek,jika adek membutuhkan sesuatu bangunkan abang,oh yah abang mau kebawah dulu untuk membuatkan kita teh,tolong tunggu sebentar"ucap Indra dan berlalu dari kamar itu
"Aku bahkan tidak bisa mengendlikan diriku tadi,semoga Dini tidak terluka serius"gumam Indra sambil membuatkan teh untuk mereka minum malam itu
"Bang sebaiknya kita tidur sekarang supaya besok kita tidak kesiangan"saran Dini
"Baiklah sayang"sahut Indra dan merebahkan tubuhnya disamping istrinya itu
Jam sudah menunjukkan Pukul sepuluh pagi.Indra yang sudah terlebih dahulu terbangun langsung mandi dan turun kelantai dasar rumah itu untuk menyiapkan sarapan untuk mereka berdua
Setelah selesai memasak,Indra langsung membawakan makan itu kekamar mereka
Indra sengaja membuka gorden dikamar mereka untuk mengganti sirkulasi udara di kamar itu
Dini yang merasakan sinar matahari masuk kedalam kamar itu sedikit terusik dan memaksa untuk membuka matanya
Betapa terkejutnya Dini saat melihat jam di kamar itu telah menunjukkan ke angka sebelas"Astaga bang Indra"teriak Dini sambil berusaha melompat dari tempat tidur mereka
__ADS_1
"Aduh...."teriak Dini sambil memegang area s****tifnya saat dia mencoba untuk melangkah
Sementara Indra yang memang sengaja keluar keteras kamar itu langsung masuk kembali saat mendengar teriakan istrinya tadi
"Ada apa dek"tanya Indra saat melihat Dini memegang area s****tifnya dan langsung membantunya untuk duduk kembali ketempat tidur mereka
"Apa masih sakit"tanya Indra merasa bersalah
"Sedikit bang,karena melihat jam yang sudah siang,aku lupa dan langsung melompat turun dari tempat tidur tadi ucap Dini
"Tenang saja,abang sudah masak untuk kita,Bapak,Ibu serta Leni belum juga pulang kerumah,jadi tenang saja adek tidak perlu panik seperti itu"ucap Indra melihat kepanikan di wajah istrinya itu
"Oh syukurlah"ucap Dini
"Sebaiknya kita makan sekarang dan langsung bersiap-siap,pesawat kita hari ini jam empat sore dek"ucap Indra sambil bergerak mengambil nampan yang berisi makanan yang dimasaknya tadi untuk mereka
Setelah berpakaian,baik Indra maupun Dini langsung menyusun barang yang akan mereka bawa kembali pulang ke kota P
"Bang apa tidak sebaiknya bed cover ini aku cucikan sebentar,jadi kita tak perlu membawa ke kota P"ucap Dini saat melihat suaminya itu memasukkan bed cover yang sudah bernoda itu ke dalam koper mereka
"Bed Cover ini akan kita bawa ke kota P dek,kita akan menggunkannya nanti disana lagi"ucap Indra tersenyum
"Baiklah"sahut Dini
"Baiklah apa dek,sebaiknya panggilan abang itu adek ganti saja,mulai sekarang kita akan merubah panggilan kita yang lama.Abang akan memanggil adek dengan panggilan bee dan adek akan memanggil abang dengan panggilan hubby"ucap Indra
__ADS_1
"Umur kita sudah tua bang,sudah gak jamannya lagi seperti itu"sahut Dini merasa suaminya itu sedikit berlebihan
"Umur boleh tua,jiwa tetap muda,jadi mulai sekarang kita akan memanggil nama itu bee"ucap Indra
"Baik lah bang,eh hubby"ucap Dini merasa sedikit geli
.....
"Apa kalian sudah siap nak"tanya Bu Neni saat melihat Indra dan Dini telah duduk di teras rumah itu
"Sudah bu,kami juga sudah makan"sahut Indra
"Baiklah...kami akan menyusul kalian ke kota P minggu depan,masih ada hal yang mau kami selesaikan di sini sebelum kami ke rumah kalian nanti"sambung bu Neni
"Baiklah Bu,jika memang seperti itu,dengan sangat senang hati kami akan menunggu kedatangan Bapak dan Ibu disana"ucap Dini menanggapi omongan dari mertua perempuannya itu
"Oh yah nak Dini,Ibu mau memberikan sesuatu kepadamu,sebaiknya kamu ikut dengan ibu kekamar yah"pinta Bu Neni kepada Dini
"Baiklah bu"sahut Dini langsung mengikuti mertuanya itu dari belakang
"Sebenarnya Ibu tidak perlu menyampaikan hal ini kepadamu nak,tetapi entah kenapa hati ini seolah menolak dan ingin tetap untuk menyampaikannya kepadamu.Sebelumnya Indra adalah anak penurut kepada Ibu,dia baik,lembut dan bahkan tak pernah membentak Ibu.Tetapi setelah dia mengenal yang namanya berpacaran,dia sudah mulai sedikit mengabaikan ibu,saat itu Ibu hanya mencoba untuk berdamai dengan keadaan.Pernah suatu saat Ibu menasehatinya dan membentaknya,dia malah membentak Ibu balik dan marah sehingga mendiamkan Ibu berhari-hari.Semenjak saat itu,Indra yang dulu Ibu kenal telah banyak berubah dan tidak bisa Ibu jangkau lagi.Setelah kedatanganmu di kehidupannya,dia kembali baik dan tidak membangkang lagi.Tetapi Ibu merasa ada yang hilang dari dia untuk Ibu,dia semakin tak bisa Ibu jangkau,dia tegas dan selalu berdiri ditengah.Jika Ibu salah maka dia akan berkata Ibu salah,jujur hati ini sangat sakit,anak laki-laki yang Ibu besarkan telah mengabaikan Ibunya.Saat pertama kali Ibu datang ke rumah mertua,Ibu merasa terasingkan,selain status keluarga kami yang beda jauh,Ibu mertua juga tidak menerima pernikahan kami dulu.Saat kamu datang kerumah ini,kamu diterima dan diperlakukan baik oleh semua keluarga.Ibu hanya mohon tolong jangan rebut Indra dari Ibu nak"ucap Bu Neni dengan belinang air mata
"Sebelumnya Dini berterimakasih kepada Ibu karena telah melahirkan,membesarkan dan menginjinkan Indra menikahi Dini.Dini meminta maaf kepada Ibu,jika selama ini Ibu merasa bahwa Dini merebut perhatian bang Indra dari Ibu.Jujur dari hati yang paling dalam,selama ini tidak pernah ada terbesit niat buruk seperti itu terhadap Ibu.Dihati bang Indra seorang Ibu tidak akan bisa di gantikan oleh siapapun termasuk Dini sebagai istrinya.Di dunia ini kasih sayang seorang Ibulah yang tidak bisa di ukur oleh siapapun.Mungkin nanti setelah Dini menjadi seorang Ibu,Dini baru bisa memahami kekhawatiranbyang sedang Ibu alamai saat ini,tetapi yakinlah Bu,Dini akan berusaha membuat hubungan Ibu dan bang Indra akan tetap baik walaupun dia sudah mempunyai Istri"ucap Dini sambil memeluk mertuanya itu
Sementara Indra yang tak sengaja mendengar pembicaraan diantara kedua wanita yang sangat dicintainya itu memilih pergi untuk merenungi setiap perkataan Ibunya tadi
__ADS_1
"Aku yang salah bee,tetapi kenapa harus kamu yang menanggung semuanya"batin Indra