Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta
Bab 41 ( Clara di laporkan ke Polisi )


__ADS_3

Hari ini Arya berniat untuk mengajukan surat kepindahannya ke daerah Cianjur, sehingga membuat tanda tanya bagi banyak orang, dan desas-desus tentang Pernikahan Arya pun kini terdengar ramai.


"Dokter Arya sepertinya sudah menikah ya, soalnya akhir-akhir ini dia selalu bersemangat untuk pulang, kalau dulu dia kan gila kerja banget," ujar Dokter Reno kepada Dokter Kirana.


"Mungkin Dok, saya juga tidak terlalu dekat dengan Dokter Arya," jawab Kirana.


"Bukannya dulu Dokter Kirana pernah berpacaran ya sama Dokter Arya?" tanya Dokter Reno lagi, sehingga membuat Kirana diam karena merasa geram.


"Tapi sekarang Dokter Kirana itu calon Istri saya," ujar Dokter Soni yang kini tiba-tiba datang dan langsung memeluk Kirana dari belakang. Sehingga Dokter Reno pun berlalu meninggalkan mereka berdua.


"Sayang kapan kamu balik ke Indonesia?" tanya Kirana.


"Aku baru kemarin balik lagi kesini sayang, aku harap selama aku pergi kamu tidak selingkuh, seperti yang dulu kamu lakukan terhadap Dokter Arya !" ujar Soni dengan mencium bibir Kirana.


Kenapa Sih Sonny harus balik lagi kesini, padahal aku sudah berencana untuk mengejar Arya supaya kembali lagi kepadaku, bathin Kirana.


"Tidak dong sayang, sentuhan kamu kan selalu memabukkan untukku," ujar Kirana yang kini terlihat agresif.


"Kamu sabar ya sayang sampai nanti malam," ujar Sonny dengan mengedipkan sebelah matanya.


Arya yang dari kejauhan melihat adegan kedua penghianat itu pun melihatnya dengan jijik.


Kalian berdua memang pasangan yang serasi, sama-sama penghianat dan gak tau malu, bathin Arya. Kemudian dia berlalu menuju ruangannya.


Tidak lama setelah Arya masuk ke dalam ruangannya, dia menerima panggilan dari Kepala Rumah Sakit, dan Arya pun kini bergegas menuju ruangan Kepala Rumah Sakit.


Setelah mengetuk pintu, Arya dipersilahkan untuk masuk, dan disana ternyata sudah ada Dika juga sebagai pemilik Rumah Sakit tempat Arya bekerja.


"Silahkan duduk Dokter Arya," ujar Kepala Rumah Sakit.


"Maaf Pak, kalau boleh saya tau, ada apa ya anda memanggil saya?" tanya Arya.

__ADS_1


"Begini Dokter Arya, saya dan Tuan Dika sangat menyayangkan atas keputusan Anda yang ingin pindah Praktek ke daerah Cianjur. Padahal Anda termasuk Dokter muda yang berprestasi, apa Dokter Arya tidak akan berubah pikiran lagi?" tanya Kepala Rumah Sakit.


"Maaf sebelumnya Tuan Dika dan Bapak Kepala, tapi niat saya untuk pindah ke Cianjur sudah bulat, dan saya harap besok saya sudah dapat pindah tugas," jawab Dokter Arya.


"Kalau memang keputusan Anda sudah bulat, saya tidak bisa mencegahnya, dan saya mengucapkan terimakasih atas pengabdian Dokter Arya selama bekerja di Rumah Sakit ini," ujar Kepala Rumah Sakit.


"Saya juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Tuan Dika dan Pak Kepala yang sudah menerima saya bekerja di Rumah Sakit ini," ujar Arya.


"Mudah-mudahan di tempat yang baru, prestasi Anda semakin berkembang lagi Dok," ujar Kepala Rumah Sakit kepada Arya.


"Kalau begitu saya permisi dulu ya Tuan Dika, Pak Kepala," ujar Arya dengan menjabat tangan mereka, lalu kemudian berlalu setelah sebelumnya mengucapkan Salam.


"Pak Kepala kalau begitu saya juga mohon undur diri, karena saya sekarang sudah di perbolehkan untuk pulang, dan terimakasih banyak atas pelayanan yang Rumah Sakit ini berikan untuk saya," ujar Dika yang kini berpamitan kepada Kepala Rumah Sakit.


Sebelum pulang, Dika juga sempat meminta rekaman CCTV yang berada di Rumah Sakit sebagai petunjuk untuk menemukan Cinta.


"Maaf Tuan Dika silahkan masuk," ujar salah satu Petugas yang memantau CCTV."


Kemudian Petugas tersebut pun memperlihatkan seluruh rekamannya pada saat Cinta hilang.


"Bagaimana Tuan Dika apa Anda sudah menemukan tanda-tanda yang mencurigakan?" tanya Petugas.


"Tunggu Pak, sepertinya barusan saya sekilas melihat Mamih saya bersama dua orang lelaki, tolong rekaman barusan Bapak putar ulang," ujar Dika.


Dan setelah diperhatikan secara seksama ternyata benar kalau itu adalah Clara bersama dua orang laki-laki, lalu mereka bertiga terlihat masuk ke dalam ruang perawatan Cinta.


Selang beberapa menit, Cinta pun terlihat masuk ke dalam ruang perawatannya, dan sesaat kemudian Clara bersama kedua orang lelaki tadi keluar lagi membawa seseorang yang di dorong memakai kursi roda.


Jadi ternyata benar tentang kecurigaanku dan Mbok Nah selama ini terhadap Clara, kalau dia adalah dalang dari penculikan Cinta, ucap Dika dalam hati.


"Kalau begitu sekarang saya minta tolong kirimkan rekaman CCTV barusan ke handphone saya, karena itu akan saya jadikan bukti untuk melapor kepada pihak yang berwajib," ujar Dika. Dan Petugas tersebut pun bergegas mengirimkannya.

__ADS_1


Dika kini kembali ke ruang perawatannya untuk menemui Mbok Nah.


"Mbok sebaiknya sekarang kita segera ke Kantor Polisi," ajak Dika kepada Mbok Nah.


"Memangnya ada apa kita ke kantor Polisi Nak Dika?" tanya Mbok Nah.


"Kita harus melaporkan Clara sekarang juga, karena ternyata benar dugaan kita selama ini bahwa Clara lah yang telah menculik Cinta," ujar Dika.


"Apa Mbok Nah juga membawa rekaman tentang percakapan Clara dan Bi ijah?" tanya Dika.


"Iya Si Mbok selalu membawanya kemana pun Si Mbok pergi," jawab Mbok Nah. Kemudian Mbok Nah dan Dika pun bergegas ke Kantor Polisi untuk melaporkan kejahatan Clara.


......................


Sesampainya di Kantor Polisi, Dika langsung di sambut oleh Kepala Kepolisian setempat, karena siapa pun pasti sudah mengenal Dika seorang Pengusaha sukses dan Kaya raya di Kota nya.


"Selamat siang Tuan Andhika, apa ada yang bisa kami bantu?" tanya Komandan Polisi.


"Saya mau melaporkan Ibu tiri saya yang bernama Clara," jawab Dika.


"Atas dasar apa Bapak melaporkan Bu Clara?" tanya Pak Polisi.


"Ibu Clara terduga sebagai penculikan saudara kembar saya pada 20 tahun yang lalu, sehingga menyebabkan Ibu kandung saya meninggal dunia, serta dia sudah melakukan percobaan pembunuhan terhadap saya, namun Ayah saya yang menjadi korbannya, dan terakhir pada beberapa hari yang lalu dia menculik calon Istri saya," ujar Dika.


"Apa Tuan Andhika mempunyai bukti tentang kejahatan Ibu Clara?" tanya Polisi.


"Ini bukti yang saya punya, dan saya harap Pak Polisi segera menangkap Ibu Clara, serta tolong bantu cari calon Istri saya, karena saya takut telah terjadi sesuatu yang buruk padanya," ujar Dika.


Polisi pun kini melihat bukti rekaman CCTV saat penculikan, serta mendengarkan suara rekaman Clara yang sedang berbicara dengan Bi Ijah.


"Kami akan segera memproses laporan Anda Tuan Andhika, karena bukti ini sudah cukup kuat untuk menangkap Bu Clara serta orang-orang yang membantunya," ujar Pak Polisi.

__ADS_1


"Kalau begitu kami permisi dulu Pak, terimakasih atas bantuannya," ucap Dika dengan menjabat tangan Pak Polisi kemudian berlalu menuju rumahnya bersama Mbok Nah.


__ADS_2